Navigate

Carian

Sabtu, 21 November 2015

Bagaimana nak rasa Allah wujud (1)

Bagaimana nak rasa Allah wujud (1)

( Date written : 22 Dec 2013 - KAS)
( 2nd Update : 02 Feb 2014 - KAS )
( 3rd Update : 22 Nov 2015)
(Last update : 30 Oct 2016)

Intromission
==========

Kelemahan iman umat Islam sekarang adalah kerana pertama;  kurangnya memahami Al Quran - iaitu cahaya, rahmat dan juga pembimbing kita. Kedua; iman atau keyakinan kita pada Allah adalah seperti buih2 di lautan sahaja.

Kita 'tahu' Allah wujud, berkuasa dan sebagainya,  namun hati kita tidak 'bergementar' bila disebut Allah, maka kita semua yang tidak sampai rasa bergementar, maka iman kita pada Allah masih tidak benar.

Firman Allah :

Al-Anfal : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut (atau ingat) Allah gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Sebenarnya kita bukan tak pernah dengar Kalam Allah di atas di sebut-sebut tatkala khutbah atau di dalam kelas atau kat mana2 Ustaz bagi ceramah - namun berapa kerat dari kita dapat rasakan "gementar" tersebut termasuk saya atau Ustaz yang bercakap ?

Yup - kita semua yang belum "bergementar" hati bila di sebut Allah - samada kita sendiri sebut atau orang lain sebut - maka tak betul lagi iman atau keyakinan kepada Allah.

Dalam research saya untuk mencari bagaimana untuk dapat rasa "gementar" - telah banyak ayat2 Al Quran saya telaah, perhatikan, kaji dan kaji - bukan senang untuk mendapat maksud "iman" yang sebenarnya ini - apatah lagi Taqwa. Sebelum bertaqwa prerequisite adalah beriman dulu. Iman tak pass apatah lagi bertaqwa.
Pengkajian di teruskan dengan mereview sifat-sifat Allah dan bertanya dan sering bertanya pada diri - macammana nak gementar sedangkan kita tak "rasa" pun Allah wujud?

========

Beza Rasa dan Tahu

Kita bukan tak tahu yang Allah itu wujud atau ada. Tahu. Dan Yakin. Allah itu ada. Tahu juga Dia itu Esa. Dan segala sifat yang wajib bagi Dia. Tahu Dia Yang Memberi Manfaat juga Mudharat dan tahu Dia Yang Memberi Rezeki dan Menyempitkan rezeki. Banyak sungguh dalam Al Quran menyatakan tentang ini. Dan nama-nama Allah yang lain yang melambangkan sifat-sifatNya juga kita tahu.

Tahu tapi tak Rasa.

Itu lah puncanya HATI KITA TAK GEMENTAR BILA DI SEBUT ALLAH.

Kalau kita dah boleh rasa Allah itu wujud dan dengan ilmu dan pengetahuan yang kita ada tentang Allah - sudah tentu kita boleh rasa gementar - namun tidak.

Kita tak rasa Allah itu wujud.

Kita selalu letak Allah nuuuun di belakang.
Bila dah susah, di timpa musibah, baru teringat nak minta tolong dengan berdoa.  Bila Allah dah lepaskan kita dari kesusahan, kita lalai balik.

Firman Allah :

Yunus : 22

هُوَ الَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتّٰىٓ إِذَا كُنتُمْ فِى الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ الْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشّٰكِرِينَ

● Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". ●

Yunus : 23

فَلَمَّآ أَنجٰىهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِى الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلٰىٓ أَنفُسِكُم ۖ مَّتٰعَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

● Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ●

Al-Isra' : 67

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنسٰنُ كَفُورًا

● Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. ●


Berkemungkinan atau rata-rata siapa yang pernah menangis memohon Ampun pada Allah semasa tangisan kita tu BARU DAPAT KITA "RASA" wujud Allah dan masa tu kita rasa Allah dekat.

Siapa yang tak pernah menangis memohon Ampun pada Allah eloknya waktu sebelum subuh,  cubalah buat - memang boleh RASA masa tu Allah itu dekat.

Firman Allah :

Ali 'Imran : 17

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

● (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur (ASHAR). ●


Az-Zariyat : 18

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

● Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar / Sahur (ASHAR). ●

Tetapi persoalan nya - takkan masa tu je kita nak rasa Allah itu wujud? Lepas tu?

Takkan masa kita nak berhajat kepentingan kita je kita beriya-iya nak berdoa ? Lepas tu?

Back to square one.

Allah macam tak ada pada kita.
Macam tak ada.

Sebab tak RASA Allah itu wujud.

======

Masa bila sebenarnya kita mengenal Allah ?

Adakah sejak kita akil baligh atau tatkala dengar Ustaz masa kecik2 dulu atau kata Mak Bapak kita?

Jawapan nya bukan masa itu.

Masa bila ?

Firman Allah :


Al-A'raf : 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلٰىٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلٰى ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِينَ

● Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap JIWA mereka (ANFUSIHIM) (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", ●

ANFUSIHIM bermakna Jiwa-jiwa mereka.  Iaitu jiwa-jiwa atau diri-diri kita.  Ianya bukan jasad kita.

