Navigate

Carian

Selasa, 27 Disember 2016

Larangan Allah Mengikut Keutamaan

(Tarikh ditulis : 26 Dec 2016)

Firman Allah tentang LaranganNya :

An-Nahl : 90

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

● Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku ADIL dan berbuat KEBAJIKAN (IHSAN), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan KEJI (FAHSYAA`), MUNGKAR dan PENINDASAN (BAGHYI). Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ●

Al-An'am : 151

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا أَوْلٰدَكُم مِّنْ إِمْلٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

● Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang DIHARAMKAN atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu MEMPERSEKUTUKAN (TUSYRIKU) sesuatu dengan Dia, BERBUAT BAIKLAH terhadap kedua orang IBU BAPA, dan janganlah kamu MEMBUNUH ANAK-ANAKMU kerana takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang KEJI, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu MEMBUNUH JIWA YANG DI HARAMKAN Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). ●

Al-A'raf : 33

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطٰنًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang KEJI (FAWAAHISYA), baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan DOSA BESAR (ITHM), melanggar hak manusia / MENINDAS (BAGHYI) tanpa alasan yang benar, MEPERSEKUTUKAN (TUSYRIKU) Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (S°ULT°AAN) untuk itu dan MENGATAKAN / Mengada-adakan (TAQUULUU) terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".●

Sesungguhnya ayat Al-A'raf: 33 di atas mengandungi TURUTAN KEUTAMAAN dalam Larangan Allah. Ianya bermula dari bawah. Sungguh seni Kalam Allah jika kita benar-benar Mentadabbur dan Mentadarrus Al-Quran ini.

-----

Firman Allah tentang mengadakan Kedustaan terhadap Allah :

Ali 'Imran : 77

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولٰٓئِكَ لَا خَلٰقَ لَهُمْ فِى الْءَاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan HARGA YANG SEDIKIT, mereka itu tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah TIDAK AKAN BERKATA-KATA dengan mereka dan TIDAK AKAN MELIHAT kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ●

Al-Baqarah : 174

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang MENYEMBUNYIKAN apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan HARGA YANG SEDIKIT, mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah TIDAK AKAN BERBICARA kepada mereka pada hari kiamat dan TIDAK MENSUCIKAN MEREKA dan bagi mereka siksa yang amat pedih. ●

Al-Baqarah : 159

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِ ۙ أُولٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang MENYEMBUNYIKAN apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati, ●


Ali 'Imran : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan / sepuak yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebahagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", PADAHAL IA BUKAN DARI SISI ALLAH. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ●

-----

Firman Allah tentang Syirik :

An-Nisa' : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرٰىٓ إِثْمًا عَظِيمًا

● Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang MEMPERSEKUTUKAN Allah, maka sungguh ia telah berbuat DOSA YANG SANGAT BESAR (ITHM 'AZ°IIMA). ●

-----

Firman Allah tentang Dosa Besar :

Al-Baqarah : 219

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْءَايٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

● Mereka bertanya kepadamu tentang KHAMAR (YANG MEMABUKKAN / MENGKHAYALKAN / YANG MENUTUP MINDA) dan JUDI. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat DOSA YANG BESAR (ITHMUHUMA AKBAR) dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, ●

Al-Ma'idah : 90

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

● Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. ●

An-Nisa' : 112

وَمَن يَكْسِبْ خَطِيٓـَٔةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِۦ بَرِيٓـًٔا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

● Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian diTUDUHkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan DOSA YANG NYATA (ITHM MUBIINA). ●

Al-Anfal : 16

وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوٰىهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

● Barangsiapa yang membelakangi (DUBURAH) mereka (MUNDUR) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. ●

An-Nur : 23

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنٰتِ الْغٰفِلٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ لُعِنُوا فِى الدُّنْيَا وَالْءَاخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang MENUDUH wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, ●

An-Nisa' : 97

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى الْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولٰٓئِكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

● Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di tanah / negeri kami". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat BERHIJRAH di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, ●


At-Taubah : 39

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًٔا ۗ وَاللَّهُ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

● Jika kamu TIDAK berangkat untuk BERPERANG, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ●

Al-Baqarah : 275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبٰوا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِى يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَانتَهٰى فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

● Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ●

Muhammad : 22

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوٓا أَرْحَامَكُمْ

● Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat FASAD (Corruption) di muka bumi dan memutuskan hubungan KEKELUARGAAN / Silaturrahim ? ●

Muhammad : 23

أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمٰىٓ أَبْصٰرَهُمْ

● Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. ●

-----

Firman Allah tentang menindas atau mengambil hak orang lain :

