Navigate

Carian

Isnin, 26 November 2018

Mengapa masih tidak Takut kepada Allah

(Date written : 25 Nov 2018)

Sebelum di katakan Beriman kepada Allah dengan sebenarnya (MUKMINUUNA HAQQA), seseorang manusia itu mestilah TAKUT (KHASYIYA) kepada Allah. Ianya bukan boleh di buat-buat namun terasa pada QALBU yang BERGEMENTAR (WAJILAT QULUBUHUM).

Seperti pekerja yang takut kepada Bos di tempat kerja, bila di panggil Bos, terasa bergementar qalbu - berdegupan jantung.

Manusia yang beriman, sifatnya adalah bila Allah itu di sebut, bergementar qalbunya :

Al-Anfal 8 : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah GEMENTARLAH QALBU mereka (WAJILAT QULUBUHUM) , dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Berapa ramai manusia yang sebegini ?

Kita sendirilah tahu akan jawapannya samada qalbu kita bergementar ketakutan atau tidak.

Apa jadi jika kita masih tidak takut kepada Allah ?

Kita tidak beriman dengan sebenarnya.

Kita tidak di beri Nikmat seterusnya.

Kita tidak dapat di beri Petunjuk atau Bimbingan Nya.

Firman Allah :

Al-Baqarah 2 : 150

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِى وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

●... Maka janganlah kamu TAKUT kepada mereka dan TAKUTLAH kepada-Ku (WAKHSYAUNI). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat PETUNJUK / BIMBINGAN (TAHTADUN). ●


Mengapa masih tidak takut kepada Allah ?

Jawapannya adalah kita masih tidak benar-benar MENGENALI ALLAH iaitu masih belum 'Alim atau masih belum Berilmu iaitu  masih belum MEMAHAMI KEBENARAN. Ilmu itu memahami Kebenaran.

Firman Allah :

Fatir 35 : 28

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأَنْعٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ كَذٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

● ... Sesungguhnya yang TAKUT (YAKHSYA) kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMAK. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ●

Kadang-kadang perbuatan kita seolah-olah menunjukkan Allah itu TAK ADA. Kita berbuat apa sahaja yang terlintas di fikiran tanpa MENYEDARI kehadiran Allah yang Wujud Mutlak. Kita tak RASA pun yang Allah itu ADA. Selalunya, ia di sebabkan dalam Minda kita penuh dengan BISIKAN SYAITAN yang selalu kita sebut sebagai 'Lintasan Fikiran'.

Jika kita benar-benar mengenali Allah, kita pasti akan TAKUT kepada Allah iaitu takut akan azabNya jika kita melanggar titah perintahNya.


Bagaimana mahu mengenali Allah ?

Jawapannya adalah dengan merapatkan diri dengan Al-Quran, tadabbur dan tadarus kitab yang menerangkan tentang Allah, perbuatanNya dan perintahNya.

Allah.

Bagaimana atau Seperti 'apa' yang kita 'bayangkan' ?

Dia bukanlah sesuatu yang 'apa-apa' atau yang boleh kita 'bayangkan'.

Makanya, apa yang perlu di buat adalah memahami apa zahirnya perbuatan Allah di keliling kita, di muka bumi dan alam semesta ini, iaitu sesuatu yang di panggil WAJAH ALLAH atau 'Ekspresi Diri' Allah.

Firman Allah :

Al-Baqarah 2 : 115

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

● Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah WAJAH Allah (WAJHULLAH). Sesungguhnya Allah Maha Luas (WAASI') lagi Maha Mengetahui. ●

Pertama sekali yang perlu kita rasakan dan SEDAR dalam diri adalah ke mana sahaja kita memalingkan muka, di situlah WAJAH ALLAH, kesan perbuatan Allah ada di mana-mana.

Memahami siapa empunya segalanya

Alaa Lahul-Khalqu wal Amru (7:54)
Ingatlah, kepunyaan Allah segala ciptaan Zahir (Al-Khalqu) dan ciptaan Batin (Al-Amr).

Lahu ma fissamaawati wa ma fil ardh (2:255)
KepunyaaanNya apa-apa yang di langit dan apa-apa yang di bumi.

Al-An'am 6 : 13

وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى الَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

● Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Dunia dan seisinya, zahir kepada kita atau batin kepada kita, adalah Allah yang punya. Diri kita ini pun Dia yang punya.

Memahami siapa yang menyediakan Pakaian kita.

Al-A'raf 7 : 26

يٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوٰرِى سَوْءٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذٰلِكَ مِنْ ءَايٰتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

● Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah meganzalkan kepadamu PAKAIAN untuk menutup malumu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ●

An-Nahl 16 : 81

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلٰلًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرٰبِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

● Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu PAKAIAN yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). ●


Memahami siapa yang menyediakan Tempat tinggal kita

An-Nahl 16 : 80

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ الْأَنْعٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثٰثًا وَمَتٰعًا إِلٰى حِينٍ

● Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai TEMPAT TINGGAL dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). ●


Memahami siapa yang memberi kita perhiasan

Ar-Ra'd 13 : 17

أَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتٰعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبٰطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْأَرْضِ ۚ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

● Allah telah menurunkan air dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat PERHIASAN atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. ●

An-Nahl 16 : 8

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) PERHIASAN. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. ●

An-Nahl 16 : 14

وَهُوَ الَّذِى سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu PERHIASAN yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. ●

Fatir 35 : 12

وَمَا يَسْتَوِى الْبَحْرَانِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَآئِغٌ شَرَابُهُۥ وَهٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِن كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan PERHIASAN yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. ●


Memahami siapa yang memberi kita makan dan minum

Al-Mu'minun 23 : 21

وَإِنَّ لَكُمْ فِى الْأَنْعٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنٰفِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

● Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi MINUM kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu MAKAN ●

Ibrahim 14 : 32

اللَّهُ الَّذِى خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى الْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهٰرَ

● Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai HASIL TANAMAN / BUAH-BUAHAN menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. ●

An-Nahl 16 : 14

وَهُوَ الَّذِى سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat MEMAKAN daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. ●

Asy-Syu'ara' 26 : 79

وَالَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ

● dan Tuhanku, Yang Dia memberi MAKAN dan MINUM kepadaku, ●


Memahami siapa yang menghilangkan lapar dan menghilangkan kerisauan

Quraisy 106 : 4

الَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

● Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan LAPAR dan mengamankan mereka dari KEKHUATIRAN. ●

Memahami siapa yang yang membuat kita tertawa dan menangis

An-Najm 53 : 43

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكٰى

● dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS, ●

Memahami siapa yang memberi kita istirehat / tidur

Al-An'am 6 : 60

وَهُوَ الَّذِى يَتَوَفّٰىكُم بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضٰىٓ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

● Dan Dialah yang MENIDURKAN kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. ●

Al-An'am 6 : 96

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ الَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

● Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk BERISTIREHAT, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. ●

Yunus 10 : 67

هُوَ الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

● Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu BERISTIREHAT padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar. ●