Kenalilah ada beza antara Jiwa kita dengan Roh kita.

Di masa bila Allah bertanya dan kita mengakui dan bersaksikan tentang Allah itu Tuhan kita? Masa Jiwa kita di alam Rahim lagi.

Boleh ke kita ingat?  Masa bila kita ambik persaksian ini? Tak rasa pun entah bila.

Kena percaya,  wajib percaya sebab ini Ayat Allah. Bukan saya kata tapi Allah kata. Masa Jiwa kita terbentuk di Alam Rahim lagi kita sudah BERSAKSI bahwa Allah Tuhan kita.

======
Apa itu Roh ?

Roh adalah "urusan" Tuhan ? :


Al-Isra' : 85

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

● Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk "urusan" Tuhan-ku (AMRI RABBI), dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". ●

Roh by definition adalah AMRI RABBI - AMR bermaksud "URUSAN" (sila BACA - Arasy dan Wujud Allah di mana UNTUK FAHAM apa sebenarnya maksud AMR) adalah sesuatu yang SANGAT TIDAK KENA, sesuatu yang sudah di simplikasi kan sehingga tak boleh nak DINFIKIRKAN LANGSUNG. Inilah Kebathilan. Amr bermaksud PELAKSANA ARAHAN.

Kita tak dapat tahu banyak; namun yang sedikit itu KITA kena TAHU dan RASA sebab ia kena mengena dengan nak capai "rasa" wujud Allah.

Bila Roh Allah tiupkan ke dalam jasad Adam, Allah perintahkan semua Malaikat sujud pada Adam.

Sad : 72

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ

● Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya (jasad Adam) dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". ●

Al-Hijr : 29

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ

● Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya Roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. ●

Pernah kita terpikir kenapa Allah suruh sujud kepada Adam setelah Roh ada dalam jasad Adam?  Kenapa masa Jasad dah sempurna dan masa belum masuk Roh, Allah tidak suruh sujud?

Apakah kemuliaan Roh kita ni yang sebab itu Allah suruh semua Malaikat bersujud?
Kita ni pulak boleh ke Bersujud dengan sesiapa selain dari Allah?

Allah itu Esa dan kita disuruh bersujud kepada hanya DIA,  namun mengapa semua Malaikat di suruh sujud kepada Adam setelah masuknya Roh ke dalam Jasad Adam?

Jawapan nya : pergi tanya orang yang dah "gementar" qalbu bila di sebut Allah atau KAJILAH dan BACALAH dan FAHAMILAH AL-QURAN dan tak paham TANYA.

Firman Allah lagi :


Al-Anbiya : 91

وَالَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعٰلَمِينَ

● Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya Roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. ●

At-Tahrim : 12

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِۦ وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِينَ

● dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami TIUPKAN (FA NAFAKHNA) ke dalam rahimnya sebagian dari Roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat. ●

Kalau Allah sebut Roh yang masuk badan atau jasad,  perkataan yang Allah gunakan adalah "tiup" (English sebut BREATHE) - berasal dari huruf dasar NUN FA KHA.

ITU SEBAB, bila Roh ada dalam badan kita kita "BERNAFAS". Yang BERNAFAS sebenarnya Roh ke Jasad?
Sebenarnya yang bernafas adalah Roh. Macammana tau ? Semasa hidup, walau jasad kelihatan BERNAFAS, tapi Roh lah yang bernafas sebenarnya sebab bila Roh tiada (mati), jasad tidak bernafas.

Pada NAFAS lah kita tahu bahawa ROH itu wujud dalam jasad. Bila Roh takde dalam jasad - kita tidak bernafas.

Firman Allah lagi :

As-Sajdah : 7

الَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسٰنِ مِن طِينٍ

● Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. ●

As-Sajdah : 8

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُۥ مِن سُلٰلَةٍ مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ

● Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. ●

As-Sajdah : 9

ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

● Kemudian Dia menyempurnakan (SAWWAHU) dan meniupkan (NAFAKHA) ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan AF`DAH; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. ●

Dari ayat2 Allah tentang kejadian Nabi Isa - dapat lah kita simpulkan bahawa takde Jasad dulu pun takpe atau takde Janin dulu pun takpe, Roh manusia kalau dah ada maka Jasad akan di wujud kan. Roh kita dah lama ada dan cara di masukkan dalam jasad adalah melalui "tiupan" (breathe / NAFAKHA). Bagaimana "tiupan" itu, berapa "pressure dalam psi" rasa tak payah lah kita kaji lebih namun cukup kita mengetahui bila "tiup" ia adalah sesuatu yang kena-mengena dengan 'udara' yang bergerak dan itu SEBAB KITA BERNAFAS. (Allah itu LAIN dan TAK BERSAMAAN LANGSUNG dengan MakhlukNya - jadi jangan bayangkan)

Lagi, yang sangat penting kita kena tahu tentang Roh adalah sebab ada Roh dalam jasad lah baru Jasad itu "hidup" iaitu dapat Mendengar, Melihat dan punyai AF`IDAH. AF`IDAH adalah kata jamak (plural) kepada FUAD.

