Navigate

Carian

Sabtu, 18 Ogos 2018

Hidup dengan Masa Sekarang (Present Moment)

(Date written : 18 Aug 2018)

Ayatul Qursi :

Ya'lamu ma baina aidiihim wa ma khalfahum.

Allah mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka.

----
Al-Kahf 18 : 11

فَضَرَبْنَا عَلٰىٓ ءَاذَانِهِمْ فِى الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا

● Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, ●

Bila telinga di tutup,

Dan mata di tutup, dan berada di tempat tiada angin..dan tiada makhluk lain yang menyentuh..

We dont feel the clock is ticking.. (tak rasa masa berlalu).

We cannot experience any events.

Experience vs Feel of Time Passing.

---

===
Something to ponder.
===
Present moment.

Berapa lama kita boleh rasa hidup dengan present moment ? (Mat Saleh selalu mention)

Atau kita hidup sebenarnya dengan EXPECTING the future and observing the HISTORY.

1 second ago is a History.
1 second before is the Future.

1 picosecond ago is also a History.
1 picosecond before is the future.

Divide that to the smallest second possible, it becomes infinite.

===
Berapa lama kita hidup dalam Present Moment ?

Amazingly,

Kita sentiasa sebenarnya melihat sesuatu yang SUDAH berlaku. Sesuatu yang HISTORY.

Sebab,

Proses untuk PENGLIHATAN itu SAMPAI kepada kita pun sudah ada beberapa millisecond.

(Paling cepat di rekod adalah 13 millisecond).

Kita loss that 13 millisecond of EXPERIENCING the PRESENT moment.

Maka sebenarnya kita menyaksikan SEJARAH.

yang telah berlalu.

Something that HAS HAPPENED.

---
Hakikatnya,

We never LIVE in the NOW moment.

Yang kita experience sebenarnya Events yang sudah berlaku, bukan sedang berlaku..

Maka, the first thing to do in LIFE..

Is ACCEPTING.

===
Jika tidak, kita akan sentiasa MENGELUH.

Keluhan adalah sesuatu yang tidak patut sekali-kali KELUAR dari manusia Muslim Mukmin. (Peringatan untuk diri sendiri).

==
Keluhan itulah yang menghasilkan marah, dengki, dan lain2 sifat.

===
ACCEPT.

Good or Bad to our INTERPRETATION of events.

Dan setiap peristiwa atau events yang berlaku itu adalah sejarah dan juga takdir Ilahi. Yang kita saksikan adalah sesuatu yang telah berlaku.

Do Self-Correction if we realize our mistakes.

Terimalah. Dan
Belajarlah dari apa yang telah berlaku.

===
Allah Al-Ghafur.

Moga Allah mengampuni kita semua.

Selasa, 24 Julai 2018

Apakah Iblis di sesatkan Allah ?

(Date written : 23 Jul 2018)


Firman Allah :

Al-Hijr 15 : 39

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

● Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah MEMUTUSKAN BAHAWA AKU SESAT, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, ●

1) Apakah benar, takdir Allah yang mendahului apa-apa yang kita lakukan ?

*Takdir itu bermaksud ketetapan Allah, sesuatu peristiwa yang sudah berlaku = itu yang sudah di tetapkan. Sesuatu yang belum berlaku, itu belum menjadi Takdir Allah. Namun, sebelum sesuatu kejadian, ciptaan atau events atau peristiwa itu di zahirkan, segalanya memang SUDAH di tulis atau di rekodkan dalam sebuah Kitab yang di panggil Ibu Kitab atau Ummul Kitab (57:22, 27:75, 6:59). Ummul Kitab itulah Luh Mahfuz (Tempat Rekod yang Terpelihara). Hanya setelah di zahirkan perlakuan atau perbuatan atau kejadian atau peristiwa itulah maka terjadi Takdir Allah. Jadi, tidak benar jika mengatakan Takdir Allah itu mendahului apa-apa yang kita lakukan. Yang benarnya adalah apa-apa yang akan kita lakukan, kesemuanya memang sudah tertulis dahulu di Luh Mahfuz atau Ummul Kitab itu, dari sekecil-kecilnya atau sebesar-besarnya, tentang apa yang akan kita lakukan termasuk juga apa yang telah kita lakukan, malah bukan kita sahaja, ianya termasuk segala perlakuan ciptaanNya di Alam Semesta  ini (10:61). Kesemuanya berada dalam Pengetahuan atau Ilmu Allah, dan segala Ilmu Allah  itu berada atau di tulis atau di rekodkan di dalam Ummul Kitab atau Luh Mahfuz ini (22:70).*

2) Apakah memang sudah lama dalam Perancangan Allah untuk menjadikan Iblis ini sesat ?