Al-Furqan 25 : 47

وَهُوَ الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

● Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan TIDUR UNTUK ISTIREHAT, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. ●

An-Naml 27 : 86

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا الَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

● Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka BERISTIREHAT padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. ●

Al-Qasas 28 : 71

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الَّيْلَ سَرْمَدًا إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَآءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

● Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" ●

Al-Qasas 28 : 72

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

● Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirehat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" ●


Memahami siapa yang memberi kita kenderaan

An-Nahl 16 : 8

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu MENUNGGANGINYA dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. ●

An-Nahl 16 : 14

وَهُوَ الَّذِى سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat BAHTERA BERLAYAR padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. ●

Ibrahim 14 : 32

اللَّهُ الَّذِى خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى الْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهٰرَ

● Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan BAHTERA bagimu supaya bahtera itu, BERLAYAR di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. ●

Az-Zukhruf 43 : 13

لِتَسْتَوُۥا عَلٰى ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحٰنَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ

● Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, ●


Memahami siapa yang mengajar kita menghitung bilangan dan waktu

Al-Isra' 17 : 12

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيلًا

● Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui BILANGAN TAHUN-TAHUN DAN PERHITUNGAN (HISAB). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. ●


Memahamai siapa yang mematikan dan menghidupkan.


Al-Mulk 67 : 1

تَبٰرَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

● Maha Memberkati Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, ●

Al-Mulk 67 : 2

الَّذِى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

● Yang menjadikan MATI dan HIDUP, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, ●


Memahami siapa yang memberikan pendengaran, penglihatan dan kesedaran diri


An-Nahl 16 : 78

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan AF`IDAH, agar kamu bersyukur. ●

Al-Mu'minun 23 : 78

وَهُوَ الَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan AF`IDAH. Amat sedikitlah kamu bersyukur. ●

Al-An'am 6 : 46

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوبِكُم مَّنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْءَايٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

● Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup qalbumu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). ●

Inilah 3 Alat pemberian Allah yang melaluinya kita dapat merasai pelbagai nikmat dan dapat berfikir dan berusaha.

-----
Pendek kata, segala nikmat yang kita dapat, Allah yang memberikan kepada kita :

Luqman 31 : 20

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظٰهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجٰدِلُ فِى اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتٰبٍ مُّنِيرٍ

● Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya zahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. ●

Sekarang fahamilah sekali lagi firman Allah yang ini :

Al-Baqarah 2 : 115

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

● Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah WAJAH Allah (WAJHULLAH). Sesungguhnya Allah Maha Luas (WAASI') lagi Maha Mengetahui. ●

Kemana sahaja kita mengadap, di situlah zahirnya perbuatan Allah itu. Bagaimana kita masih tidak sedar-sedar ?


Setelah menyedari bahawa apa sahaja yang kita buat tidak lari dari apa yang Allah berikan sebagai nikmat kepada kita, sangat perlu pula kita menyelami akan MAKNA kesemua NAMA-NAMA ALLAH yang menerangkan tentang DIA - Asmaaul Husna.

Al-Ahad
Ar-Rahman
Ar-Rahim
Al-Az°im
Al-'Aziz
Al-Basir
As-Sami'
dan seterusnya

Al-A'raf 7 : 180

وَلِلَّهِ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

● Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. ●

Al-Isra' 17 : 110

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيلًا

● Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam solatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". ●

Ta Ha 20 : 8

اللَّهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى

● Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik), ●

====
Yang paling terutama sekali adalah memahami KEESAAN atau TUNGGAL nya ALLAH itu.

Siapa DIA yang membuat dan menciptakan semua ini? Bagaimana kewujudan DIA.

Al-Ikhlas 112 : 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

● Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Esa. ●

Al-Ikhlas 112 : 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

● Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. ●

Al-Ikhlas 112 : 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

● Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, ●

Al-Ikhlas 112 : 4

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

● dan tidak ada seorangpun yang setara / sekufu dengan Dia". ●

===
Sesungguhnya pemahaman kita tentang NAMA-NAMA ALLAH yang dapat menjadikan kita ini TAKUT kepada Dia.

Al-Mulk 67 : 12

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang TAKUT (YAKHSYAUNA) kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan ganjaran yang besar. ●

===
End.


Az-Zumar  39 : 9

أَمَّنْ هُوَ قٰنِتٌ ءَانَآءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ الْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang taat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya hanya ULIL ALBAB yang dapat menerima pelajaran. ●

Allah Al-Jabbar
Allah As-Salam
Allah Al-Mukmin
Allah Al-Muhaimin
Allah Al-Jalil






Sabtu, 24 November 2018

3 Golongan - Sabiqun, Muqtasidun dan Yang Menzalimi diri sendiri

(Date written : 23 Nov 2018)

Manusia sebenarnya hanya terbahagi kepada 3 Golongan sahaja, samada di dunia atau di akhirat :

1) Sabiqun - Golongan Yang Terdahulu atau Terkehadapan
2) Muqtas°idun -  Golongan kanan
3) Yang Menzalimi diri sendiri - Golongan kiri

Firman Allah di bawah ini mengkelaskan golongan di dunia.

Fatir 35 : 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

● Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada YANG MENZALIMI DIRI mereka sendiri dan di antara mereka ada yang MUQTAS°IDUN dan diantara mereka ada yang TERLEBIH DAHULU (SABIQUN) berbuat kebaikan (KHAIRAT) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar. ●

Manakala firman Allah di bawah ini pula mengkelaskan golongan di akhirat :

Al-Waqi'ah 56 : 1

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

● Apabila terjadi hari kiamat (Al-WAAQI'AH) ●

Al-Waqi'ah 56 : 7

وَكُنتُمْ أَزْوٰجًا ثَلٰثَةً

● dan kamu menjadi TIGA ( ثلثة) golongan. ●

Al-Waqi'ah 56 : 8

فَأَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ

● Iaitu golongan kanan (AS°HABUL MAIMANAH). Alangkah mulianya golongan kanan itu. ●

Al-Waqi'ah 56 : 9

وَأَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ مَآ أَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ

● Dan golongan kiri (AS°HABUL MASH`AMAH). Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. ●

Al-Waqi'ah 56 : 10

وَالسّٰبِقُونَ السّٰبِقُونَ

● Dan orang-orang YANG TERDAHULU (AS-SQABIQQUUN) dari YANG TERDAHULU (AS-SAABIQUUN). ●

Al-Waqi'ah 56 : 11

أُولٰٓئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

● Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah (AL-MUQARRABUUN). ●

Perhatikan juga pengkelasan golongan manusia pada firman Allah di bawah :

Al-Ma'idah 5 : 66

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرٰىةَ وَالْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِم مِّن رَّبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم ۚ مِّنْهُمْ أُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُونَ

● Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh MENDIRIKAN / MENEGAKKAN (AQAMU) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, PASTI mereka akan MENDAPAT MAKANAN dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan MUQTAS°IDAH. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan (KATHIRA) mereka. ●

Ada 3 golongan berdasarkan ayat di atas :

1) Golongan manusia yang bersungguh-sungguh menegakkan atau mendirikan ajaran Kitab Allah dan mendapat rezeki dari atas dan bawah kaki mereka -  Inilah golongan SABIQUN dan MUQARRABIIN (Orang yang DEKAT dengan Allah) (di deduksi dan di kaitkan dengan ayat Allah yang lain di atas)

2) Golongan Muqtas°iduun - Inilah Golongan Kanan (di deduksi dan di kaitkan dengan ayat Allah yang lain di atas).