Dengan FUAD lah kita boleh merasa (kesedaran hidup), memahami (ilmu), berkehendak, berkata-kata dan ada daya upaya.

Firman Allah lagi:

An-Nahl : 78

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan AF`IDAH, agar kamu bersyukur. ●

Al-Mu'minun : 78

وَهُوَ الَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

● Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan AF`IDAH. Amat sedikitlah kamu bersyukur. ●

Al-Isra' : 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰٓئِكَ كَانَ
عَنْهُ مَسْـُٔولًا

● Dan janganlah kamu mengikuti (PURSUE) apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ●

Al-Ahqaf : 26

وَلَقَدْ مَكَّنّٰهُمْ فِيمَآ إِن مَّكَّنّٰكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصٰرًا وَأَفْـِٔدَةً فَمَآ أَغْنٰى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَآ أَبْصٰرُهُمْ وَلَآ أَفْـِٔدَتُهُم مِّن شَىْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِـَٔايٰتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

● Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan AF`IDAH; tetapi pendengaran, penglihatan dan AF`IDAH mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. ●

Al-A'raf : 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

● Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai QALBU, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (YAFQAHUN) (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai MATA (A'YUN) (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MELIHAT (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai TELINGA (AZAAN) (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MENDENGAR (YASMA'UUN) (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. ●

Dari ayat2 Allah di atas jelas lah pada kita dengan adanya Roh kita dapat mendengar, melihat dan FUAD yang memahami dan merasa - dan tujuan Allah beri semua ini adalah supaya kita bersyukur,  supaya kita di uji dan supaya kita bertanggung jawab. Kita wajib menggunakan ketiga-tiga deria tersebut untuk mengenal dan melihat, mendengar dan memahami ayat2 atau tanda2 kewujudan dan kebesaran Allah.

Dari ayat-ayat di atas juga jelas bahawa ada beza antara Mata ('AIN) dengan Penglihatan (BAS°AR), Telinga (AZAAN) dengan Pendengaran (SAMA') dan QALBU dengan FUAD (Rasa Sedar).

Deduksinya adalah Mata, Telinga dan Qalbu adalah benda fizikal. Manakala Penglihatan, Pendengaran dan Rasa Sedar itu adalah benda bukan fizikal.

Firman Allah :

Qaf : 37

إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

● Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati (QALBUN) atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. ●

======

Perintah zikir atau ingat kepada Allah. Lawannya adalah Lalai dari mengingati Allah.

Al-Ahzab : 41

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

● Hai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah, dengan ingatan (zikir) yang sebanyak-banyaknya. ●

Ali 'Imran : 190

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ

● Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai LUBB (ULIL ALBAB), ●

Ayat di atas jika di baca terjemahan biasa ianya akan jadi "..tanda-tanda bagi orang yang mempunyai akal." Sedangkan Allah menggunakan perkataan Ulul Albab yang bermaksud orang-orang yang mempunyai Lubb. Lubb adalah lapisan terdalam qalbu atau hati - atau saripati (ESSENCE / PURE) sesuatu; dari sinilah berasal nya perkataan melayu kita "LUBUK HATI". Lubb ini ianya suci jernih dan tidak di kotori dan Lubb ini sangat mengenali tanda-tanda Wujud Allah dan kebesaran Allah.

Ali 'Imran : 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيٰمًا وَقُعُودًا وَعَلٰى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بٰطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

● (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ●

Tahu tak orang yang memiliki atau mempunyai Lubb, mereka INGAT (ZIKIR) kepada ALLAH 24 jam sehari? Berdasarkan ayat Allah di atas, orang yang "memiliki Lubb" (ULUL ALBAB),  mereka ingat Allah masa berdiri,  duduk atau baring. Kita ada cuma dalam 3 keadaan sahaja, tak lebih - makanya orang yang memiliki Lubb adalah orang yang sentiasa 24 jam INGAT ALLAH.

Bila dah 24 jam INGAT ALLAH - orang macam nilah yang dapat RASA wujud ALLAH dengan segala sifat-sifat Nya yang ESA.

Ta Ha : 42

اذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ بِـَٔايٰتِى وَلَا تَنِيَا فِى ذِكْرِى

● Pergilah kamu (Musa) beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; ●

An-Nahl : 108

أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصٰرِهِمْ ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

● Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. ●

Dari ayat2 di atas kita sentiasa di suruh untuk berzikir iaitu mengingati Allah sebanyak-banyaknya dengan menggunakan ketiga - tiga deria anugerahkan Allah tersebut. Jika sudah dikunci mati ketiga-tiga deria tersebut jadilah kita orang yang lalai dari mengingati atau berzikir kepada Allah.

======

Zikir kepada Allah ada kaitan dengan RASA wujud Allah

Zikir kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya perlu di beri satu "dimensi penerangan" yang baru.

