Navigate

Carian

Ahad, 11 Mei 2014

Apa nak buat DULU

Apa nak buat DULU

(Date written : 10 May 2014)
(Last Update  : 22 May 2014)

Intro
====

Kita adalah KHALQU iaitu Ciptaan Allah.

Kita juga di jadikan atau bahasa Arab nya JA'ALA dapat mendengar, melihat dan merasa.

Kita juga di KHALQU dengan sebab HANYA untuk jadi Hamba 'abdi kepada Al-Ilah.

Apa nak buat dulu?

=====

Solat.?

Pakai Tudung ?

Belajar Hukum-hakam ?

Nasihat orang yang tak pakai tudung?

Nasihat orang yang tak Solat.?

Nasihat orang supaya pergi ke Masjid dan dengar Kuliah ?

Dengar suatu hukum tentang Haram dari Ustaz terus HENTAM orang lain - jangan buat benda tu - HARAM!

Itu ke kita kena buat dulu ?

Atau TAK KENA apa yang orang kita selalu buat ni?

Pergi masjid dah sebulan dengar kuliah sikit dah RASA diri BERSIH ?

Lepas tu pulak dapat dari Ustaz kat surau, hukum tu hukum ni  - itu haram, ini haram, banyaknya belajar HARAM je.

Kemudian belajar benda WAJIB dan Sunat dan harus, makruh dan lain2 cara beribadah.

Tiap2 malam Jumaat baca Yasin ( sambil tak paham makna ayat).

Lalu dengan tidak sabar menyampaikan kepada orang lain - jangan buat macam ni YAHUDI. Jangan buat macam tu - HARAM. Jangan buat MACAM nun - BIDAAH.

Jangan buat benda tu - SYIRIK.

SOALAN utama nya - ITU ke nak Buat dulu.

We are alking about PRIORITY here.

=====

Suatu ketika dulu

Di suatu ketika dahulu - tahun 70an - kelihatan ramai kakak2 kita atau makcik-makcik yang sekarang ni dah jadi Nenek atau Mak seseorang dan gelombang KESEDARAN memakai TUDUNG ni tidak seperti sekarang.

Makcik2 dahulu tahun 70an siapa sahaja pakai tudung di gelar - ORANG DAKWAH sambil mereka mengenyit-ngenyit mata sesama orang yang BUKAN DAKWAH. Mereka adalah orang Islam 'sederhana'. Yang Orang Pakai DAKWAH (tudung) di anggap EKSTREM. Ini kenyataan nya sebab saya memang hidup zaman tu dan dapat memerhatikan.

Kebanyakkan Ustaz yang mengajar di surau-surau adalah Ustaz graduan pondok. Tok-tok Imam, Pak-pak Bilal, orang yang rajin ke surau - dan dianggap Alim, anak bini tak pakai tudung masih dianggap OK.

=====

80an datang dan Ustaz2 graduan Mesir, Jordan dan Tanah Arab pulang - maka gelombang memakai tudung ini datang macam ombak - satu wave ke satu wave dan saya masih ingat lagi waktu di MRSM 1985-1986 - masa masuk dulu 95% tak bertudung - kemudian ceramah dan kuliah demi kuliah oleh para Ustaz - maka akhirnya 98% bertudung dan tinggal 2% yang 'liat'.

Apa jadi pada yang 'liat' ni ?

Apa pandangan kawan2 mereka terhadap mereka ?

1) Kotor atau Hina atau tahap rendah dari mereka yang bertudung.

2) Tak boleh langsung cakap pasal Ugama sebab? Tengok diri kau dulu la. Aku pakai tudung - kau tak - mana layak kau bercakap pasal ugama ni..

Apa pula pandangan orang tak bertudung kepada orang bertudung ?

1) Aku tak pakai tudung pun tapi aku tak hipokrit.

2) Aku jaga kesopanan sesama manusia, hormat orang tua dan jaga akhlak, mulut di jaga rapi.

3) Sedangkan korang pakai tudung PERANGAI buruk - umpat, hina, kutuk,  dengki khianat - kekadang lebih pada syaitan walaupun bertudung.

=====

Apa tujuan setakat ni saya nak sampaikan ?

NI TUJUAN NYA - Jangan Ikut-ikut Orang TANPA PENGETAHUAN.

