Navigate

Carian

Ahad, 2 Mac 2014

5 Ulil

5 Ulil

(Date written :  02 Mar 2014 )
(Last update : 13 Feb 2016)

Pengenalan
==========

Dalam Al Qur'an ada di sebut tentang 5 ULIL yang perlu kita beri perhatian tentang apa sebenarnya maksud dan perbezaan Ulil-Ulil tersebut.

Setiap pilihan perkataan Allah di dalam Al Qur'an itu berbeza, MAKA menjadi kesalahan jika main hentam keromo sahaja akan maksud sesuatu perkataan.

Kita perlu membaca Al Qur'an dan Mendapatkan Pemahaman yang benar :

Al-Baqarah : 121

الَّذِينَ ءَاتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُولٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُونَ

● Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. ●

5 Ulil yang di sebut dalam Al Qur'an adalah :

1) Ulil Ilmu
2) Ulin Nuha
3) Ulil Aidi
4) Ulil Absar
5) Ulil Albab

Ulil bermaksud "Yang Mempunyai". Berdasarkan kata nama (atau nahu bahasa Arab) ianya juga di sebut dalam bahasa Arab sebagai ULUL.

Ulil Ilmu
======

Ulil Ilmu bermaksud Orang yang mempunyai Ilmu.

Firman Allah :

Ali 'Imran : 18

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِالْقِسْطِ ۚ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

● Allah menyaksikan bahawasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia. Para Malaikat dan orang-orang yang Mempunyai Ilmu (ULUL 'ILMU) (juga menyatakan yang demikian itu), Yang menegakkan Keadilan. Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ●

Dari ayat di atas JELAS bahawa ALLAH mengatakan Dia Menjadi Saksi kepada Dirinya Yang Hanya DIA lah TUHAN ; dan Para Malaikat juga menjadi Saksi; dan juga Para ULUL 'ILMU juga menjadi SAKSI akan KE ESA AN ALLAH Yang Maha Perkasa ini.

Besarlah makna dan darjat ULIL 'ILMU ini sehingga kelompok inilah yang benar-benar BERSYAHADAH atau MENYAKSIKAN akan NYATANYA WUJUD ALLAH Yang ESA - selain Malaikat dan Allah sendiri.

Namun, banyak di sebut dalam Al-Qur'an perkataan UTUL 'ILMAN - yang bermaksud Orang Yang Diberi Ilmu - yang menunjukkan hanya Allah Yang Memberi Ilmu kepada sesiapa yang dikehendaki Nya.

Perhatikan Firman Allah tentang Utul 'Ilman :

An-Nahl : 27

ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ الَّذِينَ كُنتُمْ تُشٰٓقُّونَ فِيهِمْ ۚ قَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ إِنَّ الْخِزْىَ الْيَوْمَ وَالسُّوٓءَ عَلَى الْكٰفِرِينَ

● Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?" Berkatalah orang-orang yang telah DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA): "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir", ●

Al-Hajj : 54

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

● dan agar orang-orang yang telah DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA), meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk qalbu mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Bimbingan bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ●

Al-Qasas : 80

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صٰلِحًا وَلَا يُلَقّٰىهَآ إِلَّا الصّٰبِرُونَ

● Berkatalah orang-orang yang DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA): "Kecelakaan yang besarlah bagimu, ganjaran Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan tidak diperoleh ganjaran itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar". ●

Al-'Ankabut : 49

بَلْ هُوَ ءَايٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِى صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايٰتِنَآ إِلَّا الظّٰلِمُونَ

● Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada (SUDUR) orang-orang yang DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA). Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. ●

Ar-Rum : 56

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمٰنَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِى كِتٰبِ اللَّهِ إِلٰى يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

● Dan berkata orang-orang yang DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA) dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)". ●

Saba' : 6

وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلٰى صِرٰطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

● Dan orang-orang yang diberi ilmu (UTUL 'ILMA) melihat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. ●

Al-Mujadilah : 11

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

● Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang DIBERI ILMU (UTUL 'ILMA) beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

Dari ayat2 Allah di atas tentang orang-orang UTUL 'ILMA - mereka ini sentiasa berbeza pemahaman dan penglihatan mereka dari orang-orang biasa yang lain.