Bagaimana yang dikatakan zikir atau ingat kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya? Adakah dengan bilangan 1000 kali, 100000 kali sehari, atau bilangan-bilangan yang lain. Kita sering disuruh melalukan zikir dengan menyebut-menyebut "Laila ha illAllah" atau "Allah. .Allah.."

Di sinilah rupanya titik-tolak PERBEZAAN pemahaman yang besar tentang CARA mengingati Allah yang sebenar.

Sebenarnya kita di tuntut berzikir atau ingat kepada Allah bukan dengan cara macam itu, iaitu mengulang-ulangi sebutan "Allah..Allah.." atau zikir-zikir yang lain.

Kita di tuntut untuk berzikir adalah dengan menggunakan deria Pendengaran, Penglihatan dan Hati (FUAD) kita sentiasa dalam memerhatikan Tanda-tanda (ayat-ayat) Allah.

======

Apa yang di katakan Tanda-tanda atau Ayat-ayat Allah ?

Satu ianya bermaksud Ayat-ayat Al Qur'an.

Kedua ianya bermaksud Tanda-tanda kewujudan Allah atau tanda-tanda keagungan Allah.

Segala sesuatu di alam semesta ini termasuk diri kita ini adalah Tanda-tanda Allah atau di sebut dalam Al Quran sebagai "Ayat".

========

Sekarang INILAH JAWAPAN kepada soalan Bagaimana nak rasa Allah wujud.

Ingat kepada Allah yang sebenar-benarnya adalah PABILA kita mendengar, melihat dan memahami, merasa, membuat sesuatu HENDAKLAH kita rasakan atau mengakukan :
PERTAMA :

Yang kita lihat itu (apa sahaja yang kita lihat itu) adalah Zahir nya Allah itu sendiri.

Firman Allah :

Al-Hadid : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْءَاخِرُ وَالظّٰهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

● Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Zahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. ●

Segala  yang kita lihat, hendaklah kita lihat Wajah Allah di situ, di sini, di atas, di bawah, di depan,  di belakang, di kiri atau di kanan.

Firman Allah :

Al-Baqarah : 115

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

● Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. ●

Yang ni kena betul-betul faham nanti sesat atau syirik. BUKANLAH bermaksud itu semuanya adalah Allah - itu salah. Yang kita lihat semuanya itu - batu, kayu, tanah, kereta, pokok, bumi dan langit, atau kita lihat manusia lain, itu semestinya bukan Allah; tetapi "Wajah ALLAH".

Di sini lah kita kena ME "RASA" KAN bahawa semua yang ternyata dan terlihat itu,  adalah DATANGNYA dari ALLAH semata-mata dan juga segala makhluk atau ciptaan itu bukan sahaja TERBIT dari Allah,  tapi juga adalah IMEJ DALAM CERMIN di mana yang di luar cermin itu adalah ALLAH. Itulah maksud sebenar "Wajah Allah".

Perumpamaan ini saya buat hanya untuk menghampiri PAHAM dan Maha Suci Allah dari apa yang saya sifatkan padaNya yang tidak sesuai dengan Nya.

Firman Allah lagi :

An-Nisa' : 126

وَلِلَّهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ مُّحِيطًا

● Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah Allah Maha Meliputi segala sesuatu. ●

Tahu apa maksud "meliputi" ?

Firman Allah lagi :

Al-Isra' : 60

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِىٓ أَرَيْنٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِى الْقُرْءَانِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيٰنًا كَبِيرًا

● Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya Tuhanmu meliputi segala manusia". ... ●

Fussilat : 54

أَلَآ إِنَّهُمْ فِى مِرْيَةٍ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَآ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍ مُّحِيطٌۢ

● Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. ●

Al-Mujadilah : 7

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوٰى ثَلٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ أَدْنٰى مِن ذٰلِكَ وَلَآ أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

● Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. ●

Maksud "meliputi" adalah ALLAH ada di situ beserta segala apa yang di ciptakannya - di kiri kanan, atas bawah, depan belakang,  zahir ciptaan tersebut,  batin ciptaan atau makhluk tersebut - ALLAH ada di situ. Di mana sahaja ada ciptaan Nya atau makhlukNya - Allah ada di situ dan MELIPUTI SEGALA SESUATU.

(Nota : Allah BERADA MELIPUTI namun TIDAK pada Ruang atau Tempat dan waktu atau TIDAK BERDIMENSI - Read - Arasy dan Wujud Allah di mana)

Cuma mata kasar tak nampak. Firman Allah :

Al-An'am : 103

لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصٰرَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

● Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata (ABSAR), sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ●

Mata kasar di panggil BASAR.  Yang kita kena usahakan adalah supaya MATA BATIN kita nampak atau lebih tepat di panggil BASIRAH iaitu MATA HATI.

Sebenarnya MATA HATI itulah yang di sebut FUAD. Kata jamaknya adalah AF`IDAH.

Dengan ALLAH letak Roh dalam Jasad , FUAD akan dapat mengenal dan memhamai - maka kita kena gunakan FUAD ini iaitu MATA HATI ini untuk melihat "DI SEBALIK" imej dalam cermin tersebut (semua makhluk ciptaan Allah).