*Allah tidak berkehendak menjadikan IBLIS itu sesat. Namun Sunnatullah itu adalah suatu KETETAPAN dari Allah yang tidak akan mengalami perubahan (48:23). Sunnatullah ini adalah Rules of Law Allah atau Peraturan Allah, sebagai contoh, berbuat baik di balas baik, berbuat jahat di balas jahat = ini adalah Sunnatullah. Kerana Iblis sudah Fasiq (18:50), Durhaka, Angkuh, Sombong, Enggan, Membantah dan Kufur kepada Allah, maka itu sebab Iblis di sesatkan Allah berdasarkan Sunnatullah atau Kalimatullah mengatakan 'Tiada yang di sesatkan Allah, melainkan orang Fasiq' (2:26). Allah bukan tidak tahu bahawa Iblis akan membantah arahannya, di sebabkan Ilmu Allah ini, yang juga tertulis di dalam Ummul Kitab, maka sebab-akibat itu berlaku, maka terjadilah takdir Allah itu, iaitu Iblis mendurhakai Allah, kemudian di beri izin untuk menyesatkan manusia sehingga hari kiamat. (17:62, 15:37)*

3) Apakah Allah berkehendak untuk Iblis ini menjadi sesat, dan kemudian mengizinkan dia untuk menyesatkan manusia ?

*Kehendak Allah itu adalah tunggal atau Esa, maka hanya kehendak Allah sahaja yang akan berlaku di Alam Semesta ini, dan tidak ada suatu kehendak selain kehendak Allah yang berlaku (28:68, 37:96). Allah berkehendak memberi kehendak kepada Iblis dan juga segala jin dan kepada kita manusia juga Allah berkehendak memberi kita kehendak, namun Allah juga mengarahkan agar Iblis juga Jin dan juga seluruh manusia untuk mengikuti ArahanNya. Namun, kerana kehendak Allah memberi kehendak memilih kepada Iblis/Jin dan manusia (17:19, 20:15, 37:61), dan Allah juga berkehendak mengadili dan memberi balasan kepada Jin dan manusia ini di atas kehendak memilih perbuatan tersebutlah, maka takdir Allah itu terjadi, sesuai dengan kehendak Allah. Iblis di sesatkan Allah dan di beri izin menyesatkan manusia.*

4) Kita manusia, apakah benar, sesudah sekalian lama kita beribadah kepada Allah dan di akhir hayat jika kita DI TAKDIRKAN masuk NERAKA, maka kita akan Kufur kepada Allah, dan mati dalam kekufuran ?

*Sekali lagi, takdir Allah adalah apa-apa event atau peristiwa atau perlakuan atau perbuatan yang sudah berlaku, relatif kepada kita.  Allah tidak pernah MENETAPKAN untuk sesiapa pun masuk Neraka, namun Allah sudah MENETAPKAN berdasarkan Kehendak dan IlmuNya, bahawa, akan di penuhi Neraka Jahannam dengan Jin dan Manusia yang durhaka(11:119). Kalimat Allah atau Ketetapan Allah itu adalah kehendakNya yang tidak dapat di ubah lagi (6:115), maka pasti ada Jin dan Manusia yang akan memenuhi Neraka itu. NAMUN, Allah itu Adil dan tidak pernah MENETAPKAN si polan bin si polan itu akan ke neraka, melainkan memberi kehendak kepada manusia itu memilih perbuatan samada mahu mengikut arahanNya atau tidak mengikut arahanNya (2:256, 18:29) yang mengakibatkan manusia itu berdasarkan Sunnatullah, atau Rules of Law nya, masuk Neraka atau Syurga. Selagi belum sampai Ajal manusia, selagi itu segala amal di rekodkan (36:12, 50:18), dan bergantung kepada kehendak Allah, akan ada sesetengah Rekod buruk itu yang di hapuskan atau KAFFARAH, berdasarkan perbuatan / amal soleh terbaru yang di lakukan hambaNya (13:39, 47:2, 8:29 ). Setelah manusia menemui Ajalnya dan di bangkitkan, segala rekod baik dan buruk di berikan kembali kepada kita dan di hisab, jika berat timbangan kebaikan maka ke Syurga lah kita dan jika ringan timbangan kebaikan relatif kepada kejahatan, maka akan ke Neraka lah kita (7:8-9, 21:47, 23:102-103). Allah tidak pernah menzalimi hambaNya melainkan hambaNya itu yang menzalimi dirinya sendiri dengan memilih melakukan kejahatan, meskipun telah banyak kalimah kebenaran di dengari, namun tidak di endahkan atau di ikuti. (3:182, 42:30, 10:44, 6:104)*