3) Kebanyakan Orang - Inilah Golongan kiri  -  inilah golongan yang Mezalimi diri mereka sendiri (di deduksi dan di kaitkan dengan ayat Allah yang lain di atas).

Al-Quran bermaksud Bacaan yang berkaitan maka dengan mengaitkan ayat mutaysabiha atau yang serupa, kita dapat mendeduksi tafsir atau maksud sebenar ayat-ayat Allah dan mendapat kefahaman yang jelas (MUBIN).

===

Sabiqun adalah berdasarkan kata akar  سبق (SABAQA) yang bermaksud YANG MENDAHULUI atau Yang TERKEHADAPAN  dan di sebutkan sebanyak 37 kali di dalam Al-Quran dengan variasi Sabiquun, Astabiqu, Sabaqu, Tasbiqu dan lain-lain.

Yusuf 12 : 17

قَالُوا يٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتٰعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صٰدِقِينَ

● Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi BERLUMBA (NASTABIQU) dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar". ●

Ta Ha 20 : 129

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى

● Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah TERDAHULU (SABAQAT) atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.●

Al-Mu'minun : 61

أُولٰٓئِكَ يُسٰرِعُونَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُونَ

● mereka itu bersegera di dalam berbuat kebaikan (KHAIRAT), dan merekalah orang-orang yang TERKEHADAPAN / TERDAHULU (SAABIQUUN). ●

Berdasarkan banyak ayat-ayat Allah yang lain tentang SABIQUUN, adalah golongan manusia yang sentiasa bersegera dalam melakukan kebaikan, bersungguh-sungguh berlumba dalam melakukan kebaikan iaitu dalam melaksanakan arahan Allah dan orang ini adalah di dekatkan dengan Allah (Muqarrabin).

Golongan ini bukan sahaja mendapat ganjaran tertinggi di Akhirat kelak, tetapi mendapat rezeki dari atas dan bawah mereka di dunia ini sendiri.

===
Muqtas°idun adalah berdasarkan kata akar قصد (QAS°ADA) yang bermaksud YANG DI NIATKAN atau YANG DI TUJUI atau YANG DI MATLAMATKAN dan di sebutkan sebanyak 6 kali di dalam Al-Quran dengan variasi Muqtas°idun, Muqtas°idah,  Qas°du, Aqs°id dan Qas°idan.

Kebanyakan terjemahan Al-Quran menterjemahkan Muqtas°idun dengan maksud Golongan "Pertengahan" yang mungkin tidak dapat memberi maksud yang tepat.

Mari kita tadabbur ayat-ayat Allah yang lain tentang QASADA agar kita memahami dengan tepat apa yang Allah mahu sampaikan.

An-Nahl 16 : 9

وَعَلَى اللَّهِ قَصْدُ السَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدٰىكُمْ أَجْمَعِينَ

● Dan atas Allahlah, ARAH (QAS°DU) JALAN yang lurus (AS-SABIIL), dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). ●

Luqman 31 : 19

وَاقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوٰتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

● Dan BERSEDERHANALAH (WA AQS°ID) kamu dalam berjalan dan rendahkanlah / lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. ●

Aqs°id bermaksud bersederhanalah dan ianya di bezakan dengan maksud JANGAN BERJALAN ANGKUH di bumi Allah.

Ayat 31:18 dapat dikaitkan dengan maksud  bersederhanalah atau jangan berlebih-lebihan atau jangan angkuh atau jangan berlagak :

Luqman 31 : 18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

● Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah kamu BERJALAN di muka bumi dengan ANGKUH. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ●

Luqman 31 : 32

وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

● Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebahagian mereka TETAP MELURUSKAN KETAATAN (MUQTAS°IDUN). Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.


Berdasarkan kaitan ayat-ayat Allah, dapatlah di deduksikan bahawa Muqtas°idun dapat di ertikan dengan orang yang bersederhana tetapi tetap dalam ketaatan dalam menuju perjalanan kepada Allah. Golongan ini dapat di bezakan dengan golongan Sabiqun yang selalunya mendahului dalam ketaatan kepada Allah.

Golongan ini akan mendapat ganjaran yang baik di akhirat kelak.

===
Selain dari golongan Sabiqun dan Muqtas°idun, ada golongan ketiga yang di panggil Golongan yang menzalimi diri sendiri dan juga golongan kiri dan juga golongan yang terdiri dari kebanyakan orang di muka bumi.

Berdasarkan ayat-ayat Allah yang lain, ternyata Golongan ketiga inilah termasuk orang Kafir, orang Musyrik, orang Munafiq, Orang Fasiq dan juga Orang Zalim.

Golongan ini kesemuanya ke Neraka.

====
End

Allah Ar-Rahman
Allah Ar-Rahim
Allah Ad-Dhar
Allah Al-'Adl.
Allah Al-Baari`u
Allah Al-Barr






Khamis, 22 November 2018

Apa yang kita kena segerakan ?

(Date written : 22 Nov 2018)

Atau apa yang kita kena berlumba ?

Jawapannya adalah Mendapat Keampunan (MAGHFIRAH) Allah.

Kena di segerakan.

Kena berlumba-lumba.

Firman Allah :

Ali 'Imran 3 : 133

وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

● Dan BERSEGERALAH (SAARI'UU) kamu kepada AMPUNAN (MAGHFIRAH) dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, ●

Al-Hadid 57 : 21

سَابِقُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ ذٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

● BERLUMBA-LUMBALAH (SAABIQUU) kamu kepada (mendapatkan) AMPUNAN (MAGHFIRAH) dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar. ●

Bagaimana untuk mendapat keampunan Allah ?

Atau siapakah yang Allah sendiri mengatakan akan mendapat Keampunan Nya ?