Al-An'am : 116

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

● Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti PERSANGKAAN belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ●

Luqman : 6

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

● Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah TANPA PENGETAHUAN dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. ●

Lagi tujuannya  nak menceritakan kebanyakan manusia memang suka mengikut-ikut dari dulu sampai sekarang.  Template orang Soleh - pakai jubah, kopiah atau serban dan selalu gi masjid atau surau atau selalu pegang tasbih atau selalu cakap pasal hukum tu hukum ini.

Sorry,  that template is wrong.

=====

Ni ada fenomena terbaru.

Paham dah Jumhur Ulama mengatakan Merokok itu Haram.

Memang tak elok pun. Tahu.

"Yahudi tu SIAPA yang hisap rokok" - mana layak kau cakap pasal ugama ni - awak hisap rokok - banyak pulak tu.

Ok.

Yang paling teruk saya pernah dengar - ada 2 3 Ustat ( yang selalu masuk TV pun) ada mengatakan siapa hisap rokok benih anak pun jadi HARAM.

peergh.. Dalam ilmu Ustat ni - dapat PAHALA jihad dia dalam BERIJTIHAD nak mengelakkan orang dari merokok.

Mari saya cakap sikit. Janganlah macam tu - benda yang tak ada dalam Ugama janganlah sampai kata siapa merokok tu dapat anak haram. Ustat ni akan di pertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Sesungguhnya lebih banyak ayat Al- Qur'an berkata tentang Siapa yang sibuk2 mengharamkan sedangkan Allah menghalalkan (bukan pasal rokok,  pasal makan minum, perhiasan) :

Al-An'am : 140

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوٓا أَوْلٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَآءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

● Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka MENGHARAMKAN apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. ●

Al-An'am : 150

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُوا فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَا وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْءَاخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

● Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah MENGHARAMKAN (makanan yang kamu) haramkan ini" Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti HAWA orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka. ●

Al-A'raf : 32

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَالطَّيِّبٰتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْءَايٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

● Katakanlah: "Siapakah yang MENGHARAMKAN perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. ●

Jika sesiapa yang selalu membaca Al Qur'an dengan banyaknya pasti akan dapat kesimpulan bahawa BANYAK ayat2 Allah mempersoalkan SIAPA yang SIBUK MENGHARAMKAN apa yang Allah HALALKAN.

Yang Allah kata Haram kena Haramkan. Jadi KAFIR jika kita halalkan yang Haram.
Ini semua orang rasanya dah tahu.

Yang ramai orang tak tahu adalah :-

Yang Allah kata Halal, JANGAN Haramkan - Jadi Kafir jugak.  Ni banyak orang tak paham. Ustat-ustat sebegini INGAT diaorang Mungkin dapat PAHALA Jihad sedangkan JIKA ADA satu hukum Allah yang HALAL mereka kata HARAM - itu namanya ENGKAR atau Kafir dengan Allah.


Tahukah kita bahawasanya banyak yang Allah haramkan itu bukan untuk menyusahkan kita dan ada banyak kesimpulan yang boleh dibuat berdasarkan ayat Allah di bawah :

Al-A'raf : 33

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطٰنًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● Katakanlah: "Tuhanku hanya MENGHARAMKAN perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) MEMPERSEKUTUKAN Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) MENGADA-ADAKAN terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". ●

Segala yang baik itu - Halal dan segala yang buruk itu Haram (in general - namun baik dan buruk BUKAN pakai neraca orang Jahil) :

Al-A'raf : 157

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِىَّ الْأُمِّىَّ الَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلٰلَ الَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

● (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan MENGHALALKAN bagi mereka segala yang BAIK dan MENGHARAMKAN bagi mereka segala yang BURUK dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. ●


Lagi pasal apa yang diharamkan Allah :

An-Nahl : 115

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِۦ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Sesungguhnya Allah hanya MENGHARAMKAN atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

Teguran pada hatta Nabi sekali pun , yang Allah Halal kan JANGAN di Haram kan :

At-Tahrim : 1

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِى مَرْضَاتَ أَزْوٰجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Hai Nabi, mengapa kamu MENGHARAMKAN apa yang Allah HALAL KAN bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

======

Adab

Apa kita buat atau kata kepada orang yang sembah patung ?

Nak maki atau nak mengutuk mereka - konon dapat pahala Jihad? Sangat silap jika kita berfikir atau bertindak begitu.

Tahu tak kita tak boleh mengutuk, memaki SEMBAHAN orang yang tidak menyembah Allah - iaitu SEMBAHAN orang yang menyembah selain Allah ?