*Kepada Allah, yang Kehendak dan PerbuatanNya tidak terbatas dengan masa lalu, sekarang atau akan datang (2:255, 8:23), segalanya berlaku mengikut KehendakNya dan KetentuanNya, semata-mata. (76:30, 81:29)*

===
Iblis di dalam ayat 15:39 di atas,

Yang mengatakan

'Tuhanku, di sebabkan Engkau telah memutuskan aku sesat...'

Di sinilah KEANGKUHAN Iblis Laknatullah.

Sudah bersalah masih MAHU meletakkan kesalahan itu kepada Allah.

Sedangkan Adam, setelah tahu beliau bersalah, mengatakan dan memohon keampunan Allah, MENGAKUI kezaliman diri..

Rabbana Zalamna Anfusana Wa Illam Taghfirlana Watarhamna La nakunannaminal Khosiriin..


===
End.

Rabbi Anta Waliyyi Fiddunya Wal Akhirah Tawaffani Musliman Wal Hiqni Biss°oolihiin.

===

Sabtu, 21 Julai 2018

Apa itu Langkah-langkah Syaitan

(Date written : 20 July 2018)

Firman Allah :

Al-Baqarah 2 : 168

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِى الْأَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

● Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti (TATTABI'U) LANGKAH-LANGKAH (KHUT°UWAAT) syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. ●

Al-Baqarah 2 : 208

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِى السِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

● Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (KAAFFAH), dan janganlah kamu IKUTI (TATTABI'U) LANGKAH-LANGKAH (KHUTUWAAT) syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ●

Al-An'am 6 : 142

وَمِنَ الْأَنْعٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

● Dan di antara haiwan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu MENGIKUTI (TATTABI'U) LANGKAH-LANGKAH (KHUTUWAAT) SYAITAN. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ●

An-Nur 24 : 21

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكٰى مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu MENGIKUTI (TATTABI'U) LANGKAH-LANGKAH (KHUTUWAT) SYAITAN. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Ayat-ayat di atas adalah firman Allah tentang cegahan mengikuti langkah-langlah syaitan.

Apa yang di katakan Langkah-langkah Syaitan ?

Siapakah Syaitan ?

Perlu di fahami bahawa Syaitan adalah gelaran kepada makhluk Allah yang engkar dan menyuruh berbuat kejahatan.

Syaitan terdiri dari Jin dan Manusia.

An-Nas 114 : 4

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

● Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, ●

An-Nas 114 : 5

الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ

● yang MEMBISIKKAN (YUWASWISU) (kejahatan) ke dalam S°UDUR manusia, ●

An-Nas 114 : 6

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

● dari (golongan) JIN dan MANUSIA. ●

Al-An'am 6 : 112

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيٰطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

● Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, iaitu syaitan-syaitan (dari jenis) MANUSIA dan (dan jenis) JIN, sebahagian mereka MEMBISIKKAN (YUHA) kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. ●

Al-Baqarah 2 : 14

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلٰى شَيٰطِينِهِمْ قَالُوٓا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

● Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada SYAITAN-SYAITAN mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". ●

Ayat di atas jelas menunjukkan Syaitan yang dari jenis Manusia.

Siapakah makhluk Allah yang akan masuk Neraka ?

Jin dan Manusia jugak.

As-Sajdah 32 : 13

وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدٰىهَا وَلٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

● Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan JIN dan MANUSIA bersama-sama". ●

Siapakah ketua segala Syaitan ?

Iblis.

Dari golongan Jin.

Bagaimana mengesahkan Iblis itu Ketua segala Syaitan ?

Kerana Iblislah makhluk pertama dan paling nyata mendurhaka atau FASIQ,  membantah atau engkar kepada Allah dan di beri umur panjang dan di beri izin untuk menyesatkan manusia seluruhnya.