Firman Allah :

1) Al-Mulk 67 : 12

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang TAKUT (YAKHSYAUNA) kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar. ●


2) Ali 'Imran 3 : 134

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

● (iaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (YUNFIQUN) (harta atau usaha), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang MENELAN KEMARAHAN (KAAZIMINAL-GHOIZ) dan MEMAAFKAN ('AAFIIN) (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (MUHSININ) ●

Ali 'Imran 3 : 135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلٰى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ●

Ali 'Imran 3 : 136

أُولٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعٰمِلِينَ

● Mereka itu balasannya ialah AMPUNAN (MAGHFIRAH) Adari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik ganjaran orang-orang yang beramal. ●

3) An-Nisa' 4 : 95

لَّا يَسْتَوِى الْقٰعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجٰهِدِينَ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنٰى ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجٰهِدِينَ عَلَى الْقٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

● Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang BERJIHAD (MUJAHIDUN) di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan ganjaran yang baik dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan ganjaran yang besar, ●

An-Nisa' 4 : 96

دَرَجٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

● (iaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, AMPUNAN (MAGHFIRAH) serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●


Ali 'Imran 3 : 157

وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

● Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. ●

4) Al-Ma'idah 5 : 9

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

● Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal soleh, (bahwa) untuk mereka AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar. ●

Al-Hajj 22 : 50

فَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

● Maka orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan rezeki yang mulia. ●

Fatir 35 : 7

الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

● Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh bagi mereka AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar. ●

5) Al-Anfal 8 : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Al-Anfal 8 : 3

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ

● (iaitu) orang-orang yang mendirikan solat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. ●

Al-Anfal 8 : 4

أُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

● Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan AMPUNAN (MAGHFIRAH) serta rezeki (nikmat) yang mulia. ●

6) Al-Anfal 8 : 74

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجٰهَدُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوا وَّنَصَرُوٓا أُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

● Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan rezeki (nikmat) yang mulia. ●

7) Hud 11 : 11

إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أُولٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

● kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal soleh; mereka itu beroleh AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar. ●

8) Al-Ahzab 33 : 35

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِينَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِينَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِينَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِينَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصّٰٓئِمِينَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذّٰكِرٰتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

● Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar. ●

9) Ya Sin 36 : 11

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِىَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

● Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mahu MENGIKUTI peringatan dan yang TAKUT (KHASYIYA) kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang mulia. ●

10) Al-Hujurat 49 : 3

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوٰتَهُمْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوٰى ۚ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

● Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji qalbu mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka AMPUNAN (MAGHFIRAH) dan ganjaran yang besar.●



Deduksi siapa yang mendapat Ampunan / Maghfirah dari Allah :

1) Orang yang Takut (KHASYIYA) kepada Allah (67:12)

2) Orang yang menafkahkan apa sahaja (harta atau usaha) di waktu senang dan sempit, orang yang menelan kemarahannya dan memaafkan orang lain, orang yang apabila membuat perkara keji atau menzalimi diri sendiri mereka ingat akan Allah dan memohon ampun kepada Allah dan tidak mengulangi perbuatan keji tersebut (3:134-136).

3) Orang yang berjihad (MUJAHIDIN) dan gugur di jalan Allah (4:95-96, 3:157).

4) Orang yang beriman dan beramal Soleh (5:9, 22:50, 35:7).

5) Orang yang beriman dengan sebenarnya iaitu bergementar qalbu bila Allah di sebut, orang yang bertambah iman bila di bacakan (atau membaca) ayat-ayat Allah, orang yang bertawakal kepada Allah, orang yang mendirikan solat dan menginfakkan sebahagian rezeki kepada yang memerlukan (8:2-5).

6) Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dan orang yang  menolong (ansar) orang muhajirin dengan memberi tempat kediaman (8:74).

7) Orang yang Sabar dan beramal soleh (11:11)

8) Laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (33:35).

9) Orang yang mengikuti peringatan Al-Quran dan takut kepada Allah (36:11).

10) Orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, iaitu orang-orang yang telah diuji qalbu mereka oleh Allah untuk bertakwa (49:3).

Olahan

Setiap firman Allah selalunya berkaitan, di mana ayat-ayat yang lain menerangkan tentang ayat yang lain.

Jika di perhatikan pada ayat 67 :12, barangsiapa yang takut (KHASYIYA) kepada Allah - dia sudah mendapat AMPUNAN ALLAH.

Orang yang takut kepada Allah, di terangkan dalam ayat-ayat lain yang berkaitan adalah orang 'Alim atau Ulamak (35:28) dan mereka jugalah orang yang sebenarnya beriman (8:2-4). Hasil dari takut kepada Allah, menjadikan mereka ini Musyfiqin iaitu orang yang sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupan takut melanggar titah perintah Allah. Makanya segala yang lain itu - Sabar, Berinfak, Berjihad, Bertawakal dan beramal perbaiki diri / penambah-baikan (amal Soleh) di lakukan menjadikan mereka ini mendapat KEAMPUNAN Allah.

===
End

Allah Al-Ghafur





Selasa, 20 November 2018

Pakaian

(Date written : 20 Nov 2018)

Ayat-ayat Allah banyak menyebut tentang pakaian.

Mari kita selami apa maksud Pakaian yang mahu di sampaikan oleh Allah kepada kita.

Kata akarnya adalah  لبس.
Sebanyak 23 kali perkataan dari kata akar ini di gunakan dalam Al-Quran.

Firman Allah :


Al-A'raf 7 : 26

يٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوٰرِى سَوْءٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذٰلِكَ مِنْ ءَايٰتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

● Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu PAKAIAN (LIBASA) untuk menutupi malumu dan untuk perhiasan. Dan PAKAIAN (LIBASU) TAQWA itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ●

Dari ayat di atas, sememangnya Pakaian yang kita pakai memang bertujuan untuk menutupi apa-apa yang memalukan kita jika di pandang orang ramai. Keduanya, tujuan orang memakai pakaian adalah untuk perhiasan diri.

Namun, apabila Allah menyebut Taqwa sebagai pakaian, ianya memberi makna yang lebih dalam.

Ia bermaksud, jika kita melihat seseorang, yang menyelubungi atau menutupi tubuh seseorang manusia itulah PAKAIANNYA.

Jika Taqwa itu menyelubungi atau menutupi atau jika kita melihat seseorang manusia, TAQWA kepada Allah yang kelihatan darinya, maka orang sedemikianlah yang di gelar BERPAKAIAN TAQWA.

Makna seterusnya adalah TAQWA adalah sifat yang boleh kelihatan jelas menyelubungi seseorang manusia.

Orang yang Bertaqwa kepada Allah adalah orang yang sentiasa merasa 'CONCIUS' atau SEDAR akan kewujudan Allah. Mereka juga bersifat sangat berhati-hati atau berwaspada dalam melalui kehidupan agar tidak melanggar titah perintah Allah.

Firman Allah seterusnya :

Al-Anbiya 21 : 80

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شٰكِرُونَ

● Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat PAKAIAN / BAJU besi (LABUSIN) untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). ●

Dari ayat di atas, pakaian juga boleh dijadikan sebagai  PELINDUNG tubuh.

An-Nahl 16 : 14

وَهُوَ الَّذِى سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu PAKAI (TALBASUNAHA); dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. ●

Al-Kahf 18 : 31

أُولٰٓئِكَ لَهُمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَآئِكِ ۚ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

● Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka syurga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam syurga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai PAKAIAN (YALBASUNA) hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah ganjaran yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah; ●

Dari ayat-ayat di atas, pakaian yang di maksudkan tidaklah semestinya Baju tetapi merangkumi apa sahaja perhiasan termasuk mutiara, emas dan perak.