An-Nisa' : 2

وَءَاتُوا الْيَتٰمٰىٓ أَمْوٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوٓا أَمْوٰلَهُمْ إِلٰىٓ أَمْوٰلِكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا

● Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar (KABIIRAA). ●

An-Nisa' : 10

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوٰلَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

● Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). ●

Al-An'am : 152

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

● Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. ●

Al-Ma'idah : 38

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوٓا أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكٰلًا مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

● Laki-laki yang MENCURI  dan perempuan yang MENCURI, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai TAULADAN (NAKAALA) dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ●

Al-Mumtahanah : 12

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ إِذَا جَآءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰىٓ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْـًٔا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلٰدَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتٰنٍ يَفْتَرِينَهُۥ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِى مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan MENCURI (YASRIQNA), tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

-----

Firman Allah tentang perbuatan Keji :

Asy-Syura : 37

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبٰٓئِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوٰحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

● Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa (ITHM) besar (KABAA`IR) dan perbuatan-perbuatan KEJI (FAWAAHISYA), dan apabila mereka marah mereka memberi ampun. ●

An-Najm : 32

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبٰٓئِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوٰحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وٰسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰىٓ

● (iaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar (KABAA`IRA ITHM) dan perbuatan keji (FAWAAHISYA) yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. ●

Al-Isra' : 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

● Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya ZINA itu adalah suatu perbuatan yang KEJI (FAAHISYAH). Dan suatu jalan yang BURUK (SAA`). ●

Al-'Ankabut : 28

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ

● Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat KEJI (FAAHISYAH) yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu". ●

An-Nisa' : 22

وَلَا تَنكِحُوا مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ النِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَمَقْتًا وَسَآءَ سَبِيلًا

● Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat KEJI (FAAHISYAH) dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). ●

An-Nur : 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِى فَاجْلِدُوا كُلَّ وٰحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ

● Perempuan yang BERZINA dan laki-laki yang BERZINA, maka deralah / sebatlah / 'flog' (FAJLIDUU) tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera / sebatan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) DEEN Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. ●

-----

Firman Allah tentang Mungkar :

Al-Hajj : 72

وَإِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ ءَايٰتُنَا بَيِّنٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

● Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda KEENGKARAN (MUNKAR) pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. ●

Al-Kahf : 74

فَانطَلَقَا حَتّٰىٓ إِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

● Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu MEMBUNUH JIWA YANG SUCI, bukan kerana dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang MUNKAR (NUKRA)". ●

Al-Mujadilah : 2

الَّذِينَ يُظٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهٰتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهٰتُهُمْ إِلَّا الّٰٓـِٔى وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

● Orang-orang yang menZIHAR isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan MUNGKAR dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. ●



Kesimpulan Larangan Allah :

Di susun mengikut Keutamaan. Tanpa kita menjauhi larangan Allah mengikut Prioriti, kita sebenarnya sudah salah Jalan atau sesat Jalan. Fahamilah mengapa Prioriti itu penting.


1) Mengada-adakan KEDUSTAAN atau PENDUSTAAN terhadap Allah

Sesungguhnya inilah paling besar kemurkaan Allah kepada kita manusia jika manusia memandai-mandai mengatakan sesuatu yang mereka tidak tahu tentang Allah atau mereka MENGADA-ADAKAN atau Mereka-reka sesuatu tentang Allah. Allah tak kata, mereka kata Allah kata. Atau, Rasul Allah tidak kata, mereka kata dia kata. Ini juga mengadakan Kedustaan terhadap Allah dengan mengadakan Kedustaan terhadap Rasul Nya.

Inilah PEMBOHONGAN dan PENDUSTAAN terhadap Allah.

Selalunya bukanlah golongan yang rasa diri mereka 'TIDAK ULAMAK'. Golongan ini SESAT kerana hanya menurut Sangkaan tanpa dalil atau bukti.

Berdasarkan ayat Ali-`Imran:77-78, Al-Baqarah : 159,174 dan Al-A'raf : 33 di atas, perbuatan mengada-adakan KEDUSTAAN atau PEMBOHONGAN terhadap Allah, MENYEMBUNYIKAN Kebenaran atau Wahyu Allah dan Merosak Janji dengan Allah dan MENJUAL ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit inilah yang PALING ALLAH Murkai.

Siapakah Golongan yang jenis ini ?

Golongan yang di gelar ('so-called') ULAMAK - Oleh definasi orang yang mengaku Muslim dari dulu sehingga masa kini yang masih tak paham apa sebenarya maksud ULAMAK.

