Navigate

Carian

Sabtu, 28 Mei 2016

Membenarkan

Membenarkan

(Date written : 28 May 2016)


Ali 'Imran : 81

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثٰقَ النَّبِيِّۦنَ لَمَآ ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتٰبٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰلِكُمْ إِصْرِى ۖ قَالُوٓا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ الشّٰهِدِينَ

● Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian (MIITHAQ) dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan (MUS°ODDIQU) apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu". ●

Membenarkan = Confirming = MUS°ODDIQU

Ayat di atas menjadikan ramai manusia tertanya-tanya dan meneka-neka dan mengeluarkan pelbagai pendapat untuk menerangkan siapakah Rasul yang para Nabi kena TOLONG bersungguh-sungguh. Dan pabila ada sahaja manusia meneka-neka dan menyangka-nyangka tanpa bukti yang nyata maka itulah definasi SESAT.

Ketahuilah, bahawa jika kita faham maksud Al-Quran iaitu bacaan yang berkait-berkaitan, maka kita akan faham bahawa Allah memang sudah mudahkan Al-Quran untuk pemahaman tanpa MEMANDAI-MANDAI untuk Di TAKWIL kan sesuka rasa atau terpacul dari minda yang datang dari Syaitan yang membisikkan.

Ayat 3:81 di atas menjadikan ramai manusia meneka-neka akan siapakah Rasul yang akan datang dan membenarkan apa yang ada pada Nabi, iaitu Kitab dan Hikmah.

Dan persoalannya adalah siapakah Rasul yang akan datang yang mana Nabi kena menolongnya, terutama Nabi Muhammad saw yang memang sudah Allah katakan penutup para Nabi ?

Maka bermacam telahan telah di keluarkan sehingga ada yang mengaku Rasul, sebagai contohnya Rashad Khalifa, seorang manusia yang 'mengkaji' Al-Quran sehingga mengatakan dirinya seorang Rasul dan sangat taksub dengan kod 19. Sedangkan banyak nombor 'derivation' dari 19 dia - mengarut-ngarut entah apa-apa tidak menunjukkan apa-apa. Dia cuma meneka-neka. Memang Allah ada sebut nombor 19, dan mungkin ada benda yang Allah nak tunjukkan kepada kita, namun apa yang Rashad Khalifa buat adalah sesuatu yang tidak ada kena mengena.

Mengatakan diri sendiri adalah seorang Rasul yang 'membenarkan' apa yang Nabi ada iaitu Kitab, bukanlah semudah itu untuk menjadikan kita Rasul.

Kalau begitu semua manusia beriman kepada Al-Quran juga 'membenarkan' maka apakah kita semua juga menjadi Rasul ?

Kita bukan 'membenarkan'. Kita hanya beriman kepada kebenaran itu berdasarkan bukti-bukti atau AYATINA (AYAT-AYAT ALLAH) yang sudah nyata kepada kita setelah kita meng'aqali atau faham sebab musabab.

Maka, kata kunci atau keyword yang sangat perlu nak fahami di sini adalah 'membenarkan' atau 'mus°oddiqu'.

Mudah, firman Allah yang berkaitan dengan 'mus°oddiqu' :

Ali 'Imran : 50

وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَلِأُحِلَّ لَكُم بَعْضَ الَّذِى حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

● Dan (aku datang kepadamu) membenarkan (MUS°ODDIQA) Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. ●

Al-Ma'idah : 46

وَقَفَّيْنَا عَلٰىٓ ءَاثٰرِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ ۖ وَءَاتَيْنٰهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

● Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan (MUS°ODDIQA) Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. ●

Al-Ma'idah : 48

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَلٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتٰىكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

● Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan (MUS°ODDIQA) apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, ●

Ali 'Imran : 3

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْإِنجِيلَ

● Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan (MUS°ODDIQA) kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, ●

Al-Ahqaf : 30

قَالُوا يٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى الْحَقِّ وَإِلٰى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ

● Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan (MUS°ODDIQA) kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. ●

As-Saff : 6

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى اسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

● Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan (MUS°ODDIQA) kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". ●

Fatir : 31

وَالَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌ

● Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan (MUS°ODDIQA) kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. ●