Al-Kahf 18 : 50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا إِلَّآ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِۦٓ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِى وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۢ ۚ بِئْسَ لِلظّٰلِمِينَ بَدَلًا

● Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia MENDURHAKAI (FASAQA) perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

Al-Hijr 15 : 36

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

● Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, ●

Al-Hijr 15 : 37

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ

● Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, ●

Al-Isra' 17 : 62

قَالَ أَرَءَيْتَكَ هٰذَا الَّذِى كَرَّمْتَ عَلَىَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلًا

● Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". ●

Al-Hijr 15 : 39

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

● Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan MENYESATKAN mereka semuanya, ●

Maka dengan mengetahui apa yang Iblis buat, maka kita akan tahu apa itu LANGKAH-LANGKAH Syaitan.

1) Beriman kepada Allah. Iblis iaitu Ketua Syaitan ini beriman dan takut kepada Allah.

Dalam ayat 15:39 di atas, jelas Iblis menyeru Allah dengan berkata, Rabbi. Jelas dia beriman.

2) Merasa diri lebih baik, lebih mulia dari orang lain atau makhluk lain, atau merasa orang lain atau makhluk lain itu hina.

Al-A'raf  7:12

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

● Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "SAYA LEBIH BAIK DARI DIA (ANA KHAIRU-MMINHU): Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". ●

Al-Hijr 15 : 33

قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُۥ مِن صَلْصٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

● Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari LUMPUR HITAM yang diberi bentuk" ●

Al-Isra' 17 : 61

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

● Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" ●

Al-Isra' 17 : 62

قَالَ أَرَءَيْتَكَ هٰذَا الَّذِى كَرَّمْتَ عَلَىَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلًا

● Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau MULIAKAN atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". ●


3) Walaupun beriman kepada Allah, Iblis ketua Syaitan ini tak boleh ikut atau tunduk kepada semua perintah Allah, sebahagian boleh ikut, sebahagian dia enggan (ABAA) menyombongkan diri (TAKABBUR) dan membantah (KAFIR) sekeras-kerasnya.

Ta Ha 20 : 116

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبٰى

● Dan ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia MENOLAK / ENGGAN (ABAA). ●

Sad 38 : 74

إِلَّآ إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِينَ

● kecuali iblis; dia menyombongkan diri (ASTAKBAR) dan adalah dia termasuk orang-orang yang KAFIR.

4) Bila dah rasa lebih baik dari orang lajn atau lebih mulia, maka itulah sombong, angkuh, takabbur = rasa besar diri, maka tak boleh orang lain dapat lebih, maka timbul DENGKI, maka dia berazam untuk menjatuhkan orang tersebut, dengan menyesatkannya, dengan pelbagai helah, angan-angan, tipu daya, suara yang menarik, memandang baik perbuatan jahat, dan dalam hal ini, untuk ke neraka bersama-samanya.


Al-Isra' 17 : 64

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْأَمْوٰلِ وَالْأَوْلٰدِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ إِلَّا غُرُورًا

● Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan SUARA mu (S°AUTIKA), dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bersyarikatlah / bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. ●

Al-A'raf 7 : 17

ثُمَّ لَءَاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شٰكِرِينَ

● kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). ●


An-Nas 114 : 4

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

● Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, ●

An-Nas 114 : 5

الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ

● yang membisikkan (kejahatan) ke dalam S°UDUR / Minda manusia,

Maka berwaspadalah kita terhadap suara-suara atau bisikan-bisikan di dalam minda kita yang mengajak melanggar perintah Allah.

Bertaqwa kepada Allah, Be Concius of Allah dan sedar kita ini di uji oleh suara-suara tersebut.


Kesimpulan

Kita yang mengaku Muslim dan selalu menyebut 'Cina Kapir' atau apa2 lagi gelaran kepada orang yang 'tidak mengucap' Syahadah (Syarat jadi ISLAM adalah bersyahadah bukan mengucap syahadah) adakah kita ini tidak pernah mengikut JEJAK LANGKAH Syaitan ?

Pernahkah kita rasa lebih mulia dari orang lain ?

Pernah atau tidak kita ikut sebahagian arahan Allah namun ada sebahagian yang lain kita tidak ikut tunduk atau susah nak buat?

Pernah atau tidak kita merasa 'apasal la orang tu yang dapat, padahal aku lagi 'bagus, bijak, terer' dan sebagainya?

Pernah tak kita dengki dengan orang lain ?

