Navigate

Carian

Rabu, 14 Januari 2015

KITA, RASUL, SAKSI dan .NAFS

Kita, Rasul, Saksi dan Nafs

(Date written : 13 Jan 2015)
(Last Update : 17 Jan 2015)


Al-An'am : 130

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلٰىٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلٰىٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كٰفِرِينَ

● Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu RASUL-RASUL dari  KAMU SEMUA sendiri (RUSULUN MINKUM), yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka (RASUL-RASUL) berkata (QALU): "KAMI menjadi SAKSI atas DIRI KAMI (ANFUSINA) sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan MEREKA menjadi SAKSI atas DIRI MEREKA (ANFUSIHIM) sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. ●

Kita yang digelar INSAN mempunyai 3 Unsur DIRI iaitu RUH, NAFS dan JASAD FIZIKAL.

Yang di maksudkan RASUL-RASUL dari KITA SEMUA adalah Diri RUH kita.

Mengapa RUH di katakan RASUL adalah kerana RUH adalah dari AMR ALLAH yang sememangnya adalah UTUSAN atau RASUL ALLAH.


Al-Hajj : 78

وَجٰهِدُوا فِى اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلٰىكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

● .. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya RASUL itu menjadi SAKSI atas KAMU SEMUA dan supaya KAMU semua menjadi SAKSI ke atas MANUSIA (AN-NAS), maka dirikanlah SOLAT, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. ●





Al-Baqarah : 143

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمٰنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

● Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan KAMU SEMUA (JA'ALNA KUM), UMAT yang DI TENGAH-TENGAH agar KAMU menjadi SAKSI atas MANUSIA (An-NAS) dan agar RASUL menjadi SAKSI atas KAMU SEMUA. .. ●

UMAT dari ayat di atas bermaksud GOLONGAN.
KAMU SEMUA bermaksud Unsur DIRI kita yang bernama NAFS, iaitu DIRI PERSEPSI.

RASUL pula bermaksud RUH dalam diri kita.

Maka KITA yang di maksud kan dengan GOLONGAN yang di TENGAH-TENGAH ini adalah NAFS - iaitu DIRI PERSEPSI kita yang MENYAKSIKAN AN-NAS.
An-NAS bermakna Manusia atau Diri Fizikal dalam konteks ayat di atas. NAFS memang Menyaksikan AN-NAS.
Manakala RUH dari Allah yang ada di dalam diri kita pula MENYAKSIKAN NAFS tersebut.

Ruh (Rasul) <==> Nafs (Diri Persepsi)  <==> An-Nas (Diri Fizikal).

Nafs adalah golongan yang di tengah-tengah.



An-Nisa' : 41

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

● Maka bagaimanakah nanti, apabila Kami mendatangkan seseorang SAKSI dari tiap-tiap UMAT dan Kami mendatangkan KAMU sebagai SAKSI atas MEREKA (Saksi Tersebut) itu. ●

Ayat di atas menceritakan tentang di HARI Akhirat.




Al-A'raf : 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلٰىٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلٰى ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِينَ

● Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil PENYAKSIAN MEREKA terhadap DIRI  MEREKA SENDIRI (WA ASYHADA HUM 'ALA ANFUSAHUM) (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "BAHKAN (Engkau Tuhan kami), KAMI menjadi SAKSI". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya KAMI adalah orang-orang yang LALAI terhadap ini (keesaan Tuhan)", ●

Ayat di atas, yang mengambil PENYAKSIAN adalah Diri RUH kita yang MENYAKSIKAN Diri NAFS kita; yang MENYAKSIKAN KEESAAN ALLAH. Ini bermakna Diri RUH kita iaitu RASUL ini memang MENGENALI ALLAH.