Firman Allah :

Al-Hajj : 46

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصٰرُ وَلٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِى فِى الصُّدُورِ

● maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai QALBU yang dengan itu mereka dapat MEMAHAMI (YA'QILUN) atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah QALBU yang di dalam dada (SUDUR). ●

Buta selalu kita nisbah kan kepada penglihatan,  maka itulah hujahnya mengatakan FUAD (AFIDAH jamaknya) itu bermaksud Mata Hati. Namun Fuad bukan setakat mata hati, dia mengenal,  memahami, merasa, berkehendak dan berdaya upaya juga berkata-kata. Kan hati kita selalu berkata-kata - itulah FUAD yang berkata-kata.

Firman Allah lagi :

An-Najm : 11

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأٰىٓ

● Hatinya (FUADnya) tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. ●

Jika ikut terjemahan Nusantara tanpa melihat bahasa Arabnya = Fuad dan Qalbu selalu di terjemahkan sebagai Hati. Ini menunjukkan lemahnya perbehandaraan Nusantara.

Ayat di atas menceritakan tentang Nabi Muhammad yang melihat Jibril dengan rupa yang asli. Sila baca ayat2 sebelum nya.

Maksud yang kita kena paham,  FUAD kita kalau dah menyaksikan - dia tak boleh berdusta. Kita pasti akan pegang KEBENARAN itu sebab DAH NAMPAK.  Dah jelas nampak masih nak mendustakan itu bukan orang.
Masalah kita adalah FUAD kita tak nampak,  tak menyaksikan - itu sebab kita tak rasa.

Maka kita kena berusaha untuk FUAD kita ni nampak.  Pada FUAD inilah kefahaman kita di beri.  Siapa yang bertanggung-jawab kasi PAHAM kat FUAD ni?

Jawapan nya Hanya Allah yang boleh kasi faham atau kasi NAMPAK.

Namun apa kita boleh buat adalah berusaha "merasakan" yang kita lihat semua nya adalah "Wajah Allah".


======

Bagaimana lagi nak rasa Allah wujud.

KEDUA :

Lihat dalam diri. (Yang pertama tadi lihat dengan FUAD luar diri).

Firman Allah :

Az-Zariyat : 20

وَفِى الْأَرْضِ ءَايٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

● Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (AYATU) bagi orang-orang yang yakin. ●

Az-Zariyat : 21

وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

● dan (juga) pada dirimu sendiri (ANFUSIKUM). Maka apakah kamu tidak memperhatikan? ●

Kita sekarang sedang memperhatikan atau sedang membedah siasat apa yang ada pada diri kita (ANFUS adalah jamaknya NAFS). SEBAB ? ALLAH suruh perhati.

Apa ada dalam Diri kita. Tujuan kita tengok dalam diri ini seperti yang Allah suruh adalah nak jawab soalan bagaimana nak rasa  Allah wujud.

Telah dijelaskan sebelum ini dalam badan atau jasad kita ada Roh.  Roh itu pula kita tahu sedikit namun dengan adanya Roh itulah kita dapat mendengar,  melihat atau memahami (FUAD).

Apa beza Roh dengan Diri ?

Sama ke tidak.

Aku .

Bila kita kata aku, aku tu represent siapa ? JASAD ke ? Atau Roh ke?

Jawapan nya bukan dua-dua. Jika kita sebut aku, ianya mewakili Diri kita iaitu NAFS.

Mana datangnya Diri kita ni?. Ianya di kenali dengan ayat2 Allah yang di beri nama NAFS. Diri kita juga sama makna dengan JIWA kita.

Diri = Jiwa. Ni beza istilah sahaja.

Nyawa apa pulak? Itu bahasa Melayu je. Apa  yang tidak berasal dari Quran kita diamkan dulu atau lupakan terus.

Apa lagi istilah dalam Ayat2 Allah tentang unsur-unsur diri ?

1) BASYAR  - bermaksud jasad atau tubuh kita. Juga di sebut dengan JASAD (jasad adalah perkataan Arab). Juga di sebut dengan JISM (JISIM).

2) SUDUR - bermaksud dada. Qalbu duduknya di lapisan lagi dalam dari Dada. Namun jika di kaitkan dengan banyak ayat2 Allah yang lain, yang non-fizikal nya dari Dada adalah MINDA.

3) QALBU - bermaksud Hati. Tersangat banyak ayat-ayat Allah memperkatakan tentang Qalbu. Qalbu itu Buta namun ia adalah alat kita berfikir dan memahami.

4) FUAD (AFIDAH pluralnya) - jika Qalbu itu fizikal maka Fuad adalah yang non-fizikalnya. Jika Qalbu itu buta maka FUAD tidak buta. FUAD inilah mata kepada Qalbu. Di sini lah pemahaman itu terletak,  di sini lah ilmu itu terletak. Ia juga di gelar Mata Hati atau Basirah.

