Navigate

Carian

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ilmu Allah vs Perbuatan kita (Tuli, Bisu, Buta)

(Tarikh ditulis : 21 Oct 2017)

Firman Allah :

Al-Anfal 8 : 22

إِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

● Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang TULI dan BISU yang tidak MENG'AQALI. ●

Al-Anfal 8 : 23

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوا وَّهُم مُّعْرِضُونَ

● Kalau sekiranya Allah MENGETAHUI ('ALIMALLAH) kebaikan ada pada mereka, TENTULAH Allah MENJADIKAN mereka DAPAT MENDENGAR. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu). ●

Dua firman Allah di atas mempunyai pengertian yang sungguh luas yang perlu di fahami benar-benar agar kita tidak menyalahkan 'TAKDIR' Tuhan.

Kita wajib memerhatikan kaitan sesuatu Kata Kunci yang di sebut dalam Al-Quran dengan ayat-ayat Al-Quran yang lain.

Berikut adalah kata kunci dari 2 ayat Allah di atas :

Makhluk paling buruk,
Tuli,
Bisu,
tidak Meng'aqali,
Ilmu Allah,
Allah boleh menjadikan mereka Mendengar,
Berpaling.

Mengapa Allah mengatakan makhluk paling buruk adalah orang yang tuli, bisu dan tidak meng'aqali ?

Apakah ia bermaksud kalau orang itu Tuli Fizikal, Bisu Fizikal dan tak boleh fikir itu maka merekalah yang paling buruk / hina ? Sedangkan Tuli dan Bisu Fizikal itu adalah dijadikan Allah juga?

Maka tidak mungkin sama sekali Tuli dan Bisu itu bermaksud kepada Zahir.

Perhatikan firman Allah yang lain yang berkaitan dengan Tuli dan Bisu ini :

Al-An'am 6 : 39

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَن يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

● Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Kami (AYAATINA) adalah TULI, BISU dan berada dalam GELAP GELITA (Z°ULUMAT) gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. ●

Ayat di atas adalah TAKRIFAN kepada maksud Tuli dan Bisu yang Allah firmankan dalam Ayat Al-Anfal 8 : 22 di atas.

Berikut adalah cara-cara berdeduksi dalam mentadabburi Al-Quran TANPA kita meletakkan sebarang Pendapat yang terpacul dari kepala sendiri. Kita wajib hanya berdeduksi dengan memerhatikan seluruh kaitan ayat-ayat Al-Quran berdasarkan kata kuncinya :

1) Makhluk yang paling buruk adalah yang Tuli, Bisu dan Tidak Meng'aqali.

2) Orang yang Tuli, Bisu dan Gelap Gelita adalah orang yang Mendustakan ayat-ayat Allah.

Maka, deduksinya;

Makhluk yang paling buruk atau hina adalah yang MENDUSTAKAN kebenaran ayat-ayat Allah.

Ayat-ayat Allah pula ada 2 maksud dan bukan hanya satu maksud.

1) Ayat-ayat Allah yang bermaksud ayat-ayat dari kitab wahyu dan zaman ini adalah ayat-ayat Al-Quran.

2) Ayat-ayat Allah yang bermaksud bukti-bukti kebenaran yang nyata pada seluruh alam semesta yang Allah ciptakan (KHALAQTU) dan jadikan (JA'ALA).

Maka, benarlah apa yang Allah firmankan dan memang Kebenaran itu hanya boleh datang dari Allah Al-Haq atau Allah Yang Benar. Dia Yang Tahu segala-galanya, Zahir juga batin.

Kebenarannya adalah makhluk yang Allah sebutkan dalam hal ini di tujukan kepada manusia (atau jin) yang bukan hanya mendustakan kebenaran ayat-ayat Al-Quran tetapi juga manusia ini tak mahu ambil peduli, tak mahu ambil tahu, tak mahu berfikir, tak mahu memerhatikan apa yang telah Allah ciptakan dan mengapa Allah ciptakan sesuatu, tidak mahu bertanya, tak mahu cari panduan untuk menyelasaikan masalah dengan cara yang betul, padahal hidup bukan takde masalah atau ujian atau cabaran.

Manusia sebeginilah seburuk-buruk Makhluk.