Al-Ahqaf : 12

وَمِن قَبْلِهِۦ كِتٰبُ مُوسٰىٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهٰذَا كِتٰبٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرٰى لِلْمُحْسِنِينَ

● Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya (MUS°ODDIQU) dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. ●

Al-Baqarah : 89

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكٰفِرِينَ

● Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan (MUS°ODDIQU) apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. ●


Al-Baqarah : 41

وَءَامِنُوا بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓا أَوَّلَ كَافِرٍۭ بِهِۦ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِـَٔايٰتِى ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيّٰىَ فَاتَّقُونِ

● Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan (MUS°ODDIQA) apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. ●

Al-Baqarah : 91

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ اللَّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

● Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan (MUS°ODDIQA) apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" ●

Al-Baqarah : 101

وَلَمَّا جَآءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ كِتٰبَ اللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

● Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan (MUS°ODDIQU) apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). ●

Al-Baqarah : 97

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلٰى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِينَ

● Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan (MUS°ODDIQA) apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. ●

An-Nisa' : 47

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ ءَامِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلٰىٓ أَدْبَارِهَآ أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ أَصْحٰبَ السَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

● Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan (MUS°ODDIQA) Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku. ●


Berdasarkan segala kaitan ayat-ayat Allah tentang perkataan MUS°ODDIQU atau membenarkan, maka jelaslah sejelasnya kepada kita bahawa :

1) Yang nak Membenarkan sesuatu yang Benar mestilah datang dari Yang Benar (Al-Haq). Jika tidak, maka yang lain itu cuma Percaya dan Yakin atau di panggil beriman kepada Kebenaran itu.

2) Kitab Injil yang dianzalkan kepada Rasul Nabi Isa membenarkan apa yang ada pada Kitab Taurat yang diturunkan kepada Rasul Nabi Musa dan Harun.

3) Kitab Al-Quran yang diturunkan kepada Rasul Nabi Muhammad membenarkan apa yang ada pada Kitab Taurat dan Injil yang di berikan kepada Rasul Nabi Musa dan Harun dan kepada Rasul Nabi Isa.

4) Al-Quran adalah di turunkan Allah melalui Jibril Ruhul Qudus, kepada Rasul Nabi Muhammad berbangsa Arab, maka kerana dengkinya orang-orang Yahudi atau Nasrani, mereka tidak mahu menerima Al-Quran dan menolong Rasul Nabi Muhammad, malah memusuhi Jibril, menjadikan mereka Kafir.

5) Sesungguhnya, berdasarkan seluruh ayat-ayat Allah tentang MUS°ODDIQU atau Membenarkan, jelas kepada kita kebijaksanaan Allah Al-Hakim dalam memastikan KESINAMBUNGAN kebenaran firman Nya yang di turunkan dari satu Nabi sebelum itu kepada satu Nabi sesudahnya. Setiap Nabi wajib menolong Nabi yang lain sesudahnya, jika Nabi sudah wafat, maka wajiblah pengikut-pengikut Nabi tersebut yang di gelar AHLI KITAB, beriman kepada Nabi baru dan menolongnya. Meskipun Syariatnya berbeza, pengikut Ahli Kitab dahulu boleh mengamalkan apa syariat mereka berdasarkan kitab mereka, namun mereka mesti mengakui kebenaran Nabi Muhammad dan Al-Quran dan BERSUNGGUH-SUNGGUH menolongnya.

6) Perlu difahami setiap Nabi sudah semestinya seorang Rasul, maka 'Rasul yang membenarkan' dalam ayat 3:81 di atas adalah juga para Nabi, sebab hendak membenarkan apa yang ada pada kitab sebelum itu, perlu ada Kitab Wahyu yang lain.

7) Rasul Nabi Muhammad adalah Nabi Terakhir, penutup segala Nabi, maka tiada lagi Rasul Nabi sesudah dia, maka tiada siapa lagi MANUSIA yang boleh mengaku sebagai Nabi atau Rasul. Tiada lagi kitab selain Al-Quran akan di turunkan dan itu adalah kebenaran pasti tanpa ragu. Maka jadilah Al-Quran sebagai rujukan kebenaran sehingga kiamat.

===
End.

Allah Al-Hakim.
===

Tiada ulasan:

Catat Ulasan