ULAMAK SUU`. ULAMAK JAHAT. ULAMAK yang berpura-pura. ULAMAK yang menyampaikan KEBATILAN dan bukan KEBENARAN. ULAMAK yang nampak pangkat, harta atau DUIT di dunia iaitu menyampaikan CERAMAH konon untuk berdakwah tapi bukan Redha Allah yang di cari melainkan harta atau duit Upah atau Populariti. Ini termasuk mengeluarkan fatwa untuk menghalalkan RIBA dengan segala macam terminologi 'ala-ala Islamik'. Ia juga termasuk mengeluarkan Fatwa yang menyokong Kerajaan yang Fasad lagi Menindas Hak-hak rakyat. Mengenakan Upah itulah Menjual Ayat-ayat Allah dengan Harga yang sedikit. Kadang-kadang Mendapat Upah dengan Menghalalkan yang Haram atau Mengharamkan yang Halal dengan memanipulasi ayat-ayat Allah. Ini juga Menjual ayat-ayat Allah dengan Harga yang Sedikit.

(Semua Rasul Allah yang Menyampaikan Kebenaran di HARAMKAN Allah mengambil upah, begitu juga semua Pengikut Rasul yang benar-benar ULAMAK yang Takut kepada Allah.)

ULAMAK yang bukan BERPAKSIKAN Kitab Wahyu Allah iaitu Al-Quran tapi MENGUTAMAKAN Buku atau Kitab lain dari Kitab Wahyu dan BERBOHONG pula MENGATAKAN atau MENGKLAIM yang buku atau Kitab Karangan 'ULAMAK' itu di samakan dengan KITAB WAHYU. Ini satu PENDUSTAAN BESAR-BESARAN.

Sekali lagi :

Ali 'Imran : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan / sepuak yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebahagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", PADAHAL IA BUKAN DARI SISI ALLAH. Mereka berkata DUSTA terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ●

Kita semua WAJIB menjadi ULAMAK dan bukan Percaya Sahaja atau Mengikut sahaja SANGKAAN kebanyakan manusia yang mengatakan seseorang itu ULAMAK. 

Jika kita sendiri tidak menjadi ULAMAK maka kita tidak akan TAKUT kepada Allah. Kita bertanggung-jawab untuk mengenal mana yang Batil dan mana yang Haq. Zaman ini, terlampau banyak Fitnah dan Sangkaan (Assumptions) yang sedikitpun tidak mendekati Kebenaran, terutama terlampau ramai ULAMAK SUU` datang dengan PENDAPAT dan SANGKAAN yang pelbagai macam kerana berpuak-puak. Semua kata dialah paling betul mengikut ketua Puak mereka.

Jika kita tidak TAKUT kepada Allah bagaimana mungkin kita boleh menjauhi larangan Allah dan mendapat KeampunanNya. Bagaimana mungkin dapat kita mengenal siapa ULAMAK yang benar-benar KHASYIYYA / Takut kepada Allah.

Moga Allah menjauhkan kita dari mengagung-agungkan ULAMAK SUU` dan mengikuti membuta-tuli apa kata mereka. Tanggung-jawab menyelidik dan mengesahkan setiap informasi yang kita dengar samada fakta kebenaran atau hanya kenyataan tak berbukti maka batil adalah tanggungjawab setiap manusia yang mempunyai pendengaran, penglihatan, pemikiran dan rasa sedar diri.


2) MENSYIRIKKAN ALLAH - DOSA SANGAT BESAR YANG TAK DI AMPUN :

Syirik atau Mempersekutukan Allah. Dosa ini walau kita mengaku Muslim Mukmin, jika kita beriktiqad sesuatu ada bersekutu atau bersyarikat atau ber'Partner' dengan Allah, maka itulah kita MENSYIRIKKAN ALLAH, dan tak akan di AMPUN DOSA, meskipun kononnya kita tidak membuat perbuatan Keji dan Mungkar atau tidak membuat Dosa Besar yang lain.

Tolonglah wahai pembaca sekalian -terutama diri saya sendiri, mohon Allah, jadikan diri saya dan para pembaca tergolong orang yang Hanif lagi Mukhlasiin.

Fahamilah bab Syirik ini benar-benar. Jika kita tidak faham dan berlaku Syirik kepada Allah, amatlah sia-sia dan rugilah apa yang kita buat yang kita sangka dah cukup baik, seperti buat amalan sedekah, Solat, mahupun Puasa mahupun Haji, mahupun menyampaikan kebenaran kepada orang lain.