5) LUBB - lapisan terdalam dari FUAD. Ianya adalah intipati (ESSENCE / PURE / JERNIH) sesuatu tidak termasuk kulitnya. Lubb inilah yang paling faham, paling mengenal,  paling mengagungkan Allah dengan sebenar-benarNya. Lubb inilah yang dapat me"rasa"kan kewujudan dan keEsaan Allah dan kebesaran Allah.

6) ROH - Allah sering mengatakan Roh ditiupkan dalam Jasad. Dengan Rohlah, DIRI kita dapat mendengar,  melihat dan memahami.

7) NAFS (ANFUS plural kepada NAFS) - inilah DIRI kita sebenar. Atau Jiwa kita. Diri inilah yang di pertanggung-jawabkan. Diri inilah menanggung dosa dan pahala. Diri inilah menerima Ilham samada nak ikut jalan fasik atau jalan Taqwa. Diri ini mempunyai klasifikasi tertentu - ada kasta-kasta di sini, ada tingkatan-tingkatan di sini. Yang Paling rendah adalah Jiwa atau Diri atau Nafs Amarah. Paling tinggi yang Al Qur'an sebut adalah Nafs Mutmainnah (Jiwa yang tenang).

8) HAWA - inilah keinginan kepada POWER atau KEKUASAAN,  pada kebanggaan, pada pujian-pujian manusia, pada bermegah-megahan, pada MENGAMBIL PUNYA.

9) SYAHWAT - ini adalah keinginan kepada keduniaan, harta-benda, anak pinak,  berhubungan badan.

Mana pergi akal? Ada ke tak? Dalam ayat2 Al Qur'an tak banyak atau tak ada cerita pasal akal kecuali perkataan TA'QILUN atau YA'QILUN , yang bermaksud memahami atau memikirkan atau meNAMBAT kaitan.

Jadi, fikir adalah suatu perbuatan ianya bukan nama pada sesuatu. Yang memahami adalah FUAD, maka yang berfikir (YA'QILUN) untuk memahami sesuatu adalah FUAD. (Allah lebih mengetahui).

NAFS itu adalah bukan berbentuk MATERIAL namun ianya adalah wujud di alam tidak nyata. NAFS bukan Roh. Tidak sama.

NAFS mempunyai tingkatan-tingkatan begantung kepada bersihnya Qalbu kita.

NAFS itu ada subsetnya iaitu NAFS terdiri dari unsur Sudur (dada), Qalbu, Fuad, Lubb, Hawa dan Syahwat.

Jasad atau Basyar lain - itu dari alam nyata.

Roh juga lain - ia adalah "Urusan" (sebenarnya AMR) Allah. Namun Roh bukan Jiwa, bukan NAFS.  Roh tidak menanggung dosa atau pahala.  NAFS yang bertanggung-jawab.



=====

Persoalannya dengan memerhatikan unsur-unsur diri ini, bagaimana nak rasa wujudnya Allah ?

Mari kita kembali kepada Firman Allah ini :

Al-A'raf : 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلٰىٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلٰى ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِينَ

● Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (ANFUSIHIM) (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", ●

Hadis Sahih Rasulullah Riwayat Bukhari (no 4935):

"Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan."

At-Tariq : 5

فَلْيَنظُرِ الْإِنسٰنُ مِمَّ خُلِقَ

● Maka hendaklah manusia (INSAN) memperhatikan dari apakah dia diciptakan? ●

At-Tariq : 6

خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ

● Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, ●


At-Tariq : 7

يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ

● yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. ●

Jasad atau Tubuh kita (kecuali Adam) diciptakan dari air mani yang keluar dari Tulang Sulbi.

Tulang sulbi ini tidak akan hancur di mamah tanah dan dari tulang sulbi inilah kita akan diciptakan kembali.

Sekarang tentang Diri atau Nafs kita ini. Dari mana datangnya?

Nafs atau diri kita ini di wujudkan Allah semasa kita di pancarkan dari tulang sulbi (kecuali Rasul Nabi Adam dan Isa). Inilah yang di panggil SAWWA = penyempurnaan / merupabentuk (fashioned).

Asy-Syams : 7

وَنَفْسٍ وَمَا سَوّٰىهَا

● dan JIWA (NAFSIN) serta penyempurnaannya (SAWWAHA), ●

Sad : 72

فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا لَهُۥ سٰجِدِينَ

● Maka apabila telah Kusempurnakan / rupabentuk kejadiannya (SAWWAITUHU) dan Kutiupkan (NAFAKHTU) kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". ●

Ayat-ayat Al-Quran di atas membuktikan bahawa Nafs atau Jiwa atau Diri kita sudah di wujudkan atau di bentukkan dahulu sebelum peniupan Roh ke dalam jasad.

Nafs bukan Roh mahupun Jasad. Namun dialah Diri kita yang sebenar.

Diri inilah mendapat "pinjaman" pendengaran,  penglihatan dan hati dan seterusnya bersifat dengan sifat-sifat Maani Allah iaitu :

1) Hidup
2) Mendengar
3) Melihat
4) Berkata-kata
5) Berilmu
6) Berkehendak
7) Berdaya upaya (Berkuasa)

Perlu diingat tanpa Roh dari Allah dalam jasad, Jiwa tak boleh hidup, Diri kita mati atau akan merasakan mati tatkala Roh dikeluarkan dari Jasad.