Al-An'am : 108

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلٰى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

● Dan JANGANLAH kamu MEMAKI sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. ●

======

Sekarang ini intipati Artikel ini

Apa yang kena BUAT dulu.

Apa Aturan atau sequence pada kita untuk mencapai OBJEKTIF - liya'budun kepada Allah ?

No 1 adalah KENA KENAL ALLAH - AL-TUHAN ini dulu. Kena FAHAM apa yang kita SYAHADAHKAN dulu, kena faham apa yang kita TAUHID kan dulu.

Sebelum memahami Hukum-hakam.

Ramai Orang bila tak ikut sequence ; itu yang sibuk dengan ASYIK MENGHARAMKAN je kerja. Lepas tu kata orang tu tak betul orang ni tak betul. Ustaz dia betul ustaz tu tak betul.  Ustat sesama Ustat bertekak , mengutuk, memaki sesama sendiri - APA semua ni ?

Paling teruk MENGANGGAP diri dah bersih sebab dah setahun gi Masjid dengar kuliah. Wahai manusia, dengarlah firman Allah ini :

An-Nisa' : 49

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

● Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya BERSIH (YUZAKKU)?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun. ●

An-Najm : 32

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبٰٓئِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوٰحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وٰسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰىٓ

● (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka JANGANLAH kamu mengatakan dirimu BERSIH (TUZAKKU). Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. ●

An-Nur : 21

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكٰى مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena KURNIA Allah dan RAHMAT-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu BERSIH (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah MEMBERSIHKAN siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

---------

Rata-rata (tak semua) Ustat-ustat sibuk suruh orang ikut ajaran dia, bukan suruh orang mentauhidkan Allah.

Tau ke apa maksud Tauhid ?

Wahid ? Mentauhidkan Allah adalah maksud MENGESAKAN ALLAH.

Itu lah sebenar nya MAKSUD IKHLAS.

This is FIRST PRIORITY dalam nak mendapat gelaran HAMBA ALLAH.

Fahamkan lah dulu KENAPA kita kena KENA IKUT HUKUM sebelum menceritakan hukum-hakam.

Mengapa kena ikut HUKUM ni?
Siapa punya  Hukum ni?

ITU KITA KENA ambil paham betul-betul DULU.

FINDING atau RESEARCH atau MENGKAJI siapa yang kita SEMBAH, PUJA, PUJI, SERU, MINTA TOLONG,  BERDOA - adalah PERKARA UTAMA dan MENGAPA kena SEMBAH pun KENA PAHAM.

Kalau tak paham SIAPA yang kita SEMBAH dan MENGAPA kena SEMBAH - jangan cerita pasal hukum-hakam dulu.

Ibarat Solat tanpa Wuduk. Tak sah solat.

Ibarat Beramal tanpa Ilmu. Tak sah amalan.

======

Dan - tahu tak CARA bagaimana nak MENGENAL ALLAH ? nak bersyahadah dengan betul ? Nak bertauhid dengan betul?

BACA AL-QUR'AN dan Pahamkan Makna!

Tak de buku atau GURU yang boleh menceritakan dengan SEBEGITU detail tentang Allah itu bagaimana Dia, SifatNya, NamaNya, Af'alNya kecuali Al-Qur'an.

Tak paham baca Al-Qur'an - TANYA Ulama yang takutkan Allah.  Tak puas hati lagi BACA lebih banyak dan tanya lagi Ulama yang lain. Jangan berguru dengan sorang dua je Ustaz. Tapi, BASE nya adalah - BACA dan FAHAMKAN Al-Qur'an. Bukan base kita Ustaz dan Al-Qur'an pulak dalil. Al-Qur'an itu DASAR dan lain cuma USAHA untuk memahami Al-Qur'an.  Jangan terbalik. Dengar kuliah Ustaz banyak - baca Al-Qur'an tidak - ini SANGAT BAHAYA. Ustaz tersebut boleh menyesatkan kita sebab kita tidak merujuk kepada BASE.

Tentang priority lagi.

Pahamkan Al-Qur'an dulu baru Hadis.

Itu priority.  Itu sequence dia. Itu Aturan nya.

Tahukah anda ?

Dengan banyak kita baca Al Quran - begitu ramai kita boleh bezakan antara Ustat dan Ustaz yang benar ?