Pernah tak kita mengajak rakan-rakan lain melakukan MAKSIAT ?

(MAKSIAT adalah perbuatan melanggar apa sahaja perintah Allah, sengaja atau tidak)

Kalau kita pernah mengajak manusia lain melakukan maksiat, sah dan nyata bahawa bukan langkah syaitan sahaja kita sudah ikut, malah kita sendiri sudah pun menjadi Syaitan.

----

Tanyakan diri kita dalam-dalam.

Dan Mohon Ampunlah kepada Allah jika kita TERIKUT LANGKAH-LANGKAH Syaitan tersebut.

Menjadi Kafir ada 2 jenis :

1) Kafir tidak beriman.

2) Kafir yang tidak Islam KAAFFAH atau Islam Keseluruhan.

Yang kedua itulah Jejak Langkah Iblis Ketua Syaitan. Dia beriman namun tidak Islam Keseluruhan, namun dasarnya atau asasnya MERASAKAN DIRI lebih MULIA dari orang lain.


Itulah PUNCA segala KEJAHATAN di dunia ini.

===
End.

Allah Ar-Rahman.

Moga Allah merahmati semua.





Khamis, 14 Jun 2018

Mutmainnah di Aidil Fitri


Sayup kedengaran
Takbir beralunan
diiring hujan membasahi
terpegun menjelang dini hari

Sudahkah engkau bersedia
Wahai manusia yang konon bernama
Akan terbukakah rahsia alam
Di kala tersentap di malam yang kelam

Sungguh:- bilakah masanya lagi
Akan bersemi jiwa nurani
Bersama Dia yang hakiki

Moga hilang segala pedih peri
Bebanan di punggung mengabdi diri
Pada yang bukan empunya diri
Kekesalan yang selalu di ladeni

Rungkaikan
Lepaskan
Bebaskan
Terbanglah wahai jiwa..

Menuju dan menghadap Dia
Yang Satu tiada Tara
Tiada Bentuk Tiada Rupa
Tatkala itu kau dan aku juga sudah tiada..

(Huwallahu Ahad!)

~KAS~ - 9:19pm 14 Jun 2018
(di malam AidilFitri)

Isnin, 11 Jun 2018

Al-Quran dan Teknologi

(Date written : 11 June 2018)


InsyaAllah..moga kita semua menjadi ULAMAK..satu perkara yang pasti... Al-Quran memang terdapat sumber2 Ilmu yang terlalu banyak perlu di DISCOVER dan di EXPLORE.

Makin di Temui atau Terungkap Pembuktian pada Alam Semesta, dari Fakta Kalimat Allah dalam Al-Quran.. makin bertambah Iman (8:2) NAMUN makin terasa BODOHnya / jahilnya diri ini yang mengaku Muslim Mukmin.. bahawa sesudah lebih 1400 di ungkapkan, kita masih tidak faham-faham tersangat banyak perkara ataukah kita masih terlalu jauh dari menjadi ULAMAK sebenar.... sehingga kita dapat mengatakan 'Tidak Engkau jadikan sesuatu itu dengan SIA-SIA / Bathil' (3:191).... yang kesudahannya mendapat TAKUT kepada Allah(35:28) ... sebelum Tenang mengingat Allah (13:28) dan Cinta kepada Allah (2:165).




Padatnya Sepotong Ayat Al-Quran seperti di atas 👆..

Memerlukan Proses Tadarus yang berterusan..Tadabur yang berterusan..Iqra / Research yang berterusan..

Sesimple..

'Pakaian yang memelihara dari panas'..
(Dan kaitannya dengan ظللا)

Selalu kita tahu.. pakaian tebal2 utk lindung diri dari kesejukan.. namun pakaian yang melindungi dari kepanasan.. macam Pakaian yang di cipta orang pergi dekat Volcano / Gunung berapi...

Teknologi itu sudah lama di sebut dalam Al-Quran...

Namun saya masih jahil/bodoh lagi tentang ini..(masih belum dapat priority utk research mendalam)

Mohon sesiapa yang tahu..utk share ILMU..

(Belum lagi Pakaian yang melindungi semasa Combat - Anti Bullet dll)

Terlalu Kerdil diri ini jika di bandingkan dengan ULAMAK sebenar atau Utul 'Ilma.. apatah lagi Jika nak di bandingkan dengan manusia yang di beri 'Ilmun Minal Kitab' (27:40) [ILMU dari KITAB / BUKU]. yang dapat buat Teleportasi sebuah Istana..sebelum 'pandangan itu kembali kepadamu'..

