Navigate

Carian

Selasa, 28 Februari 2017

Kategori Orang Yang Berilmu

(Tarikh ditulis : 27 Feb 2017)

Apa maksud ULAMAK ?

Siapa ULAMAK ?

Apa tingkatan-tingkatan ULAMAK ?

Memang ada tingkatan-tingkatan ULAMAK ke ? (Jawapannya Ada).

----
ULAMAK adalah jamak (atau Plural) kepada 'Alim.

Maksud ULAMAK adalah orang-orang yang Berilmu.

'Alim adalah orang yang Berilmu (seorang)

Al-'Alim adalah Yang Berilmu.

Ilmu itu Tahu.

Tahu tentang apa ?

Tahu tentang sesuatu Fakta atau Kebenaran.

Maka Ilmu adalah Memahami Kebenaran.
Manakala setiap Kebenaran semuanya ada Pembuktian.

Ilmu bukanlah tercapai dengan mengikut-mengikut apa orang kata tanpa verifikasi, tidak kira SIAPA PUN dia. Ianya akan jadi Sangkaan. Ianya jauh dari Kebenaran, jika kita hanya menyangka-nyangka atau mengikut orang yang nenyangka-nyangka; termasuk juga yang menyangka mereka Ulamak.

-----

Perhatikan firman Allah :

Yusuf : 76

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِ ۚ كَذٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِى دِينِ الْمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ اللَّهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌ

●... Kami tinggikan darjat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Mengetahui. ●


----

1) ULAMAK

Fatir : 28

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأَنْعٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ كَذٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

● Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMAK. Sesungguhnya Allah Yang Perkasa lagi Pengampun. ●

Inilah definasi ULAMAK atau 'Alim. Mereka (ULAMAK) atau orang 'Alim itu TAKUT (KHASYIYYA) kepada Allah.

Makanya yang tidak takut kepada Allah itu Bukan Ulamak atau 'Alim.

Juga, yang bukan ULAMAK mereka tidak takut kepada Allah.

Apa jadi jika kita tidak Takut Kepada Allah ?

Kita tidak Beriman kepada Allah.

Sebab, orang Beriman, mereka Bergementar Ketakutan Qalbu dan Kulit bila Allah di Di sebut, sebelum Tenang dan Cinta kepada Allah.

Al-Anfal : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang BERIMAN ialah mereka yang bila disebut Allah GEMENTARLAH QALBU mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Az-Zumar : 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتٰبًا مُّتَشٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلٰى ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

● Allah telah menurunkan hadith yang paling baik (AHSANAL HADITH), iaitu Al Quran yang SERUPA (MUTASYAABIHA) lagi berulang-ulang, GEMENTAR kerananya KULIT orang-orang yang TAKUT (YAKHSYAUNA) kepada Tuhannya, kemudian menjadi TENANG kulit dan Qalbu mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. ●

Maka selagi kita tidak 'Alim atau Berilmu, maka kita sebenarnya tidak beriman.
Iman itu Yakin.


2) Ulil 'Ilma

Ali 'Imran : 18

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِالْقِسْطِ ۚ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

● Allah menyaksikan bahawasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, dan para Malaikat dan Orang-orang yang MEMPUNYAI ILMU (ULUL 'ILM) yang menegakkan keadilan. Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Perkasa lagi Yang Bijaksana. ●

Banyak-banyak manusia, selain Allah sendiri dan MalaikatNya, yang benar-benar Bersyahadah adalah ULUL 'ILM atau Orang Yang MEMPUNYAI ILMU.

Maksudnya, jika kita tidak berilmu, kita tidak MENYAKSIKAN atau Bersyahadah dengan La Ilaha Illallah atau Bersaksi bahawa Tiada Ilah melainkan Ilah Yang Satu atau Allah.

Dengan ILMU lah atau dengan FAKTA KEBENARAN lah kita YAKIN bahawa Tuhan itu ESA.


3) Utul 'Ilma

Al-'Ankabut : 49

بَلْ هُوَ ءَايٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِى صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايٰتِنَآ إِلَّا الظّٰلِمُونَ

● Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam S°UDUR (Minda) ORANG-ORANG YANG DI BERI ILMU (UTUL 'ILMA). Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. ●

Utul 'Ilma adalah orang yang di beri Ilmu oleh Allah, maka Berilmulah dia atau 'Alim lah dia.