An-Nahl : 84

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

● Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap UMAT seorang SAKSI, kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf. ●



An-Nahl : 89

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلٰى هٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِينَ

● (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap UMAT seorang SAKSI atas MEREKA dari DIRI MEREKA SENDIRI dan Kami datangkan KAMU menjadi SAKSI ke atas MEREKA. Dan Kami turunkan kepada KAMU Al Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu dan pembimbing serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. ●

Ayat di atas bermaksud di Akhirat kelak, yang MENJADI SAKSI kepada kita adalah UNSUR kepada DIRI NAFS kita - iaitu Pendengaran,  Penglihatan dan FUAD. Unsur FUAD pula adalah Kulit, Tangan, Kaki, Lidah sebagaimana firman Allah berikut :



An-Nur : 24

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

● pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi SAKSI atas MEREKA terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. ●


Ya Sin : 65

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰىٓ أَفْوٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

● Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi KESAKSIANLAH kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. ●



Fussilat : 20

حَتّٰىٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

● Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi SAKSI terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. ●





Fussilat : 22

وَمَا كُنتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَن يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ أَبْصٰرُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلٰكِن ظَنَنتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِّمَّا تَعْمَلُونَ

● Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari KESAKSIAN pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. ●


Berdasarkan ayat-ayat Allah di atas, JELAS di hari Akhirat kelak, BILA ALLAH mengatakan akan di bangkitkan SAKSI dari DIRI NAFS mereka - ini bermaksud UNSUR-UNSUR DIRI  NAFS kita iaitu Pendengaran, Penglihatan dan FUAD yang menjadi saksi kepada DIRI NAFS kita sendiri.


Al-Muzzammil : 15

إِنَّآ أَرْسَلْنَآ إِلَيْكُمْ رَسُولًا شٰهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُولًا

● Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada KAMU SEMUA,  seorang RASUL, yang menjadi SAKSI terhadap KAMU (RUSULAN SYAHIDAN 'ALAIKUM), sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. ●




Al-Qiyamah : 14

بَلِ الْإِنسٰنُ عَلٰى نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ

● Bahkan INSAN itu MELIHAT ke atas DIRI NYA SENDIRI (NAFS), ●



Al-Buruj : 3

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

● dan yang MENYAKSIKAN dan yang DISAKSIKAN. ●

=====

Perhatikan Firman Allah ini :


Ali 'Imran : 81

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثٰقَ النَّبِيِّۦنَ لَمَآ ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتٰبٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰلِكُمْ إِصْرِى ۖ قَالُوٓا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ الشّٰهِدِينَ

● Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para NABI: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa KITAB dan HIKMAH kemudian datang kepadamu seorang RASUL yang MEMBENARKAN apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh BERIMAN kepada nya (Rasul itu) dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (juga) bersama kamu". ●

Ayat di atas menceritakan tentang PARA NABI yang Allah mengambil PERJANJIAN dari MEREKA untuk MENOLONG Para RASUL.

JELAS, RASUL dalam ayat di atas bukanlah bermaksud RASUL jenis BASYAR atau jenis MANUSIA FIZIKAL melainkan RASUL yang dari AMR ALLAH.





======

Perhatikan Firman Allah ini :


Al-Fath : 8

إِنَّآ أَرْسَلْنٰكَ شٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

● Sesungguhnya Kami mengutus KAMU sebagai SAKSI, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, ●




Al-Fath : 9

لِّتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

● supaya KAMU sekalian BERIMAN kepada Allah dan RASUL-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. ●


KAMU di dalam ayat di atas adalah di tujukan kepada kita yang GOLONGAN di tengah-tengah iaitu DIRI NAFS atau DIRI PERSEPSI kita ini.

MEMANG DIRI NAFS kita menjadi SAKSI kepada An-Nas iaitu Diri Fizikal dan kita memang di perintahkan untuk menyampaikan berita gembira dan peringatan.

Namun, perhatikan ayat Allah berikut :


Al-Ahzab : 45

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنٰكَ شٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

● Hai NABI, sesungguhnya Kami mengutus KAMU untuk jadi SAKSI, dan pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan, ●


Nabi adalah orang yang sudah di beri BIMBINGAN ALLAH dan Mengikuti NABI adalah kewajiban suruhan Allah. Jalan PIMPINAN merekalah yang perlu kita ikut berdasarkan isi Kitabullah iaitu Al-Qur'an.

Ikutilah Nabi bermakna Ikut arahan mereka iaitu EXACTLY arahan Allah, dan juga ikut apa TUGAS mereka iaitu MENYAMPAIKAN isi  KITABULLAH dan juga ikut apa yang mereka SAMPAI KAN iaitu Al-Qur'an.

=====
End.

Allah Al-'Alim.


=====































Tiada ulasan:

Catat Ulasan