Teknologi ini sudah ada.. sudah berlaku..kerana sudah di firman kan dalam Al-Quran ... sebagai Rahmat dan Petunjuk kepada kita...namun, kita (saya) masih tidak tahu / jahil / tak faham isi Al-Quran.

----
Moga Allah mengajar kita ILMU dari sisiNya.

----

..Demikianlah, Dia menyempurnakan NikmatNya kepada kamu semua, AGAR kamu semua 'TUSLIMUN'.

Tuslimun = Berserah Diri / Menjadi MUSLIM / Berserah 'WAJAH' diri..

----
Dah faham banyak perkara yang Allah dah bagi kepada kita, fungsi2 ciptaanNya di alam semesta ini, dan GUNANYA kepada kita untuk Allah menyempurnakan Nikmat Nya kepada kita, .. agar apa ? Agar kita menjadi MUSLIM.

Kalau tak faham, macam mana nak jadi MUSLIM sebenar ? ...Ianya bermaksud kita tak dapat nak even APPRECIATE / Bersyukur.. tentang Nikmat yang Allah berikan... surah Ar-Rahman... berkali-kali di sebut... 'maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan'...

nak dustakan macam mana.. kita tak even FAHAM ianya Nikmat... macam mana nak Appreciate / Syukur..

----
Moga Allah mengampuni diri kita semua.

---
End.

Allah Al-Ghafur
Allah Asy-Syakur
Allah As-S°omad.


Selasa, 5 Jun 2018

Salam Faham tentang AKAL

(Date written : 13 April 2018)

Mengapa SALAH jika dikatakan jangan ikut AKAL semata-mata dalam MENAFSIR AL-QURAN ?

(Statement yang selalu di katakan oleh para Ustaz).

Jawapan :


Dengan kita benar-benar mendalami bahasa Arab DEMI memahami dengan TEPAT apa yang Allah melalui RasulNya mahu SAMPAIKAN, kita akan dapat membezakan apa itu

Aamanu dan apa itu
Mukminun.

Al-Mukminun pada ayat di atas adalah Isim manakala Aamanu adalah Fi'il.

Dengan mentadaburi dan meng'aqali benar2 ayat2 Allah, kita akan dapat kefahaman yang benar, seterusnya menjadi Ilmu.

Ia bukan sekadar sebab 'nak rasa seronok', atau nak 'kelihatan lain dari orang'.

Al-Quran itulah PENYELESAI kepada banyak Perselisihan Pendapat.



Mengapa selalu saya katakan 

Meng'aqali ?

Mengapa selalu saya katakan QALBU yang Berfikir ?

Dan bukan 'Akal' yang Berfikir ?

Sekali lagi, the priority in our life, is to understand truly the Al-Quran - Wahyu Allah melalui RasulNya tanpa sedikit pun keraguan = sehingga kita dapat MELIHAT melalui KACAMATA Al-Huda ini:- mana satukah yang kita 'have gone thru before - kitab2 karangan Ulamak / pendapat-pendapat' itu pendapat atau kebenaran.

Biarlah kita menjadi Siddiqin atau Soodiqun dari menjadi Mujtahid.

Kerana di dalam Al-Quran, tiada satu pun perkataan 'Aqal itu di sebut sebagai Isim tetapi sebagi Fi'il.

Ianya kata kerja samada

Ta'qilun, Ya'qilun, Na'qilu dan sebagainya.

Meng'aqali adalah proses binding atau mengikat atau mengaitkan fakta-fakta kebenaran.

Dan SEBENARNYA kita di suruh / di wajibkan meng'aqali Al-Quran yang di dalam bahasa Arab :


It is Qalbu yang Berfikir :

(Dan definasi Berfikir adalah mencari jawapan terhadap persoalan dalam kepala / minda).

Dan jawapan yang Pasti dan Tepat adalah semestinya dari Wahyu Allah Melalui RasulNya (dan keterangan RasulNya), setelah kita benar2 mentadabburi ayat-ayat Allah :- mencari kaitan-kaitan (meng'aqali) perkataan-perkataan atau ayat-ayat Nya. Dan ayatNya ada 2 - satu adalah WahyuNya dan duanya adalah ayaatina = tanda2 atau bukti2 yang wujud di alam semesta ini sebagai dalil kepada benarnya ayat-ayat firman Dia sendiri.