Al-Furqan 25 : 47

وَهُوَ الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

● Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) PAKAIAN (LIBASAN) dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. ●

An-Naba' 78 : 10

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًا

● dan Kami jadikan malam sebagai PAKAIAN (LIBASA), ●

Dari ayat-ayat di atas, Allah menerangkan bahawa Malam adalah Pakaian, kerana Malam sifatnya MENUTUPI atau MENYELUBUNGI Siang. Siang itu di tutupi dengan Pakaian Malam.

Qaf 50 : 15

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِى لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

● Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan TERTUTUP / kabur (LABSIN) tentang penciptaan yang baru. ●

Al-Baqarah 2 : 42

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبٰطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

● Dan janganlah kamu TUTUPI / KABURI (TALBISU) yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. ●

Ayat-ayat di atas menerangkan sifat pakaian yang menutupi menjadikan orang tidak dapat melihat apa yang di sebalik pakaian tersebut. Pakaian memang bersifat menyembunyikan apa yang di tutupinya - kadang-kadang yang di tutupi adalah cacat cela, kadang-kadang yang di tutupi adalah kebenaran.

Al-Baqarah 2 : 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلٰى نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَالْـٰٔنَ بٰشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى الَّيْلِ ۚ وَلَا تُبٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عٰكِفُونَ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ ءَايٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

● Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah PAKAIAN (LIBASUN) bagimu, dan kamupun adalah PAKAIAN (LIBASUN) bagi mereka. .. ●

Ayat di atas pula menerangkan sebaik-baiknya tentang ISTERI kita atau SUAMI kita. Isteri adalah Pakaian suami dan Suami adalah Pakaian Isteri.

Pada muda-mudi yang mahu mencari pasangan, fahamilah bab yang ini dahulu. Carilah Isteri atau Suami yang mana orang lain melihat Isteri atau Suami kita dahulu sebelum dapat melihat kita. Kita ini mahu di pandang macam mana. Kerana suamilah yang menutupi diri kita atau yang kita 'pakai' di badan atau isterilah yang menutupi diri kita atau yang kita 'pakai' di badan. Sangat dalam maksud perkataan Ilahi ini yang memang ternyata benar sama sekali.

Ianya juga bermaksud, kerana sudah bercampur dan hidup bermuafakat dan bertoleransi, akan ada sifat-sifat suami ternyata pada isteri dan sifat-sifat isteri yang ternyata pada suami.

Orang melihat isteri kita, pembawakan isteri kita akan nampak, itulah pakaian kita, begitu juga sebaliknya, orang melihat suami kita, akan nampak itulah pakaian kita (sang isteri).

Ianya juga bermaksud, kecacat-celaan suami, di tutupi dengan isterinya dan kecacat-celaan isteri, di tutupi dengan suaminya.

Juga ia bermaksud, kebaikan isteri akan ternyata pada suami, juga sebaliknya, kebaikan suami akan ternyata pada isterinya.

[Pada orang lain, ini adalah satu teknik terbaik untuk menyaksikan bukti kepada setiap kenyataan seseorang. Apakah yang di cakapnya betul sedangkan pakaiannya tidak atau lain dari apa yang di cakapkannya.]

Firman Allah seterusnya :

Al-An'am 6 : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰىٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْءَايٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

● Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia MENUTUPI kamu (YALBISAKUM) dalam BERGOLONGAN / BERPUAK (SYIYA'AN) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)". ●


Ayat Allah di atas pula menerangkan akan maksud Pakaian yang lebih meluas, iaitu Pakaian yang sifatnya menutupi, jika kita ini yang mengaku Muslim tetapi berpuak-puak, maka diri Muslim atau kesatuan Muslim akan tertutup, TAK NAMPAK. Berpuak-puak selalunya pasal ada Ketua Puak yang mana sesebuah puak tersebut mengagungkan ketua puak mereka dan tidak mengikuti petunjuk Ilahi yang di bawa Rasul. Ada 'orang tengah' / 'Intermediaries' pula yang terlebih di ikuti kerana jahil dan mengikut-ngikut sangkaan manusia lain.

Al-An'am 6 : 82

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمٰنَهُم بِظُلْمٍ أُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

● Orang-orang yang beriman dan tidak MENUTUPI (YALBISUU) iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ●

Ayat di atas menerangkan, jika kita beriman, ianya ternyata dan tak akan di tutupi keimanan kita itu dengan kezaliman.

----
Perhatikan firman Allah yang ini pula :

An-Nahl 16 : 112

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذٰقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

● Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; kerana itu Allah MERASAKAN (FA`AZAQAHA) kepada mereka PAKAIAN (LIBASA) KELAPARAN (AL-JU') dan KEKHUATIRAN (AL-KHAUF), disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. ●

Berdasarkan ayat Allah di atas, sesiapa yang tak reti nak hargai (appreciate, being grateful) apa yang Allah telah berikan nikmat, maka akan mendapat RASA memakai PAKAIAN kelaparan dan selalu risau tak keruan / khuatir. Orang akan nampak pakaian tersebut - selalu mengeluh dan sebagainya. Bersyukurlah, iaitu Hargailah segala Pemberian dan Kurniaan Allah, agar nikmat kepada kita di tambahi.

Firman Allah :

Quraisy 106 : 3

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِ

● Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). ●

Quraisy 106 : 4

الَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

● Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan LAPAR (AL-JU') dan mengamankan mereka dari KEKHUATIRAN (KHAUF). ●

Ianya Sentiasa Allah yang memperbuat segalanya. Tiada Ilah melainkan DIA.


===
End.

Allah Al-Halim.





Siapa dia Wali Allah

(Date written : 19 Nov 2018)

Kita sering di ceritakan tentang karamah Wali Allah, tentang 'special'nya Wali Allah, tentang kadang-kadang yang si Wali Allah pun tak kenal yang dia sudah pun menjadi Wali Allah.

Dasar dalam menentukan sesuatu Takrifan yang tepat, dan yang di persetujui Jumhur Ulamak adalah Tafsir Quran bil Quran sebelum pergi ke Tafsir 'method' yang lain (contoh Tafsir Quran bil Hadith).

Mari kita membuat suatu penemuan, secara deduksi, iaitu melakukan Tafsir Quran bil Quran, atau mentafsirkan Al-Quran itu dengan Al-Quran itu sendiri, dengan memahami bahawa Al-Quran itu adalah Fussilat atau memang sudah ada pen'detail'an atau perincian nya.