Dengan membaca Al-Qur'an begitu banyak kita kenal mana Benar mana Batil ?


======

Lakukanlah yang mana dulu.

Moga kita mendapat Fadhlu, Rahmat dan Berkat dari Ar- Rahmanu Wal Ahad.


======

Berikut Ini tak berapa penting nak baca sebab ia pandangan saya sahaja.

Saya nak sentuh sikit pasal Merokok dan Perokok yang dianggap :

1) Mengikut Yahudi.
2) Sentiasa dalam buat benda yang HARAM.
3) Di cop Hina dan Kotor dan tak layak bercakap pasal Ugama.

Pahamkan prioriti lagi :

Hukum di  ambil dari :

1) Al-Qur'an
2) Hadis
3) Ijmak Ulama (bukan Jumhur Ulamak)
4) Qias

Perlu di fahami JUMHUR tidak bererti Mutlak.  Jumhur bermaksud KEBANYAKKAN ULAMA. Maksudnya ada Ulama yang tidak setuju dan berijtihad merokok itu harus atau makruh.

Maksudnya YANG MUTLAK HARAM adalah yang datang dari Al-Qur'an (1) - ini LANGSUNG tidak boleh di Sangkal dan (2) datang dari Hadis Sahih yang Mahsyur. Dan (3) Ijmak atau SEPAKAT semua Ulama tentang sesuatu hukum berdasarkan (1) dan (2) juga. (4) Qias juga berdasarkan (1) dan (2) juga.

Maka janganlah sama kan Perokok dengan Penzina,  Perokok dengan perempuan tak bertudung, Perokok dengan Yahudi yang merubah ayat2 Allah,  Perokok dengan orang yang melahirkan anak haram.

Mana tahu ijtihad kita tu TELAH terlebih dari Allah pula yang KALAM NYA tidak mengatakan atau yang boleh di "kiaskan".

Berpada-padalah dalam MENGHUKUM. Sedarlah Hukum-hakam adalah Hak Mutlak Allah. Bukan Ulamak.  Ulamak yang takutkan Allah hanya berijtihad semata-mata untuk keredhaan Allah dan bukan bukan berijtihad untuk nak dapat title pandai berhujah - bila rata-rata hampir semua Ulama kata Haram maka dia balun lagi. Kata sampai benih pun jadi HARAM.  Mentang-Mentang tak hisap rokok.

Masih ramai lagi bai, Ustaz-ustaz yang hisap rokok berpegang kepada makruhnya rokok.

Sebab - Jumhur adalah bukan Mutlak SEMUA ULAMAK mengatakan nya HARAM - hanya rata-rata atau kebanyakan.

Zaman 70an, 50% Ustaz datang menyampaikan  Ilmu kat surau,  masa lepas juadah, merokok bersama jemaah dalam surau - tanpa rasa BERSALAH atau SEDIKIT pun merasakan merokok itu HARAM.

Lagi - Allah itu tahu masa lalu, masa sekarang dan masa hadapan.

Dari zaman Adam sehingga zaman nabi Muhammad - beribu tahun sudah berlalu - TAKKAN LAH tamadun orang dulu2 tak reti nak buat Rokok ?

Kalau Merokok ini SANGAT lah FATAL keburukan dia - atau SANGAT Fundamental keburukan dia - PASTI Allah Yang Mengetahui ini,  dah SEBUT dalam Qur'an sebagaimana larangan berzina, minum arak, mencuri,  mengambil dan memberi rasuah, melakukan Riba, mengambil harta anak yatim, minum arak, mengundi nasib dan paling teruk - MENSYIRIKKAN atau mempersekutukan Allah ?

Takkan Allah tak tahu abad ke 20 nanti akan ramai orang Menghisap Rokok masa Wahyu di turunkan atau semasa Luh Mahfuzh di tulis ?

Ingat - ruangan ini ruangan pendapat - memang boleh ARGUE jika mahu.

Sekian ruangan pendapat.

Dari FUAD saya mengatakan siapa merokok adalah datang dari Syahawat diri yang jika lapisan diri sudah mengenal dan beriman kepada Allah dengan sebenarnya - hampir pasti tidak MEMERLUKAN Rokok lagi untuk kepuasan Syahawat.

Tidak memenuhi Syahawat kerana Redha Allah adalah satu tuntutan Matlamat hidup di dunia ini.


======

End.

Allah Al - 'Alim.

=====

Tiada ulasan:

Catat Ulasan