It is Qalbu yang MENG'AQALI . Bila kita mengaitkan fakta-fakta, tujuannya adalah mencari jawapan, maka itulah berFIKIR.

Setelah itu baru Qalbu itu yang MEMAHAMI (yafqahun)


====
Tanpa Naqli kita sebenarnya tidak Meng'aqali dan kita juga tidak berfikir.

Tanpa Naqli dan proses Meng'aqali = iaitu Deduksi,

Semasa itulah kita mengeluarkan sendiri 'Pendapat-pendapat' atau sebenarnya Assumption. Itulah Induksi. Inilah yang sangat di larang = memandai-mandai mentakwilkan sesuatu.

Dan semasa itulah sebenarnya kita mengikuti HAWA NAFS atau HAWA Diri, Tanpa Ilmu dan mengikut sangkaan2 manusia lain.

====
Beginilah sepatutnya di sampaikan oleh para Ustaz di luar sana.

Membaca Al-Quran dalam bahasa Arab dengan bertujuan Meng'aqali - la'allakum Ta'qilun - supaya kamu meng'aqali = mengaitkan fakta2 agar mendapat ILMU.

Yang tidak meng'aqali itulah mendapat kesesatan kerana mengikut sangkaan semata-mata (6:116).

=====

End.

Moga Allah mengampuni dan merahmati diri saya dan sahabat2 sekalian.  

(Wa tawa saubil haq).











Soal Jawab tentang ULAMAK

(Date written : 13 May 2018)

Soalan : 

Benarkah ULAMAK bukan setakat yang kita rujukkan kepada orang Alim dalam Agama ?

Jawapan : 
Benar.

Yang ni memang dari dulu .. sedih untuk di katakan..kadang2 orang2 yang bijak di kalangan yang terpelajar...

Dah belajar sampai ke luar negara sesetengahnya..

Bila balik..

Rasa tak ULAMAK dalam bidang dia..

Dan hanya mengikitiraf ULAMAK pada yang beserban dan berjubah atau dinobatkan sebagai ULAMAK Antarabangsa..


Soalan :
Jika seseorang itu sudah lebih 20 tahun berkecimpung dalam kejuruteraan kapalterbang, melakukan pelbagai penyelidikan, bolehlah beliau di anggap sebagai ULAMAK ?

Jawapan :

Beliau adalah seorang 'Alim dalam bidang dia.

Beza Alim dan Ulamak pun ada juga yang masih tak paham.

'ALIM itu 'Singular' / untuk seorang.
ULAMAK itu 'Plural' / untuk ramai orang.

'Leaders are Readers' / Pembaca adalah Ketua -  bermaksud - orang yang selalu IQRA' (membaca dan menyelidik) akan dapat lebih ILMU maka lebih 'ALIM.

Penerangan tentang maksud ULAMAK yang sering di SALAH ANGGAP ini mesti selalu di warwarkan.

Itulah kebenarannya.

Kebanyakan kita orang Islam, Yang Pandai2 pun terpaksa 'turun' merendah diri dengan definasi ULAMAK 'Agama' semata-mata. Kena Pecahkan sepecah-pecahnya agar kita MAJU KEHADAPAN dalam MEMBUAT BENDA SOLEH / PENAMBAHBAIKAN. Tak keras / jumud kat situ bicara benda sama berulang2 atau berhujah berulang2..

Yang kita sangka ULAMAK, sebahagian dari mereka atau kebanyakan dari mereka yang kita sangka ULAMAK,  kebanyakan mereka 'Induce' atau Mengeluarkan Ijtihad dan Ijtihad adalah Pendapat / Opinion and 'Opinion bound to be Wrong' / Pendapat adalah sangat berkemungkinan untuk menjadi SALAH.

Sedangkan ILMU itu tidak. Ia tepat. Setepat 2 + 2= 4. Bukan, menurut pendapat itu ini,  2 + 2 itu adalah berdua2 atau apa2 jawapan lain dari 4.

Ilmu itu memahami Kebenaran.

Tiada pemisahan bab Ilmu Akhirat atau Dunia..

Semuanya ILMU..

ILMU / 'Knowledge' tak datang dari Ijtihad. IANYA dari deduction Statement of Truth, from verifying info from any statement.. from experiment.. from discovery..from Iqra..from Research..datang dari bertanya pada yang Tahu dalam bidangnya..