Ada lagi golongan yang di sebut Allah sebagai ROSIKHUNA FIL 'ILMI - bermaksud Orang Yang Mendalam dalam Ilmu. Orang seperti ini juga tinggi darjatnya di sisi Allah sebab mereka TAHU mana yang sebenarnya HAQ atau Kebenaran yang Sebenar.

Perhatikan Firman Allah :

Ali 'Imran : 7

هُوَ الَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ ءَايٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتٰبِ وَأُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشٰبَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرّٰسِخُونَ فِى الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam qalbunya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang YANG MENDALAM ILMUNYA (ROSIKHUNA FIL 'ILMI) berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang Mempunyai Lubb (ULIL ALBAB). ●

An-Nisa' : 162

لّٰكِنِ الرّٰسِخُونَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ ۚ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلٰوةَ ۚ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكٰوةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ أُولٰٓئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

● Tetapi orang-orang yang MENDALAM ilmunya (ROSIKHUNA FIL 'ILMI) di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan solat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka ganjaran yang besar. ●

Dan ADA LAGI golongan yang sangat tinggi darjatnya yang Allah sebut dalam Al Qur'an adalah "orang yang di beri Ilmu dari Al-Kitab". Mereka ada KELEBIHAN sehingga dapat memindahkan Objek dari satu tempat ke tempat yang lain dalam sekelip mata.

Perhatikan Firman Allah :

Ar-Ra'd : 43

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفٰى بِاللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُۥ عِلْمُ الْكِتٰبِ

● Berkatalah orang-orang kafir: "Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab" (MAN 'INDAHU 'ILMUL KITAB) ●

An-Naml : 40

قَالَ الَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

● Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab ('INDAHU 'ILMUM MINAL KITAB): "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". ●

Dari ayat di atas jelas lah "orang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab" adalah seorang yang berdarjat tinggi di sisi Allah sehingga boleh membuat "Teleportation".

Dan Ada Lagi orang Yang Allah beri ILMU LADUNI - dalam Al Qur'an di ceritakan tentang Nabi Khidir yang mendapat ANUGERAH tersebut :

Al-Kahf : 65

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

● Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami ('ALLAMNAHU MIL LADUNNA 'ILMA). ●

Al-Kahf : 66

قَالَ لَهُۥ مُوسٰى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلٰىٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

● Musa berkata kepada Khidir: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar (dibimbing Allah) di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" ('ULLIMTA RUSHDA) ●

Orang yang mempunyai ILMU LADUNNI adalah orang yang di beri Anugerah yang besar dari Allah dan tidak semua Nabi atau Rasul pun mendapatkannya - contoh dalam Al Qur'an adalah Nabi Musa pun tidak mendapat Ilmu tersebut namun Allah anugerahkan ILMU LADUNNI kepada Nabi Khidir. Ilmu ini dapat menyaksikan perkara-perkara GHAIB yang Allah
anugerahkan kepada siapa yang dikehendaki Nya.

Ulin Nuha
========

Ulin Nuha adalah orang yang Mempunyai Penahanan Diri

Ta Ha : 53

الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦٓ أَزْوٰجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتّٰى

● Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. ●

Ta Ha : 54

كُلُوا وَارْعَوْا أَنْعٰمَكُمْ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى النُّهٰى

● Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda / bukti (AYAT) bagi orang-orang yang mempunyai NUHA (ULIN NUHA). ●

NUHA dari kata dasarnya NUN HA YA di sebut sebanyak 56 kali dalam Al-Quran dan bermaksud Menghalang atau Mencegah atau Melarang dan juga Batas Perhentian. Variasi perkataannya, salah satunya adalah NAHI bermaksud Menghalang. (NAHI Mungkar = Menghalang, Menahan, Mencegah Kemungkaran).