Dan ada lagi ayat-ayat Allah yang menguatkan deduksi kebenaran di atas :

Al-An'am 6 : 104

قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

● Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa BUTA (tidak melihat kebenaran itu) ('AMIYA), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). ●

Saba' 34 : 9

أَفَلَمْ يَرَوْا إِلٰى مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ

● Maka apakah mereka tidak MELIHAT LANGIT dan BUMI yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat TANDA-TANDA / BUKTI-BUKTI (AYAT) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). ●

Ali 'Imran 3 : 190

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ

● Sesungguhnya dalam PENCIPTAAN LANGIT dan BUMI, dan silih bergantinya (IKHTILAF) malam dan siang terdapat TANDA-TANDA / BUKTI-BUKTI (AYAAT) bagi orang-orang yang MEMAHAMI INTIPATI (ULIL ALBAB) ●

Az-Zariyat 51 : 20

وَفِى الْأَرْضِ ءَايٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

● Dan di bumi itu terdapat TANDA-TANDA / BUKTI-BUKTI (AYAAT) bagi orang-orang yang yakin. ●

Az-Zariyat 51 : 21

وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

● dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak MEMPERHATIKAN (TUBS°IRUUN). ? ●

Fahamilah terlalu banyak ayat-ayat Al-Quran wahyu Allah ini yang menyuruh manusia memerhati, melihat, memikirkan apa erti penciptaan seluruh langit dan bumi dan alam semesta ini dan akhirnya akan membuat manusia itu berterusan mencari kebenaran sehingga dia berjumpa dengan kebenaran ayat-ayat Wahyu Allah. Maka akan dia saksikan satunya, kenyataan kebenaran dari Al-Quran dan keduanya, akan dia sahkan (verify) bukti-bukti kepada kenyataan kebenaran itu yang ada pada alam semesta termasuk dirinya sendiri.

===
Seterusnya, mengapakah dalam ayat Al-Anfal 8 :23 Allah menyebut jika Allah MENGETAHUI ada kebaikan pada mereka, maka Allah menjadikan mereka MENDENGAR ?

Firman Allah itu sendiri MENUNJUKKAN bahawasanya yang menjadikan manusia itu TULI tidak dapat MENDENGAR adalah Allah sendiri.

Di sinilah pentingnya sekali lagi memahami kaitan antara ayat-ayat Al-Quran dengan ayat yang lain. Ini juga di panggil Jumhur Ulamak sebagai Tafsir Quran Bil Quran. Cara TERUTAMA dalam memahami ayat-ayat Al-Quran.

Sememangnya, dalam ayat Allah yang lain, Allah sendiri mengatakan Dia yang MENUTUP PENDENGARAN mereka sehingga jadi TULI (tidak dapat mendengar KEBENARAN Langsung, bukan Pekak (Pekak dengar sikit)), dan MENUTUP PENGLIHATAN mereka sehingga BUTA tak dapat lihat kebenaran :

Al-Baqarah 2 : 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلٰىٓ أَبْصٰرِهِمْ غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

● Allah telah mengunci-mati (Pateri-Mati) QALBU dan PENDENGARAN mereka dan PENGLIHATAN mereka DI TUTUP. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. ●

Bila Qalbu terkunci mati maka manusia TIDAK DAPAT MENG'AQALI atau berfikir mencari jawapan kepada kebenaran, sebab Qalbulah yang memikirkan dalam Minda kita ini dan jika sudah di tutup pendengaran maka TULI dan jika sudah di tutup penglihatan maka BUTA.

----
Mengapa Allah sendiri yang MENULIKAN, MEMBUTAKAN dan Membuat mereka tak dapat berfikir adalah kerana :

Al-Baqarah 2 : 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan BERIMAN. ●

Kerana sesudah di bacakan ayat-ayat Allah kepada mereka beserta bukti kebenaran pun masih MENOLAK atau MENDUSTAKAN KEBENARAN dan itulah makna sebenar TIDAK mahu BERIMAN.

Al-An'am 6 : 25

وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْا كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا بِهَا ۚ حَتّٰىٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجٰدِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوٓا إِنْ هٰذَآ إِلَّآ أَسٰطِيرُ الْأَوَّلِينَ

● Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan TUTUPAN di atas QALBU mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) SUMBATAN di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala TANDA-TANDA / BUKTI-BUKTI KEBENARAN (AYAT), mereka tetap TIDAK MAHU BERIMAN kepadanya... ●

----

Perhatikan sekali lagi kaitannya :

Al-Anfal 8 : 22

إِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

● Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang TULI dan BISU yang tidak MENG'AQALI. ●

Ada beza sedikit, antara TULI, BUTA dan Tidak dapat MENG'AQALI dengan TULI, BISU dan BUTA.