Tiada dalam Islam sebenarnya suruh kita IKUT ULAMAK sebab kita tak dapat tahu mana satu ULAMA atau tidak sebab ini semua perlu pembuktian dan penghujahan. Zaman ini atau dari dulu ramai bersembunyi atas nama 'ULAMAK' ini..selagi kita menyangka2 selagi itu kita akan sesat (6:116)

Ada ULAMAK yang benar2 Ulamak dan dari orang inilah memang kita kena belajar dan faham.. dan TANYA. dan selalunya ILMU mereka juga masih tidak 'Encompassing' / Menyeluruh.

Question on :

How do we implement Islam as our Deen / Sistem / Tatacara Hidup.. memerlukan ILMU dulu..

Ibnu Sina dan lain2 (seperti dia) adalah juga ULAMAK yang semakin hilang dari khabaran2 sekarang..

Kita lebih sibuk bab hukum korek hidung batal puasa ke tidak, solat tarawih 8 ke 20 (setiap tahun pasti ada soalan ini - tak sudah2)..

Dari Ilmu kedoktoran, Ekonomi,  Biologi, Kimia, Fiziks, Aerospace, Sound, Penternakan, Perladangan..Engineering.dll. pelbagai ILMU yang menjadikan orang itu ULAMAK.

Ilmu itu sungguh LUAS.

Sebab itu ada orang meragui  dalam sesebuah parti yang mahu memerintah, jika takde Ilmu2 di atas, bagai mana mahu mentadbir negara dan menjadikan ISLAM itu di pandang tinggi dan Sejahtera, dunia membawa kepada Akhirat ?

Soalan :

Macamana tafsiran ayat quran yang takut kpd Allah adalah para ulama surah al fathir 28. Boleh hurai sikit ?

Jawapan :

Ye.

Ulamak sebenar

PASTI akan Takut kepada Allah.


Sebab :

1) ULAMAK sebenar dalam perjalanan menjadi ULAMAK sebenar pasti akan mencari satu Reference Kebenaran dari Tuhan Yang Satu. Dia dapat mengesahkan adanya BUKU itu kerana BUKU itu Consistent.

Itulah Kitab Wahyu Allah yang Tak Ada Sedikit pun ada Ikhtilaf / Pertentangan.


2) Dia mengesahkan dengan PEMERHATIAN, mengkaji, mengaitkan fakta, menambat atau meng'aqali fakta sehingga TERNYATA dalil pada Kebenaran Ayat-ayat dalam Kitab Rujukan itu benar pada SETIAP KEJADIAN di alam semesta ini.


3) Kala ini dia Baru dia DAPAT MENYAKSIKAN kebenaran itu..satu demi satu.. maka itu di panggil..

Kamu tetap dalam Tadarrus.. dalam mempelajari..

Tatkala dia menyaksikan atau bersyahadah itu masa itu dia Islam.


4) Makin dia mentadaburi kitab reference itu dan mencari bukti2 lain di alam semesta - maka tatkala ini dia kena GODAK / TELAAH / KAJI segala macam ILMU di luar sana untuk memahami kadang2 sepotong ayat sahaja dalam Kitab Rujukan itu.. dan makin dia temukan EVIDENCE demi EVIDENCE kepada statement kebenaran itu maka makin BERTAMBAH IMANNYA.

Ilmu di luar sana bermaksud = Biologi, Engineering, Bisness, Ekonomi, Senjata, Kapal, Kapal Terbang.. Hadith segala bagai.. semuanya bersumber dari kitab rujukan itu.


Tatkala MAKIN 'DEEP' / DALAM and 'BROAD' / MELEBAR ILMU MEMAHAMI kebenaran, makin dia MEYAKINI / IMAN.

Tatkala benar dia BERIMAN dengan KEBENARAN yang terbukti nyata dan bukan IKUT-IKUTAN..

Tatkala itulah dia akan jadi TAKUT kepada Allah...
Sehingga bergementar Qalbu bila Allah di sebut (Mukminul Haqqa)

Lagi dalam Ilmu..

Jadi Mutmainnah..

Tenang Tenteram.

Akhirnya baru dapat TARAF TINGGI menjadi

HAMBA ALLAH.

Sedarlah menjadi HAMBA ALLAH bukan senang.. jika kita ini 'Alim akan maksudnya.


===
End.

Allah Al-Hakim.