Utul 'Ilma bukan sahaja menghafal Al-Quran, mereka juga MEMAHAMI isi Al-Quran.


4) Ulil Albab

Ali 'Imran : 190

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ

● Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang MEMPUNYAI LUBB (ULIL ALBAB), ●

Ali 'Imran : 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيٰمًا وَقُعُودًا وَعَلٰى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بٰطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

● (iaitu) orang-orang yang MENGINGAT Allah sambil BERDIRI atau DUDUK atau BARING dan mereka MEMIKIRKAN (YATAFAKKARUN) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Agong Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ●

Ulil Albab adalah orang yang memahami INTIPATI (LUBB) tentang sesuatu. Merekalah orang yang MEMAHAMI secara MENDALAM dan MELUAS akan apa yang Allah ciptakan dan mengapa Allah ciptakan segala sesuatu di Alam Semesta ini. Mereka adalah Pengkaji (RESEARCHER), Membuat Experimen dan Verifikasi setiap Berita dan Cerita atau Kenyataan dari siapa pun, termasuk dari Kitab Allah, sehingga TERNYATA BUKTI KEBENARAN kepada fikiran dan fahaman mereka - sehingga dapat mereka mengatakan 'TIADA satu apa pun Ciptaan Allah itu sia-sia'. ILMU orang Ulil Albab ini sangat LUAS dan DALAM.

Dan selain mereka MEMAHAMI Sifat dan Kerja atau Keupayaan sesuatu Ciptaan, mereka juga FAHAM sebab Ciptaan itu, mereka juga MEMAHAMI siapa yang di belakang semua itu, sehingga ULIL ALBAB ini tidak LEKANG dari MENGINGAT ALLAH ketika Berdiri-Duduk-Baring - Sentiasa mereka MENGINGAT atau BERZIKIR kepada Allah, juga BERTASBIH kepada Allah.

Jelas, orang yang MEMAHAMI INTIPATI akan Takut Kepada Allah dan akan sentiasa MENGINGAT ALLAH.

Mengapa kita tidak selalu MENGINGAT ALLAH ?

Sebab kita masih BUKAN ULIL ALBAB.

Kita masih TAK PAHAM.

Kita masih TIDAK BERILMU tentang BANYAK BENDA atau Ciptaan Allah.


5) Roosikhuna Fil 'Ilm

Ali 'Imran : 7

هُوَ الَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ ءَايٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتٰبِ وَأُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشٰبَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرّٰسِخُونَ فِى الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti apa yang seakan-akan (HAMPIR SERUPA - MA TASYABAHU) dengannya, untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari TAKWILnya, padahal tidak ada yang mengetahui TAKWILnya melainkan Allah. Dan ORANG-ORANG YANG MENDALAM ILMUNYA (ROOSIKHUNA FIL 'ILM) berkata: "Kami BERIMAN dengannya (ayat muhkamat dan mutasyabihat)- semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tiada yang dapat mengambil pelajaran, melainkan orang-orang yang MEMPUNYAI LUBB (ULUL ALBAB). ●

Roosikhuna Fil 'Ilm adalah orang yang MENDALAM dalam ILMU atau Pengetahuan; sebab itu mereka BERIMAN.


6) Ahli Zikir

An-Nahl : 43

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

● Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada AHLI ZIKIR jika kamu tidak mengetahui, ●

Ahli Zikir adalah Orang-orang yang BERILMU atau yang tahu sebab itu di suruh tanya kepada mereka.

Al-Quran kita di gelar juga Az-Zikri. Begitu juga Kitab Wahyu terdahulu.

--------
Ta Ha : 99

كَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ مَا قَدْ سَبَقَ ۚ وَقَدْ ءَاتَيْنٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكْرًا

● Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu PERINGATAN (ZIKRA)(Al Quran). ●

Az-Zukhruf : 36

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ

● Barangsiapa yang berpaling dari PERINGATAN (ZIKRI) Tuhan Yang Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (QARIN). ●

Yang tak baca dan tak paham dan menjauhi Al-Quran itu dapat teman sangat rapat yang selalu mengikut mereka ke mana sahaja dan inilah QARIN mereka -syaitan. Allah sendiri yang hantar.