ULIN NUHA makanya bermaksud (Allah Lebih Mengetahui) Orang yang mempunyai Penahanan Diri.


Ulil Aidi
======

Sad : 45

وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ أُولِى الْأَيْدِى وَالْأَبْصٰرِ

● Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub - (mereka adalah) ULIL AIDI dan ULIL ABSAR. ●

AIDI bermaksud "Strength" atau Kekuatan. Ulil Aidi bermaksud Orang Yang Mempunyai Kekuatan.

Ulil Absar
=======

Ulil Absar bermaksud Orang Yang Mempunyai Penglihatan "Mata Hati" atau Basirah. Mereka "melihat" apa yang orang biasa tak dapat melihat.  Sebenarnya sangat tinggi darjat orang Ulil Absar ini. Ilmu dan Penyaksian mereka tidak sama dengan orang biasa. Manakan SAMA orang yang dapat melihat dengan orang yang tidak dapat melihat.

Perhatikan Firman Allah :

Ar-Ra'd : 16

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْأَعْمٰى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى الظُّلُمٰتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِۦ فَتَشٰبَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ الْوٰحِدُ الْقَهّٰرُ

● ... Katakanlah: "Adakah SAMA orang buta dan yang dapat MELIHAT, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".  ●

Fatir : 19

وَمَا يَسْتَوِى الْأَعْمٰى وَالْبَصِيرُ

● Dan tidaklah SAMA orang yang buta dengan orang yang MELIHAT. ●

Perhatikan lah kekadang dengan siapa kita nak berhujah - mana mungkin mahu berhujah Orang Yang Melihat dengan Orang Yang Tidak Dapat Melihat.

Firman Allah tentang ULIL ABSAR :

An-Nur : 44

يُقَلِّبُ اللَّهُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِى الْأَبْصٰرِ

● Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (ULIL ABSAR). ●

Al-Hasyr : 2

هُوَ الَّذِىٓ أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ مِن دِيٰرِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوٓا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتٰىهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِى الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يٰٓأُولِى الْأَبْصٰرِ

● ... Dan Allah melemparkan ketakutan dalam qalbu mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai penglihatan (ULIL ABSAR). ●

Ali 'Imran : 13

قَدْ كَانَ لَكُمْ ءَايَةٌ فِى فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقٰتِلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرٰى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِى الْأَبْصٰرِ

● Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati (ULIL ABSAR). ●

Orang Ulil Absar juga di panggil KASYAF - orang yang penglihatannya tersingkap dari tutupan :

Qaf : 22

لَّقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

● Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan (FA KASYAFNA) daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.  ●

Sungguh telah Allah berikan kemuliaan kepada orang-orang ULIL ABSAR ini sehingga mereka dapat melihat benda yang TERSINGKAP iaitu yang tak dapat di lihat oleh pandangan mata biasa.

Sesungguhnya jika RASA diri kita masih di peringkat qalbu maka penglihatan kita masih tidak tersingkap - kita masih buta :

Al-Hajj : 46

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصٰرُ وَلٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِى فِى الصُّدُورِ

● maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai qalbu yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah qalbu yang di dalam dada (SUDUR). ●

Dan sebenarnya lapisan Diri yang dapat "melihat" adalah FUAD :

An-Najm : 11

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأٰىٓ

● FUADnya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. ●

Ayat di atas menceritakan (baca surah An-Najm dari ayat 4 hingga 11) tentang Malaikat Jibrail yang menunjukkan rupanya yang Asli kepada Nabi Muhammad semasa menyampaikan wahyu Allah dan FUAD Rasulullah melihatnya.


Ulil Albab
========

Ulil Albab bermaksud Orang-orang mempunyai Lubb atau saripati sesuatu.

Inilah Inti Diri (An-Nafs) selepas lapisan Fuad.