Ayat An-Nisa`: 48 di atas menceritakan tentang Syirik yang tak di ampun dosanya.

(Rujuk https://cahayapalingbaik.blogspot.my/2014/05/siapa-tuhan-lain-sembahan-manusia.html?m=1 untuk mengetahui apa iktiqad yang mensyirikkan Allah).

3) Menindas Manusia atau Mengambil Hak orang lain tanpa sebab yang jelas.

Khususnya adalah tentang mengambil hak-hak atau harta anak-anak Yatim yang dalam pengurusan kita.

Mencuri, merompak, menyamun atau apa sahaja pengambilan secara paksa atau dengan sengaja hak-hak atau harta orang lain.

Selain itu adalah di dalam Perniagaan, kena Jujur dalam Perniagaan, Beri kepada orang yang membeli Haknya dengan adil dan jangan menipu dalam Sukatan barangan. Bukan sahaja tentang Timbang Berat sesuatu barangan di pasar, secara yang lebih meluasnya adalah APA yang kita Janjikan kepada orang tentang Barangan Produk atau Servis kita, jangan kita Kurangi.

Ini adalah berdasarkan ayat-ayat Allah pada An-Nisa: 2, 10, Al-Maidah : 38, Al-Mumtahanah : 12 dan Al-An'am : 152 di atas.


4) Melakukan DOSA BESAR (ITHM) atau MUNGKAR :

a) Membunuh anak kerana takut kemiskinan.
b) Membunuh orang lain tanpa sebab yang benar.
c) Minum atau Makan yang Memabukkan atau KHAMAR. Tidak semestinya Arak. Ianya termasuk Dadah berbahaya dan mengkhayalkan seperti Heroin, Morphine, Pil Kuda, Ice dan sebagainya.
d) Berjudi
e) Berkorban untuk Selain Allah, contohnya bagi Pengeras kepada Si Bomoh.
f) Tenung Nasib
g) Menuduh orang lain melakukan kesalahan sedangkan diri sendiri yang buat (BlackMail).
h) Menziharkan Isteri
i) Lari dari Peperangan
j) Tidak pergi Perang setelah Wajib Berperang
k) Tidak Berhijrah setelah Wajib Berhijrah
l) Menuduh perempuan baik Berzina tanpa bukti
i) Memakan Riba.
j) Membuat FASAD (Corruption)
k) Memutuskan Hubungan Keluarga / Silaturrahim


Rujuklah kepada ayat Al-An'am : 151, Al-Baqarah : 219, Al-Ma`idah : 90, Al-Kahfi :74, Al-Mujadillah : 2, An-Nisa` : 112 dan lain-lain ayat di atas.


5) Melakukan Perbuatan KEJI :

Zina, Homoseks, samada terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

Berkahwin dengan bekas isteri Bapa atau Sumbang Mahram (Incest).

Keji atau Faahisyah juga di panggil SUU` atau perbuatan Buruk/Jahat.

Rujuklah ayat Al-Isra` : 32, Al-Ankabut : 28 dan An-Nisa`:22 di atas.


6) Dosa-dosa atau Kesalahan-kesalahan Kecil (SAIYI`AAT) yang boleh terhapus kesalahan dengan Menjauhkan diri dari dosa-dosa besar, Melakukan suruhan Allah yang lain seperti Solat, Sedekah dan Amal Perbaiki Diri atau Penambahbaikan (Soleh) yang lain.

Hud : 114

وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّـَٔاتِ ۚ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِينَ

● Dan dirikanlah SOLAT itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik (HASANAH) itu menghapuskan kesalahan-kesalahan (SAIYI`AAT). Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. ●


Al-'Ankabut : 7

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِى كَانُوا يَعْمَلُونَ

● Dan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka kesalahan-kesalahan / dosa-dosa mereka (SAIYI`ATIHIM) dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. ●

Muhammad : 2

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَءَامَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۙ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

● Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang HAQ dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan KESALAHAN-KESALAHAN mereka (SAIYI`ATIHIM) dan MEMPERBAIKI (AS°LAH) keadaan mereka. ●

Al-Baqarah : 271

إِن تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

● Jika kamu menampakkan SEDEKAH (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebahagian KESALAHAN-KESALAHANMU (SAIYI`ATIKUM); dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

====
End.

(Silalah juga rujuk kepada Ulil Albab atau Ahli Zikir atau Ulamak yang Takut kepada Allah, yang lain).

Allah Ar-Rahman.

Moga Allah merahmati kita semua.
====

Tiada ulasan:

Catat Ulasan