Al-Jinn : 17

لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِۦ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا

● Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari PERINGATAN (ZIKRI) Tuhannya (RABBIHI), niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. ●

--------

Siapakah Ahlinya ?

Siapa yang menghafal dan memahami Al-Quran ? Utul 'Ilma.

Siapa yang tidak henti-henti MENGINGAT ALLAH ? - Ulil Albab.

Ahli Zikir ada 2 maksud namun kesudahannya tetap sama. Satu bermaksud Ahli dalam MEMAHAMI KITAB ALLAH kerana Az-Zikri bermaksud Al-Quran maka Ahli Zikir adalah orang yang AHLI dalam Pemahaman Al-Quran.

Kedua bermaksud orang yang tidak berhenti Berzikir atau MENGINGAT ALLAH - Berdiri-duduk-baring dan mereka ini adalah Ulil Albab.

Maka Ahli Zikir adalah Utul 'Ilma juga Ulil Albab.


7) Orang yang Berilmu dari Kitab ('ILMAN MINAL KITAB)

An-Naml : 40

قَالَ الَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

● Berkatalah seorang YANG MEMPUNYAI ILMU DARI AL-KITAB : "Aku akan membawa singgahsana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Yang Kaya lagi Mulia". ●

Orang Yang Berilmu dari Al-Kitab itu bermaksud orang yang FAHAM dan TAHU atau BERILMU tentang ISI KANDUNGAN dan RAHSIA-RAHSIA dalam 'Kitab' Allah.

Al-Kitab ada 2 maksud. Satu bermaksud Kitab Wahyu. Satu lagi bermaksud Luh Mahfuz dan ianya di panggil juga sebagai UMMUL KITAB.

Orang yang di beri ILMU terus dari LUH MAHFUZ ini meskipun dia bukan seorang Rasul Nabi, mereka sudah MENCARIK ADAT, dengan boleh memindahkan Istana Raja dengan lebih cepat dari kerdipan mata.


8) Orang yang MELIPUTI Ilmunya atau Mempunyai Ilmu 'Ladunni'

Al-Kahf : 68

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ خُبْرًا

● Dan bagaimana kamu dapat SABAR atas sesuatu, yang kamu belum MELIPUTI (TUHIT°) pengetahuan/perkhabaran yang cukup tentang hal itu?" ●

(Kita tidak dapat SABAR adalah kerana TIDAK MELIPUTI Pengetahuan atau ILMU kita.)

Al-Kahf : 74

فَانطَلَقَا حَتّٰىٓ إِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

● Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr MEMBUNUHNYA. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang SUCI, bukan kerana dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar". ●

Orang yang Berilmu 'LADUNNI' bermaksud Orang yang Berilmu dari sisi-Ku.

Al-Kahf : 65

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

● Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami AJARKAN kepadanya (WA 'ALLAMNAHU) dari sisi Kami (LADUNNA), ILMU. ●

(Ladunni = sisi Ku, Ladunna = sisi Kami)

Perbuatan mereka ada yang 'MENCARIK SYARIAT' ALLAH.

Mereka sudah 'BINASA diri' kerana mereka MELAKUKAN sesuatu BUKAN dengan KEHENDAK diri mereka sendiri namun KEHENDAK ALLAH, melalui mereka secara TERUS.

Al-Kahf : 82

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

● ....dan BUKANLAH AKU MELAKUKANNYA MENURUT KEMAHUANKU SENDIRI (AMRI). Demikian itulah TAKWIL (MAKSUD) perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".

Inilah setinggi-tinggi Ilmu yang manusia boleh dapat. Ianya ILMU dari sisi Nya secara terus (direct).


====
End.

Yang Berilmu itu Allah.

Allah Al-'Alim.

Moga Allah menggolongkan kita dalam kategori ULAMAK atau Orang 'Alim dan yang sekategori dengannya.

====


Tiada ulasan:

Catat Ulasan