Diri kita mempunyai 3 lapisan sebelum Lubb atau Inti :
1) Lapisan Sudur atau Dada - lapisan paling luar
2) Lapisan Qalbu
3) Lapisan Fuad.
4) Lubb - inilah intipati Diri kita yang Suci Bersih.

Lubb adalah Jiwa kita yang Paling Bersih dari segala Kekotoran dan paling mengenal Allah. Hanya orang yang duduk dan RASA sedar pada Lubb sahaja yang terlepas dari azab api neraka.

Jika RASA Diri kita masih di lapisan FUAD (jamaknya AF`IDAH) - api neraka masih dapat membakar, seperti Firman Allah :

Al-Humazah : 5

وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ

● Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? ●

Al-Humazah : 6

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

● (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, ●

Al-Humazah : 7

الَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْـِٔدَةِ

● yang (membakar) sampai ke  AF`IDAH. ●

Ada sebanyak 16 kali ULIL ALBAB di sebut di dalam Al Qur'an.

Orang yang mempunyai Lubb dapat mengambil pelajaran dari apa yang disaksikan tentang Ciptaan Allah :

Ali 'Imran : 190

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ

● Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang Mempunyai Lubb (ULIL ALBAB), ●

Ciri utama Ulil Albab adalah mereka mengingati Allah 24 jam  - semasa Berdiri,  Duduk dan Berbaring :

Ali 'Imran : 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيٰمًا وَقُعُودًا وَعَلٰى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بٰطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

● (yaitu) orang-orang yang MENGINGAT Allah sambil BERDIRI atau DUDUK atau dalam keadan BERBARING dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ●

Al-Ma'idah : 100

قُل لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

● Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang mempunyai Lubb (ULIL ALBAB), agar kamu mendapat keberuntungan". ●

Ulil Albab adalah Hamba Allah yang diiktiraf :

Az-Zumar : 17

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطّٰغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوٓا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرٰى ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ

● Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, ●

Ulil Albab adalah orang yang tidak Main Ikut-ikutan, mereka menimbang tara sesuatu perkara dan hanya mengikuti yang terbaik antaranya :

Az-Zumar : 18

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ ۚ أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ هَدٰىهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمْ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah bimbingan dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai Lubb (ULUL ALBAB). ●

Ulil Albab adalah orang yang Berilmu :

Az-Zumar : 9

أَمَّنْ هُوَ قٰنِتٌ ءَانَآءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ الْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● ... Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang BERILMU dengan orang-orang yang TIDAK BERILMU?" Sesungguhnya orang yang mempunyai Lubb (ULUL ALBAB) yang dapat menerima pelajaran. ●

Ulil Albab dapat mengambil pengajaran dari kisah-kisah dalam Al Qur'an :

Yusuf : 111

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرٰى وَلٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai Lubb (ULIL ALBAB). Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai bimbingan dan rahmat bagi kaum yang beriman. ●

Ar-Ra'd : 19

أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمٰىٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang mempunyai Lubb (ULUL ALBAB) saja yang dapat mengambil pelajaran, ●

Kebanyakkan terjemahan Al Quran menterjemahkan Ulil Albab sebagai orang yang mempunyai Akal sahaja - ini tidak tepat dan kita tidak akan dapat MENGHARGAI perbezaan klasifikasi darjat manusia secara benar.

Ulil Albab adalah kelompok manusia yang mulia dan telah dapat mensucikan Diri dan hakikatnya mereka sangat dekat dengan Allah dan selalu mengingati Allah dalam kehidupan seharian.

Allah Al-'Alim.

End

=====

2 ulasan:

  1. Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.

    BalasPadam
  2. baru saya tau sudur maksudnya dada atau hati.. and baru saya tahu maksud sebenar ulil albab . u are a good guy et .. terima kasih untuk segala ilmu yang di kongsi .. Semua ilmu datang dari Allah .. dan u kongsi kan pada kami .. segala puji bagi Allah .. i think i need to change my self if i can .. nothing impossible .. tq et . :)

    BalasPadam