Navigate

Carian

Ahad, 29 Mei 2016

Maksud sebenar TAKWIL

Maksud sebenar TAKWIL (TA`WIIL)

(Date written : 29 May 2016)

Yunus : 39

بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِۦ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُۥ ۚ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الظّٰلِمِينَ

● Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum meliputi (YUHIT°U) pengetahuan padahal belum datang kepada mereka penjelasan / keterangan nya (TA`WIILUHU). Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu. ●

Ali 'Imran : 7

هُوَ الَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ ءَايٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتٰبِ وَأُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشٰبَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرّٰسِخُونَ فِى الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

● Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti apa-apa (MA) ayat-ayat MENYERUPAI (TASYABAHU) daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya (ROSIIKHUNI FIL 'ILM) berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan ULUL ALBAB. ●

Al-Kahf : 68

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ خُبْرًا

● Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum meliputi (TUHIT°) pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" ●

Al-Kahf : 78

قَالَ هٰذَا فِرَاقُ بَيْنِى وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

● (Khidhr) berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu keterangan maksud (TA`WIIL) tentang apa yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. ●

Al-Kahf : 82

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

● Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemahuanku sendiri. Demikian itu adalah TA`WIIL (keterangan maksud) tentang apa yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". ●


Al-A'raf : 53

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوا لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓا أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

● Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali keterangan / kebenaran (Al Quran) itu (TA`WIILUHU). Pada hari datangnya keterangan  (Al Quran) itu (TA`WIILUHU), berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?". Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan. ●

Yusuf : 21

وَقَالَ الَّذِى اشْتَرٰىهُ مِن مِّصْرَ لِامْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوٰىهُ عَسٰىٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا ۚ وَكَذٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلٰىٓ أَمْرِهِۦ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

● Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya TA`WIIL (keterangan /penjelasan) AL-HADIITH (peristiwa / kenyataan / statement). Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. ●

Yusuf : 6

وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلٰىٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلٰىٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْحٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

● Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari keterangan (TA`WIL) 'mimpi-mimpi' / kenyataan (AL-HADITH) dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

Yusuf : 36

وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّىٓ أَرٰىنِىٓ أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ الْءَاخَرُ إِنِّىٓ أَرٰىنِىٓ أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِى خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ إِنَّا نَرٰىكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

● Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang diantara keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami keterangan / penjelasan nya (TA`WIILIHI); sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang MUHSIN (MUHSININ) ●

Yusuf : 37

قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِۦ قَبْلَ أَن يَأْتِيَكُمَا ۚ ذٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِى رَبِّىٓ ۚ إِنِّى تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُم بِالْءَاخِرَةِ هُمْ كٰفِرُونَ

● Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan (TA`WIILIHI) jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. ●


Yusuf : 43

وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرٰى سَبْعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسٰتٍ ۖ يٰٓأَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

● Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai pembesar-pembesarku (MALA`U) : "Terangkanlah kepadaku tentang mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan (TA'BIR) mimpi". ●

Yusuf : 45

وَقَالَ الَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ

● Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menerangkan maksud (TA`WIILIHI) mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)". ●

Yusuf : 100

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يٰٓأَبَتِ هٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ السِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ الْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ الشَّيْطٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

● Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah keterangan maksud (TA`WIIL) mimpiku (RU`YAA) yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

Yusuf : 101

رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى الدُّنْيَا وَالْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِالصّٰلِحِينَ

●Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian TA`WIIL (keterangan maksud) AL-HADITH (mimpi / statement). (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang soleh. ●

-----

Al-Isra' : 35

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

● Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik TA`WIILA (akibat / kesudahan) nya. ●

An-Nisa' : 59

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِى الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ ۚ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

● Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik TA'WIILA (kesudahannya / akibatnya).

----


Berdasarkan keseluruhan ayat-ayat Allah tentang TA`WIIL, berikut adalah deduksinya :

1) TA`WIIL bermaksud keterangan atau penjelasan maksud atau makna sesuatu kenyataan atau perkataan atau bayangan (vision) atau mimpi.

2) TA`WIIL sering di kaitkan dengan AL-HADITH dan juga RU`YAA. HADITH bermaksud statement atau kenyataan atau perkataan atau buah mulut manakala RU`YAA bermaksud bayangan atau gambaran atau mimpi yang ternyata dalam MINDA.

3) Kisah Nabi Musa dan Khidir, menerangkan bahawa selagi tidak MELIPUTI (AHAT°O) pengetahuan kita, selagi itu maksud sebenar atau keterangan sebenar atau TA`WIIL tentang sesuatu kenyataan atau perbuatan atau kejadian atau peristiwa (events) tak akan kita fahami. Ini juga di jelaskan dalam ayat Yunus:39 di atas.

4) TA`WIIL juga bermaksud Kesudahan atau Akibat.

5) Tiada siapa pun mengetahui tentang maksud keterangan sesuatu perkataan atau ayat atau kejadian atau peristiwa atau mimpi melainkan Allah dan kepada orang-orang yang Allah mengajar kepada mereka, sebagai contoh Rasul Nabi Yusof dan juga Khidr.

6) Meskipun seseorang itu Rasul lagi Nabi, contohnya Rasul Nabi Musa yang dapat kurniaan berkata-kata dengan Allah, tidak semestinya dia dapat faham tentang maksud sebenar atau TA`WIIL sesuatu kejadian, yang di ajar oleh kepada hamba Nya (Khidir) yang di kehendaki Nya.

7) Kita manusia sekali-kali tidak boleh membuat TA`WIIL atau memandai-mandai memberi keterangan maksud sesuatu perkataan atau ayat Al-Quran atau apa-apa sahaja statement atau mimpi atau kejadian atau peristiwa sesuatu tanpa kita di ajar oleh Allah.

8) Kita manusia di suruh mencari bukti atau membuat verifikasi tentang sesuatu cerita atau ayat atau perkataan atau sesuatu peristiwa dengan membuat DEDUKSI dan bukan INDUKSI, iaitu memandai-mandai membuat atau mengeluarkan PENDAPAT sendiri tentang sesuatu yang kita tidak tahu. Itu suatu KESESATAN atau ada penyakit hati (qalbu), berdasarkan ayat surah Ali Imran:7.

9) Kita manusia juga tidak akan benar-benar faham tentang sesuatu kebenaran tanpa MELIPUTI atau MENYELURUH Kajian kita tentang sesuatu perkara yang kita hendak ketahui.


====
End.

Allah Al-Bas°eer.
Allah Al-Khabeer.

Fahamilah ayat-ayat Allah di bawah dan sedarlah.

An-Naml : 84

حَتّٰىٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبْتُم بِـَٔايٰتِى وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

● Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman: "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya (TUHIT°U), atau apakah yang telah kamu kerjakan?". ●

An-Naml : 85

وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِم بِمَا ظَلَمُوا فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ

● Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa). ●

====



Tiada ulasan:

Catat Ulasan