Firman Allah :

Yunus 10 : 62

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Ingatlah, sesungguhnya WALI-WALI (AULIYAA`) Allah itu, tidak ada KEKHUATIRAN (KHAUF) terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

AULIYAA` adalah jamak kepada WALIY (ولي)

WALIY bermaksud Pelindung atau Penjaga atau 'Guardian', berdasarkan firman Allah di bawah :-

Al-Baqarah 2 : 107

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

● Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang PELINDUNG (WALIY ولي) maupun seorang penolong. ●

Al-Anfal 8 : 72

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجٰهَدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوا وَّنَصَرُوٓا أُولٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُم مِّن وَلٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِى الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلٰى قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثٰقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, mereka itu satu sama lain lindung-MELINDUNGI (AULIYAA`)... ●

Al-Anfal 8 : 73

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

● Adapun orang-orang yang kafir, sebahagian mereka menjadi PELINDUNG-PELINDUNG (AULIYAA`) bagi sebahagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. ●

Ali 'Imran 3 : 68

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرٰهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهٰذَا النَّبِىُّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِىُّ الْمُؤْمِنِينَ

● .. dan Allah adalah PELINDUNG (ولي) kepada orang-orang yang beriman. ●

An-Nisa' 4 : 75

وَمَا لَكُمْ لَا تُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالْوِلْدٰنِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا

● Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami PELINDUNG (وليا) dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". ●

An-Nisa' 4 : 119

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ الْأَنْعٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

● ... Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi PELINDUNG (وليا) selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. ●

Seorang Bapa yang juga Penjaga atau 'Guardian' kepada anaknya atau seorang Pakcik yang menjaga anak buahnya adalah juga di panggil WALI kepada anak tersebut :

Al-Baqarah 2 : 282

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلٰىٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَن يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِى عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔا ۚ فَإِن كَانَ الَّذِى عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُۥ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ ۖ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحْدٰىهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدٰىهُمَا الْأُخْرٰى ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْـَٔمُوٓا أَن تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلٰىٓ أَجَلِهِۦ ۚ ذٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهٰدَةِ وَأَدْنٰىٓ أَلَّا تَرْتَابُوٓا ۖ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجٰرَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوٓا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِن تَفْعَلُوا فَإِنَّهُۥ فُسُوقٌۢ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

● ... Jika yang berhutang itu orang yang lemah pemahamannya atau lemah (fizikalnya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan (menuliskannya), maka hendaklah WALINYA (WALIYYUHU) mengimlakkan (menuliskan) dengan jujur. ... ●

---

Nama Allah sendiri adalah Al-Waliy. Dialah Pelindung dan Penjaga kita dan seluruh Alam Semesta ini.

Asy-Syura 42 : 28

وَهُوَ الَّذِى يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ الْوَلِىُّ الْحَمِيدُ

● Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah YANG MELINDUNGI (AL-WALIY) lagi YANG Terpuji (AL-HAMEED). ●

Maka, sebenarnya, ALLAH adalah WALIY kepada kita, jika kita beriman kepadaNya.

====
Kembali kepada takrif seorang Wali Allah berdasarkan ayat 10:62 di atas :-

Sesungguhnya, WALI-WALI ALLAH itu atau 'PELINDUNG-PELINDUNG / PENJAGA-PENJAGA' ALLAH itu, sifat mereka adalah Tiada Khuatir dan Tiada Bersedih hati.

Perlulah di fahami dengan jelas berdasarkan firman Allah yang lain, bahawa Allah tidak memerlukan sembahan siapa pun, atau apa pun, apatah lagi memerlukan 'Pelindung' atau 'Penjaga'.

Maksud Wali Allah di sini adalah manusia yang 'MENJAGA' titah perintah ALLAH atau menjaga kepentingan arahan Allah.

Siapakah mereka ?

Allah menyebutkan sifat mereka iaitu

TIADA KHUATIR dan TIADA BERSEDIH HATI.

Maka, sesiapa sahaja yang BERSIFAT dengan Sifat yang sebegini, maka MEREKALAH WALI-WALI ALLAH.

Ianya semudah itu untuk mengenali siapa Wali Allah tanpa kita di beri 'Tafsir' - yang sebenarnya adalah Takwil atau 'Induced Interpretation' dan bukan Tafsir. Mentafsirkan sesuatu kenyataan adalah melakukan HANYA DEDUKSI dengan tidak mengeluarkan suatu sangkaan apa pun atau induksi dari lintasan fikiran sendiri. Makanya kita akan selamat dari mengikuti Sangkaan Manusia lain yang kita 'rasa' mereka itu Ulamak atau kita selamat dari mengikuti hawa nafs kita sendiri yang mereka-reka sesuatu kenyataan yang tidak datang dari Allah mahupun RasulNya.

Mari kita lihat berdasarkan firman Allah, siapakah yang bersifat dengan 'Tiada Khuatir dan Tiada Bersedih Hati" :-

1) Al-Baqarah 2 : 38

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". ●

2) Al-Baqarah 2 : 62

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصٰرٰى وَالصّٰبِـِٔينَ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ وَعَمِلَ صٰلِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal soleh, mereka akan menerima ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Al-Ma'idah 5 : 69

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصّٰبِـُٔونَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ وَعَمِلَ صٰلِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang beramal soleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Al-An'am 6 : 48

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan (amal Soleh), maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. ●

Al-Baqarah 2 : 277

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat ganjaran di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●


3) Al-Baqarah 2 :  112

بَلٰى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُۥٓ أَجْرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang MENYERAHKAN WAJAHNYA (ASLAMA WAJHAHU) kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan (MUHSIN), maka baginya ganjaran pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.●

4) Al-Baqarah 2 : 262

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh ganjaran di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Al-Baqarah 2 : 274

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُم بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat ganjaran di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

5) Ali 'Imran 3 : 169

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

● Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. ●

Ali 'Imran 3 : 170

فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتٰىهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

6) Al-A'raf 7 : 35

يٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايٰتِى ۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan (ASLAHA), tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

7) Az-Zukhruf 43 : 68

يٰعِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

● "Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. ●


Az-Zukhruf 43 : 69

الَّذِينَ ءَامَنُوا بِـَٔايٰتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ

● (Iaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri (Muslimin). ●

8) Al-Ahqaf 46 : 13

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. ●


Kesimpulannya :

Wali-Wali Allah, adalah mereka yang :

1) Mengikuti petunjuk / bimbingan Kitab Allah (2:38).

2) Beriman dan Beramal Soleh, Mendirikan  Solat, Menunaikan Zakat (2:62, 5:69, 6:48, 2:277)

3) Menyerahkan Wajahnya kepada Allah dan seorang Muhsin (2:112). [Wajah adalah tempat ternyatanya eskspresi diri atau rasa diri kita - orang yang menyerahkan eskpresi dirinya kepada Allah bermaksud segala yang keluar atau ternyata dari dirinya (tindakan dan perasaan) adalah berdasarkan kewaspadaan dan pematuhan terhadap arahan Allah]

4) Menginfakkan harta di jalan Allah, malam dan siang dan tidak menyebut-nyebutnya dan menyakiti si penerima (2:262, 2:274).

5) Yang gugur terbunuh berjuang di jalan Allah (3:169-170).

6) Yang bertaqwa ('concius' terhadap Allah) dan beramal soleh (amal perbaiki diri atau penambahbaikan) (7:35).

7) Hamba-hamba Allah (bukan hamba kepada yang lain - bukan senang kita nak menjadi Hamba Allah yang sebenar) - iaitu yang Beriman kepada ayat-ayat Allah dan Muslim seluruhnya (43:68-69). [Takrif orang mukmin adalah bergementar qalbu ketakutan bila nama Allah di sebut, jika kita tidak gementar, hakikatnya kita masih tidak beriman seluruhnya, ianya cuma di bibir.]

