Navigate

Carian

Sabtu, 14 Jun 2014

Umat yang Satu

Umat yang Satu

(Date written : 14 Jun 2014)
(2nd Update  : 15 Jun 2014)
(Last Update : 30 Oct 2016)

======

Allah tidak berkehendak untuk manusia menjadi UMAT YANG SATU :

Al-Ma'idah : 48

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَلٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتٰىكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

● Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Kitab dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti HAWA diri mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap apa yang dijadikan untukmu, ada Syari'at dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya SATU UMAT (UMMATAN WAHIDATAN), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, ●


Az-Zukhruf : 33

وَلَوْلَآ أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وٰحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ

● Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi UMAT YANG SATU (UMMATAN WAHIDATAN), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya. ●

Hud : 118

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

● Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia UMAT YANG SATU (UMMATAN WAHIDATAN), tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, ●

An-Nahl : 93

وَلَوْ شَآءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَلٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

● Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu SATU UMAT (UMMATAN WAHIDATAN), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. ●

Asy-Syura : 8

وَلَوْ شَآءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَلٰكِن يُدْخِلُ مَن يَشَآءُ فِى رَحْمَتِهِۦ ۚ وَالظّٰلِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

● Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka SATU UMAT (UMMATAN WAHIDATAN), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong. ●


======

NAMUN, dahulunya atau asal nya,  manusia adalah UMAT YANG SATU :


Al-Baqarah : 213

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وٰحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِۦ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

● Dahulu, manusia itu adalah UMAT YANG SATU (UMMATAN WAHIDATAN). Kemudian Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. ●

Yunus : 19

وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّآ أُمَّةً وٰحِدَةً فَاخْتَلَفُوا ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

● Manusia dahulunya hanyalah SATU UMAT (UMMATAN WAHIDATAN), kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah kerana telah ada kalimat sebelumnya dari Tuhanmu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. ●

========

Apakah MAKSUD sebenar nya DAHULU manusia adalah UMAT yang satu ?

Kita tak akan tahu jika kita tidak PAHAM bahasa ARAB dan hanya membaca TERJEMAHAN NUSANTARA (iaitu terjemahan yang di TAKWILkan) :

Al-Anbiya : 92

إِنَّ هٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

● Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah 'agama' kamu semua; 'agama' yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. ●

Perhatikan juga firman Allah :

Al-Mu'minun : 52

وَإِنَّ هٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

● Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah 'agama' kamu semua, 'agama' (UMMATAN) yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. ●


Perhatikan UMMATAN di terjemahkan kepada 'AGAMA'.

-------

Ini adalah terjemahan TANPA TAKWILAN yang lebih TEPAT (direct):

Al-Anbiya : 92

إِنَّ هٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

● Sesungguhnya inilah (HAZIHI); UMATMU (UMMATUKUM), UMAT YANG SATU (UMMATAN WAHIDATAN) dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. ●

Apa maksud 'Inilah' (HAZIHI) Tersebut ?

Jika merujuk kepada ayat sebelumnya :

Al-Anbiya : 91

وَالَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعٰلَمِينَ

● Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (FANAFAKHNA) ke dalamnya RUH-Kami (RUHINA) dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (AYAT) bagi semesta alam. ●

------- di bawah ini adalah pendapat saya ----

Nampak ke tidak ? Apa deduksinya ?

Hazihi atau inilah itu merujuk kepada siapa ?

JELAS, Tanpa TAKWILAN,  'inilah' itu merujuk kepada RUH dari ALLAH - jika di rujuk hanya kepada ayat sebelumnya iaitu ayat 91 surah Al-Anbiya.

Ruh yang ada di dalam diri kita dan semua Manusia adalah UMAT kita semua. Dan RUH itu memang SATU UMAT.

---------- habis ruang pendapat -----------

Hazihi atau 'inilah' - mungkin juga merujuk kepada keseluruhan ayat2 yang sebelumnya atau ayat2 yang lain, yang BERKEMUNGKINAN bermaksud lain.

--------

Perhatikan, firman Allah yang ini :

Al-Mu'minun : 52

وَإِنَّ هٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

● Sesungguhnya inilah, adalah IKUTAN kamu semua (UMMATUKUM), IKUTAN yang satu (UMMATAN WAHIDATAN), dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. ●

Jika di lihat pada ayat sebelumnya :

Al-Mu'minun : 51

يٰٓأَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوا صٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

● Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

Dan ayat seterusnya :

Al-Mu'minun : 53

فَتَقَطَّعُوٓا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

● Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan AMR mereka (AMRAHUM) terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). ●

Jika di perhatikan HAZIHI atau 'inilah' pada ayat 52, surah Al-Mu'minun dan merujuk kepada ayat sebelum itu, ternyata 'inilah' itu lebih bermaksud kepada PERLAKSANAAN PERINTAH (AMR).

Maka, perlu kita fahami akan maksud UMAT yang lain.

======

Memang UMAT ada pelbagai maksud yang lain.

1) Umat yang bermaksud Suatu Tempoh Masa (Period of Time)

Yusuf : 45

وَقَالَ الَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ

● Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah suatu tempoh masa (BA'DA UMMATIN): "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)". ●

Hud : 8

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلٰىٓ أُمَّةٍ مَّعْدُودَةٍ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

● Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu tempoh masa (UMMATIN) yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya. ●


2) Umat yang bermaksud Ikutan


Az-Zukhruf : 22

بَلْ قَالُوٓا إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلٰىٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلٰىٓ ءَاثٰرِهِم مُّهْتَدُونَ

● Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu IKUTAN (UMMATIN), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka". ●

Az-Zukhruf : 23

وَكَذٰلِكَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلٰىٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلٰىٓ ءَاثٰرِهِم مُّقْتَدُونَ

● Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu IKUTAN (UMMATIN) dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". ●

======

Sila baca -

http://cahayapalingbaik.blogspot.com/p/siapa-sebenarnya-ummatan-wasathon-date.html?m=0

Untuk memahami pula apa maksud UMAT dan maksud UMMATAN WASATHON.


======

Kesimpulan

1) Umat adalah satu perkataan yang mempunyai beberapa maksud bergantung kepada ayat yang digunakan :

a) Jenis Ciptaan
b) Suatu Tempoh Masa
c) Ikutan

2) UMAT yang SATU, lebih TEPAT diterjemahkan kepada Ikutan yang SATU.

Berikut adalah hujahnya :

a) Dahulu,  kita manusia mempunyai SATU IKUTAN sahaja.

b) Bila dah ramai manusia,  banyak pendapat dan manusia terpecah kepada pelbagai Puak dan Golongan. Asas terpecah nya kepada pelbagai Puak adalah DENGKI.

c) Allah memang tidak berkehendak manusia bertauhid dengan Ikutan yang satu sebab hendak menguji manusia.

3) Namun, berdasarkan deduksi dari ayat2 Allah juga, dan juga maksud UMAT yang memang boleh bermaksud yang lain juga, UMAT yang SATU adalah merujuk kepada Ruh dari Allah yang ada dalam diri kita manusia. Dan Ruh ini memang SATU UMAT.

4) Allah lebih mengetahui.



======

End.

Allah Al-'Alim.

======
(Moga Allah memberi Bimbingan dan Rahmat kepada kita).

(Janganlah mengikut sahaja apa sahaja yang saya tulis,  silalah buat rujukan yang lain dan bertanya pada Ahli Zikir).





Tiada ulasan:

Catat Ulasan