Ali 'Imran : 145

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْءَاخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِينَ

● Sesuatu yang bernyawa (LINAFSIN) tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. ... ●


Ali 'Imran : 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ الْغُرُورِ

● Tiap-tiap yang berjiwa (NAFSIN) akan merasakan mati... ●

Yang Merasakan sesuatu adalah DIRI kita atau Jiwa kita termasuk merasakan kesakitan tatkala Roh keluar dari Jasad.

Dari sini kita sudah dapat tahu perbezaan bahawa yang merasakan mati itu bukan Roh kita tapi Diri kita.

Roh akan kembali kepada Allah sepertimana firman Nya :

Al-Baqarah : 156

الَّذِينَ إِذَآ أَصٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ

● (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" - Sesungguhnya dari Allah kita datang dan Sesungguhnya kepada Allah kita akan kembali. ●

Setelah kita tahu Nafs adalah Diri kita sebenar, mari kita lihat lebih dalam lagi.

Firman Allah :

Az-Zumar : 42

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِى لَمْ تَمُتْ فِى مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِى قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرٰىٓ إِلٰىٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

● Allah memegang jiwa (ANFUS) (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. ●

Berdasarkan ayat Allah di atas, Diri atau Jiwa kita tatkala kita tidur, ianya di pegang oleh Allah. Diri kita tidak ada dalam Jasad semasa kita tidur. Namun Roh tetap ada. Tu sebab kita masih bernafas.  Tapi Jiwa atau Nafs atau ANFUS (jamak kepada NAFS) di pegang oleh Allah. Kekadang kita bermimpi. Itulah Jiwa kita yang mengembara dan masa mimpi memang bagi kita ianya macam betul.

Sekarang sudah ramai orang boleh melakukan Astral Travel iaitu membuat Jiwa keluar dari Jasad semasa sedar.

Allah mengatakan dengan ada Roh baru Jiwa dapat hidup dan bersifat dengan 7 sifat maani Allah, namun dalam Al Qur'an dikatakan 3 sahaja iaitu Mendengar,  Melihat dan Mempunyai FUAD yang cover 5 lagi sifat-sifat Maani Allah tersebut.

Jika Roh tidak ada, Jiwa mati. JASAD lagi lah tak bergerak. Sahlah dengan adanya Roh dalam jasad SERIBU SATU MACAM persoalan perlu di kaji akan mengapa perlu Roh itu masuk dalam Jasad. Namun ALLAH lebih mengetahui.

Bukankah Allah mampu untuk menjadikan sesuatu dengan "KUN" , maka Jadilah ia (FAYAKUN).

Ada Rahsia besar di sebalik Roh itu.
Mari kita telek Sifat-sifat Maani Allah yang 7 tersebut.

Mengesakan Allah dengan sebenarnya adalah mengesakan ZatNya (wujudNya), Af'alNya , AsmaNya dan SifatNya.

Tiada Allah itu bersekutu dengan siapa pun.

Persoalan yang kita kena tanya - kalau Allah itu Hidup, dan ESA Hidup Allah itu; ini bermaksud TIDAK ADA SESUATU APA pun yang Hidup di samping Allah - iaitu boleh bersama-sama dengan Allah bersifat "Hidup".

Jika Diri kita Hidup, Allah juga hidup, maka tidak ESA lah Allah dalam pemahaman kita. Apatah lagi pada rasa kita.

DI SINILAH jawapan kedua bagaimana nak rasa Allah itu wujud; iaitu :

"Dengan mematikan wujud Diri kita; juga sifat-sifat Diri kita."
MATIKAN bermaksud, Jangan kita mengaku mempunyai Sifat-sifat Maani tersebut.

1) Diri kita tidak hidup,  Allah sahaja Hidup.
2) Diri kita tidak mendengar,  Allah sahaja Mendengar.
3) Diri kita tidak melihat, Allah sahaja Melihat.
4) Diri kita tidak berkata-kata, Allah sahaja Berkata-kata (KALAMULLAH)
5) Diri kita tidak berkehendak, Allah sahaja yang Berkehendak (Iradah)
6) Diri kita tidak mempunyai daya upaya,  Allah sahaja Yang mempunyai Qudrat.
7) Diri kita tidak berilmu,  Allah sahaja yang Berilmu.

Firman Allah :

Al-Anfal : 17

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللَّهَ رَمٰى ۚ وَلِيُبْلِىَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Al-Kahf : 39

وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا

● Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan Allah). ... ●

Al-Baqarah : 165

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوٓا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

● .... bahawa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). ●

As-Saffat : 96

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

● Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". ●

Al-Insan : 29

إِنَّ هٰذِهِۦ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَن شَآءَ اتَّخَذَ إِلٰى رَبِّهِۦ سَبِيلًا

● Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. ●

Al-Insan : 30

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

● Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

-------

Jadi nya , Kesimpulan nya apa yang ada pada Diri kita sebenar nya ini?