8) Mengatakan Tuhan kami adalah Allah dan beristiqamah (mendirikan atau menegakkan maksud Allah sebagai Tuhan mereka) (46:13).


===
End.

Inna WAILIYYALLAH-illazi Nazzalal-Kitab.

===

Al-A'raf 7 : 196

إِنَّ وَلِۦِّىَ اللَّهُ الَّذِى نَزَّلَ الْكِتٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِينَ

● Sesungguhnya PELINDUNGKU (WALIYYA) ialah Allah Yang telah menurunkan Al Kitab dan Dia melindungi orang-orang yang soleh. ●

'Selain' dari Allah sebagai Wali kepada kita :-

Al-Ma'idah 5 : 55

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُونَ

● Sesungguhnya PELINDUNG kamu (WALIYYUKUM) hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan solat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk/RUKU` (kepada Allah). ●

Kesimpulannya, tetap hanya Allah semata-mata sebagai WALIY kita pada hakikatnya.

Isnin, 19 November 2018

Musyfiqin

(Date written : 19 Nov 2018)

Musyfiqin.

Apa itu Musyfiqin ?

Kata akarnya adalah SYA FA QA yang bermaksud BERHATI-HATI, BERWASPADA atau 'Cautios' dan ianya kerana TAKUT atau KHUATIR akan azab kerana melanggar batasan perintah atau larangan Allah.

Firman Allah :

Al-Mu'minun 23 : 57

إِنَّ الَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang (kerana) TAKUT (خشية) kepada Tuhan mereka, mereka sangat BERHATI-HATI / 'Cautios' (MUSYFIQUN - مشفقون). ●

Al-Anbiya 21 : 49

الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

● (iaitu) orang-orang yang TAKUT (YAKHSYAUNA) akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa KHUATIR / WASPADA (MUSYFIQUN) akan (tibanya) hari kiamat. ●

Musyfiqiin adalah orang-orang yang sangat berhati-hati kerana Takut kepada Allah.

Tanda kita TAKUT (KHOSYIYYA خشي) kepada Allah adalah BERGEMENTAR QALBU (WAJILAT QULUBUHUM).


Al-Mu'minun 23 : 60

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُونَ

● Dan orang-orang yang MEMBERIKAN apa yang telah mereka berikan, dengan QALBU yang BERGEMENTAR (takut), (kerana mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, ●


Al-Anfal 8 : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah BERGEMENTARLAH QALBU MEREKA (WAJILAT QULUBUHUM), dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka,  dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Dan hasil kepada Takut kepada Allah adalah kita akan sentiasa BERHATI-HATI (SYAFAQA) dari melanggar perintah Allah, dan kita akan selalu memberikan SEDEKAH.


Al-Ahzab 33: 72

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

● Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka KHUATIR (WASYFAQNA) akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ●


Asy-Syura 42 : 22

تَرَى الظّٰلِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۗ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِى رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ ۖ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

● Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat KETAKUTAN (MUSYFIQIN) kerana kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal soleh (berada) di dalam taman-taman syurga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. ●


At-Tur 52 : 26

قَالُوٓا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

● Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami BERHATI-HATI KERANA TAKUT (MUSYFIQIN)" (akan azab Allah). ●

At-Tur 52 : 27

فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُومِ

● Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. ●

Al-Ma'arij 70 : 27

وَالَّذِينَ هُم مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

● dan orang-orang yang BERHATI-HATI / BERWASPADA KERANA TAKUT (MUSYFIQIN) terhadap azab Tuhannya. ●

Sekali lagi

MUSYFIQIN adalah orang-orang sangat BERHATI-HATI kerana TAKUT kepada Allah.

Ianya adalah Hasil atau Tanda bahawa kita ini Takut kepada Allah (atau Azab Allah).

Deduksinya, jika kita TIDAK BERHATI-HATI atau tidak BERWASPADA tentang perintah dan larangan Allah, itu tandanya kita tidak TAKUT kepada Allah.

Dan orang yang tidak TAKUT kepada Allah adalah orang yang tidak BERIMAN (8:2 di atas) dan juga tidak BERILMU :

Fatir 35 : 28

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأَنْعٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ كَذٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

● .. Sesungguhnya yang TAKUT (YAKHSYA) kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMAK. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ●


Jika kita berilmu dan beriman, kita pasti akan jadi MUSYFIQIN.

Untuk hendak lebih memahami maksud Musyfiqin atau kata akar SYAFAQA ini, firman Allah ini menjelaskan :

Al-Insyiqaq 84 : 16

فَلَآ أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ

● Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja (SYAFAQ), ●

Cahaya merah di waktu senja adalah petanda pertukaran malam dan siang, zon berhati-hati, zon beringat.

Jika di kaitkan dengan kehidupan seharian kita, semasa di Lampu Traffic, warna Jingga ('Amber') adalah warna berjaga-jaga, berhati-hati dan berwaspada.

===
Beza Musyfiqin dan Khauf (خوف)

Al-Baqarah 2 : 38

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada KEKHUATIRAN (KHAUF) atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". ●

Al-Baqarah 2 : 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوٰلِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِينَ

● Dan sungguh akan Kami berikan UJIAN kepadamu, dengan sedikit KEKHUATIRAN (AL-KHAUF), kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. ●

Al-Baqarah 2 : 262

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh ganjaran di sisi Tuhan mereka. Tidak ada KEKHUATIRAN (KHAUF) terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Al-An'am 6 : 48

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan (SOLEH), maka tak ada KEKHUATIRAN (KHAUF) terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. ●

Berdasarkan banyak firman Allah tentang Khauf, dapat di deduksikan bahawa KHAUF ini adalah KEKHUATIRAN kepada yang kita tidak pasti, kekhuatiran kerana duduk dalam 'Gray Area' / Zon Tak Menentu, kacau bilau fikiran kerana penuh bisikan syaitan dan kerana tidak mahu memahami Petunjuk atau Bimbingan Ilahi :-

Firman Allah :

Ali 'Imran 3 : 175

إِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

● Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah SYAITAN yang MENAKUT-NAKUTI / MENGKHUATIRI (YUKHAUWIFU)(kamu) dengan pelindung-pelindung / teman-teman setianya (AULIYAA`AHU), kerana itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. ●

Az-Zumar 39 : 36

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

● Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka MEMPERTAKUTI / MENGKHUATIRI kamu (YUKHAUWIFUNAKA) dengan yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. ●


Orang yang beriman dan beramal Soleh dengan mengikut 'The Guidance' atau Al-Huda, mereka Tiada Khuatir (KHAUF) dan tidak bersedih hati, NAMUN mereka adalah MUSYFIQIN = sangat berhati-hati dan berwaspada terhadap batasan perintah dan larangan Allah kerana TAKUT (KHASYIYAA) kepada Allah.

===
End.