Maka, kita lihat pula kaitannya dengan AYAAT Allah atau BUKTI-BUKTI yang ada pada manusia pula iaitu KAJIAN SAINTIFIK menunjukkan orang yang TULI dan BUTA, 100% mereka itu BISU sebab dia tak nampak apa-apa cuma KEGELAPAN dan dia tidak mendengar apa-apa maka bagaimana dia nak IMMITATE / Meniru atau belajar bercakap Langsung!

Bila dah takde 2 Alat Terpenting untuk BELAJAR memahami maka bagaimana MUNGKIN boleh faham atau boleh berfikir atau meng'aqali.

Bacalah berkali-kali artikel ini atau tadabburilah Al-Quran agar kita faham tepat dan benar dan mengikuti ajaran Allah ini.

Fahamilah inilah HASIL DIRI yang TERBURUK dan TERHINA sekali jika SUDAH Allah Tulikan, Butakan, Bisukan dan Bodohkan sebab tak dapat fikir :

Al-Baqarah 2 : 13

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَآ ءَامَنَ النَّاسُ قَالُوٓا أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ السُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَآءُ وَلٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ

● Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. ●


Al-A'raf 7 : 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

● Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai QALBU, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai MATA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MELIHAT (tanda-tanda kebenaran Allah), dan mereka mempunyai TELINGA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MENDENGAR (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti BINATANG TERNAK bahkan mereka LEBIH SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang LALAI (GHOFILIN). ●

====
Kita masih belum habis membicarakan tentang 2 ayat yang di atas surah Al-Anfal 8 : 22 - 23 tersebut.

Mengapa Allah menyebut JIKA ALLAH MENGETAHUI ada Kebaikan pada mereka ?

Dalam Ilmu Allah, atau Pengetahuan Allah, manusia (atau jin) jenis INI, yang MEMANG tak akan BERIMAN Walaupun dah JELAS KEBENARAN KENYATAAN BESERTA BUKTI; DAH tak ada KEBAIKAN langsung, tak guna langsung dah, maka Allah TARIK BALIKLAH 3 Alat yang di berikan kepada kita sejak di lahirkan tersebut :

An-Nahl 16 : 78

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan AF`IDAH (Rasa Sedar dan boleh fikir), agar kamu bersyukur. ●

Jika di tadabbur ayat Al-Quran selalu akan kita fahami bahawa Qalbu adalah subset kepada FU`AD atau jamaknya Af`idah.


Al-An'am 6 : 46

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوبِكُم مَّنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْءَايٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

● Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut PENDENGARAN dan PENGLIHATAN serta menutup QALBUmu, siapakah tuhan selain Allah yang berkuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan TANDA-TANDA KEBENARAN (AYAAT), kemudian mereka tetap berpaling (juga). ●

TATKALA itulah kita jadi MANUSIA paling Bodoh, Tuli, Bisu, Buta dan juga SESAT dan hasilnya ke Neraka Jahannam.

Az-Zukhruf 43 : 40

أَفَأَنتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِى الْعُمْىَ وَمَن كَانَ فِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ

● Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang TULI bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang BUTA dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? ●

====

Last.

Ini ULTIMATUM mengapa Artikel ini di tulis :-

Kita mengaku kita beriman.

Dah kita FAHAM seluruh ayat-ayat Al-Quran dan jadikan dia pedoman dan IKUT apa arahan di dalamnya ?

Fahamilah pembaca sekalian - Kebenarannya adalah MEMBACA dan MEMAHAMI seluruh ayat-ayat Al-Quran itulah adalah WAJIB. Allah tak akan suruh Rasul SAMPAIKAN dengan TERANG dan JELAS jika BUKAN untuk di fahami dan di ikut kebenaran setiap satu ayat di dalamnya.

Baca tidak, pelajari tidak, tadabbur tidak macam mana nak kenal kebenaran dan mengikutinya ?

Ataukah Qalbu kita sudah di kunci-mati ?
Atau Kita sudah Tuli, Buta dan Bisu dan Bodoh dan lebih sesat dari lembu atau kerbau ternakan?

Muhammad 47 : 24

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ أَمْ عَلٰى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

● Maka apakah mereka tidak memperhatikan AL-QURAN ataukah QALBU mereka TERKUNCI? ●


Moga Allah merahmati seluruh pembaca sekalian.
====
End.


Allah Zul Jalaliwal Ikram.

====











Tiada ulasan:

Catat Ulasan