Tak ada apa-apa. Tak berdaya boleh buat apa-apa. Tak boleh Dengar.  Tak boleh lihat. Tak boleh Paham. Tak tahu apa satu pun.

Jadi sedarlah itulah hakikat DIRI atau NAFS atau Jiwa kita sebenar. Boleh ke kita Berlagak Sombong lagi dengan Tuhan mahupun manusia lain dengan pemahaman ini ?

Namun, kita ada Tanggungjawab yang besar semasa Roh ada bersama kita :

--Menjadi  Khalifah atau Wakil Allah di bumi. INI bermaksud "macam" Pengurus tapi kena sedar Allah mengurus segala sesuatu dan kepunyaan Nya segala "Urusan" (maksud "Urusan" yang sebenar sila Baca - Arasy dan Wujud Allah di mana) - diri kita cuma Imej dalam Cermin. Dia tidak ada share Partner dalam mengurus segala sesuatu.

--Menanggung seksa atau bahagia, di dunia mahupun di akhirat. Diri kita mendapat pelbagai Nikmat yang tak dapat pada MakhlukNya yang lain. Diri kita juga mendapat musibah atas dosa yang kita lakukan.

--Diri kita memegang Amanah besar dari Allah iaitu adanya Roh dariNya yang dengan itu kita macam "merasa" POWER kita ni boleh buat macam-macam. Dengan amanah itulah diri kita di uji - sebab sebelum ini di alam Rahim kita sudah mengakui dan menyaksikan bahawa Allah Tuhan diri kita. Dengan Amanah itulah kita dinkehendaki memahami WAHYU ALLAH.

--Sedangkan adanya Roh itu selainkan "meminjamkan" kehidupan, kita DIPERINTAHKAN untuk :

Az-Zariyat : 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

● Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ●

YA'BUDUN - satu interpretasi yang berbeza perlu di jelas kan.

Ayat Allah ini paling selalu kita dengar.
Maksud YA'BUDUN - tafsiran dari Ulama ada pelbagai iaitu bermaksud :

Beribadah kepada Allah
Menyembah Allah.
Menjadi hamba abdi kepada Allah.

Kesemua tafsiran Ulama di atas adalah benar.

Namun perlu kita lihat balik pada diri kita, pemahaman kita tentang ayat itu - apa kesannya pada kita ?

Oo ok. Tau dah.

Ada yang terdengar sikit ada Ustat cakap "semua kita buat ni kira ibadat kalau kita buat kerja kerana Allah".

Sekarang dengan pemahaman terbaru - apa maksud YA'BUDUN ?

--------- key note --------------

MENYATAKAN dulu Wujud Allah dalam
kesedaran, dalam Rasa kita. Dah NYATA Wujud Allah beserta Sifat-sifatNya YANG ESA, Af'al (PERBUATAN) NYA yang Esa dan AsmaNya yang Esa,  maka barulah dapat kita mengabdi diri pada Nya yang SUDAH TERNYATA.
---------------------------------------

Kalau tak nyata lagi pada kita macammana nak mengabdi diri ?

Kena RASA dulu wujud Allah ada baru tahu nak mengabdi kat siapa.

======

Kesimpulan bagaimana nak rasa Allah wujud :

1) Di luar Diri - bila diri kita melihat sesuatu ciptaan Allah - seperti dinding, batu, kereta bergerak,  manusia tengah tergelak, tengah berlari, tengah berkata-kata dengan kita, rasakan ATAU nyatakan dalam FUAD kita bahawasanya itu adalah "Wajah Allah". Itu adalah bayangan wujud Allah. Atau itu adalah "ayat-ayat" atau tanda-tanda wujud Allah.  Allah memang tak akan BASAR atau BASIRAH kita dapat melihat sama sekali;  tapi kita kena dapat RASA dalam KESEDARAN atau dalam CONCIUS
diri kita bahawa itu semua adalah "Wajah Nya". Dan DIA MELIPUTI segala sesuatu.

2) Di dalam Diri.

Rasakanlah Diri kita tidak wujud, tidak ada boleh melihat, tidak mendengar, tidak memahami atau takde ilmu satu apa pun dan tak dapat nak berkehendak apa pun. Itu semua adalah Sifat-sifat ALLAH dan Hanya DIA SAHAJA yang ada sifat-sifat tersebut dan DIA lah yang melakukan segala sesuatu.

Bila dah sampai tahap KESEDARAN dan RASA macam di sebut di atas barulah dapat "bergementar" unsur diri kita iaitu Qalbu. Baru lah betul keimanan kita pada Allah.

=========

Harapan saya dengan tulisan ini adalah :


Ibrahim : 24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ
وَفَرْعُهَا فِى السَّمَآءِ

● Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, ●

Ibrahim : 25

تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

● pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. ●

========

Dari Allah,  Dengan Allah,  Kepada Allah. Tak terpisah namun Tak bersatu Allah dengan kita dan juga sekalian makhluk. Kita ni semua nya adalah "Imej Nya dalam cermin".

=======

Tiada ulasan:

Catat Ulasan