Allah Al-'Alim

Selasa, 6 November 2018

Rasul Nabi Muhammad bukan buta huruf

(Date written : 5 Nov 2018)

Pengenalan

Terlalu banyak sebelum ini kita sering di beri faham bahawa Rasul Nabi Muhammad  kita ini adalah seorang buta huruf iaitu tidak reti nak membaca dan menulis.

Persoalannya adakah kenyataan yang di keluarkan itu benar yang di bantu dengan bukti-bukti atau hanya sebuah sangkaan semata-mata ?

Siapakah yang mengatakan Nabi kita ini seorang buta huruf ?

Mari kita masuk dalam

Yang mengatakan Nabi kita ini adalah Buta Huruf adalah dari kalangan para so-called Ulamak sendiri dan mereka bersandarkan kepada firman Allah yang menyatakan bahawa Rasul Nabi Muhammad adalah seorang Ummi.

Firman Allah :

Al-A'raf 7 : 157

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِىَّ الْأُمِّىَّ الَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلٰلَ الَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

● (Iaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang UMMI yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. ●

Kita wajib BERIMAN tentang apa sahaja yang di firman Allah kerana ianya adalah KEBENARAN tanpa ragu dan terlalu banyak pembuktian boleh di berikan tentang kebenaran itu. Tidak ada satupun ayat-ayat Al-Quran yang tidak boleh di buktikan kebenarannya.

Namun, dalam hal ini kita BERIMAN bahawa Rasul Nabi Muhammad adalah seorang UMMI.

Yang kita perlu mendalami adalah apakah maksud UMMI itu yang di firmankan dalam Al-Quran itu bermaksud Buta Huruf atau pun tidak.

Maksud UMMI yang sebenar

Firman Allah lagi :

Al-Jumu'ah 62 : 2

هُوَ الَّذِى بَعَثَ فِى الْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ

● Dialah yang mengutus kepada AL-UMMIYYI seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, ●

Firman Allah di atas, hampir kesemua terjemahan menterjemahkan - 'Dialah yang mengutus kepada "kaum yang buta huruf" seorang Rasul...

Sangatlah besar KESALAHAN jika AL-UMMIYYI itu di terjemahkan kepada 'Kaum yang Buta Huruf'. Sebabnya, apakah Rasul Nabi Muhammad di utuskan kepada HANYA KAUM YANG BUTA HURUF ?? (Berdasarkan ayat di atas)

Semestinya tidak sama sekali. Kerana Rasul Nabi Muhammad di utuskan untuk menyampaikan Risalah Allah kepada semua manusia tak kira Buta Huruf atau Tidak.

Makanya UMMI bukanlah Bererti Buta Huruf dalam konteks yang di tujukan kepada Rasul Nabi Muhammad mahupun kepada kaumnya.

Jika begitu, apakah sebenarnya maksud UMMI ini ?

Mari kita perhatikan firman Allah lagi :

Ali 'Imran 3 : 20

فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ وَالْأُمِّيِّۦنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوا ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌۢ بِالْعِبَادِ

● Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang UMMI: "Sudahkah kamu Islam (Berserah diri) ?". Jika mereka sudah Islam (berserah diri), sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan 2 jenis kumpulan manusia.

Sekumpulan manusia adalah yang kaum yang sudah menerima ajaran Al-Kitab dari Rasul Nabi dahulu manakala sekumpulan lagi pula di gelar kaum yang UMMI yang SECARA DEDUKSI NYA BERMAKSUD KAUM yang belum menerima ajaran mana-mana Kitab sebelum ini.

Maka UMMI bermaksud orang yang belum menerima ajaran mana-mana Kitab sebelum ini.

Rasul Nabi Muhammad adalah dari kaum atau kelompok manusia yang belum menerima ajaran mana-mana kitab, MAKA itulah Rasul kita di gelar Rasul yang UMMI dan bukan bermakna Rasul kita itu adalah seorang Buta Huruf!

Perhatikan firman Allah ini yang sangat menjelaskan maksud UMMI (secara tadabbur) :

Al-'Ankabut 29 : 48

وَمَا كُنتَ تَتْلُوا مِن قَبْلِهِۦ مِن كِتٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

● Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (demikian), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). ●

Bukti lain bahawa Rasul Nabi Muhammad seorang yang bukan Buta Huruf.

Selain UMMI yang bermaksud bukan Buta Huruf pada konteks Rasul kita dan juga kaumnya (selalu di panggil umatnya), mari kita perhatikan firman Allah di bawah ini pula :

Al-'Alaq 96 : 1

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ

● BACALAH dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, ●

Al-'Alaq 96 : 4

الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

● Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (MATA PENA / TULISAN), ●

Al-Qiyamah 75 : 16

لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ

● Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran kerana hendak cepat-cepat (menguasai)nya.●

Al-Qiyamah 75 : 18

فَإِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ

● Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ●

Berdasarkan ayat-ayat Allah di atas, jelas Allah suruh Rasul Nabi kita MEMBACA kerana ayat itu di tujukan kepada Nabi, dan Allah mengatakan bahawa Allah mengajar melalui Tulisan (Mata Pena). Jika Allah mengajar kita termasuk Rasul Nabi melalui tulisan, maka semestinya Rasul Nabi kita boleh membaca tulisan tersebut.

Namun, itu tidak bermakna Al-Quran itu di turunkan dalam bentuk tulisan atau kitab, melainkan ianya di wahyukan melalui Jibril Ruhul Qudus.


Bilakah Al-Quran ini di tuliskan atau di bukukan ?

Jawapannya BUKANLAH selepas kematian Rasul Nabi Muhammad, TETAPI semasa Rasul Nabi Muhammad masih hidup.

Firman Allah :

Al-Furqan 25 : 4

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوٓا إِنْ هٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ افْتَرٰىهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيْهِ قَوْمٌ ءَاخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَآءُو ظُلْمًا وَزُورًا

● Dan orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. ●

Al-Furqan 25 : 5

وَقَالُوٓا أَسٰطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

● Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya DITULISKAN, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang". ●

Ayat 25:5 di atas jelas MENUNJUKKAN bahawa Al-Quran itu di arah oleh Rasul Nabi Muhammad untuk DI TULISKAN (secara deduksi nya seterusnya DI BUKUKAN) semasa dia masih hidup lagi dan kemudian di bacakan setiap pagi dan petang.

Orang Kafir menuduh Rasul Nabi Muhammad mereka-reka Al-Quran.

Firman Allah :

Hud 11 : 13

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرٰىهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيٰتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ

● Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". ●


Ayat di atas sebenarnya adalah BUKTI JELAS bahawa Rasul Nabi Muhammad BUKANLAH seorang Buta Huruf yang tidak tahu membaca dan menulis.

Sebaliknya, ayat itu memberi tahu kepada kita bahawa orang kafir menuduh Nabi Muhammad mereka-reka sendiri Al-Quran adalah kerana Nabi Muhammad bukanlah seorang Buta Huruf malah seorang yang boleh membaca dan menulis sehingga boleh di tuduh sebagai mereka-reka Al-Quran.


===
End

Allah Al-Jabbar