Navigate

Carian

Jumaat, 20 Oktober 2017

Yang Terpenting Dalam Hidup

(Tarikh ditulis : 20 Oct 2017)

Pengenalan

Apa yang paling penting dalam hidup kita ini?

Atau apakah yang paling terutama perlu kita dulukan dalam hidup ini melebihi segala perbuatan atau perkataan yang lain ?

Apa yang kita mahukan ?

Apa yang semua manusia mahukan itulah yang terpenting.

Jika di kajiselidik atau hasil kajiselidik ramai manusia yang manusia seluruhnya mahukan adalah kesejahteraan, keselamatan, ketenangan, kebahagiaan (happiness) dan keamanan.

Ianya lebih penting dari mempunyai harta benda yang melimpah. Sebab ada manusia yang ada harta benda yang banyak namun tidak bahagia.

Ada juga manusia yang berharta dan mempunyai anak ramai yang bahagia dan ada yang miskin yang bahagia. Ada juga dari kedua golongan ini yang tidak bahagia.

Tanpa kebahagiaan, kesejahteraan, ketenangan jiwa; kekayaan yang kita ada tidak bererti.

Bagaimana mahu mencapai apa yang kita mahukan itu ?

Setelah kita tahu bahawa yang terpenting untuk kita adalah mencapai ketenangan jiwa, kebahagiaan dan kesejahteraan DAN semua ini adalah 'STATE of MIND' atau STATUS 'RASA' MINDA / Jiwa kita maka kita mesti mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan itu.

Apa dia caranya ?

Maka CARA untuk kita MENCAPAI apa yang kita mahukan itulah PERBUATAN atau KERJA atau AMAL TERPENTING atau TERUTAMA yang perlu kita LAKUKAN atau FOKUSKAN setiap hari secara RUTIN dan BERDISIPLIN.

Apa dia caranya untuk kita capai apa yang kita mahukan ?

Ini persoalan besar kepada umat manusia sekalian.

Apakah dengan bersaing dengan orang untuk mendapat kekayaan ? Lepas dah dapat maka kita tak tolong orang lain dan kita mementingkan diri sendiri ? Atau pula lepas tu kita zalimi orang lain pula demi menjaga kepentingan kita ?

Apa caranya ?

Adakah dengan masuk hutan dan duduk dalam gua dan jauh dari hiruk pikuk rencah permasalahan hidup bersama manusia lain? Akan dapatkah kita apa yang kita mahukan ?

Seluruh manusia sebenarnya samada yang mengaku Muslim atau pun tidak, yang MASIH tidak berpengetahuan yang benar, MASIH tercari-cari apa dia CARANYA untuk mencapai apa yang kita mahukan.

Dan semestinya, ALLAH sebagai Al-Khalik, Sang Pencipta kita ini TAHU dan sebagai Al-Hadi atau Yang Membimbing telah pun memberitahu kepada kita melalui seluruh RasulNya yang di hantar ke setiap Umat Manusia.


Yunus 10 : 47

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمْ قُضِىَ بَيْنَهُم بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

● Tiap-tiap UMAT mempunyai RASUL; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. ●

Apakah yang di bawa oleh Rasul ini?

Al-Ma'idah 5 : 67

يٰٓأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِينَ

● Hai Rasul, SAMPAIKANLAH (BALLAGH) apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan RISALAH-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. ●

Rasul membawa, menyampaikan dan menerangkan Mesej dari Allah, Bimbingan dari Allah bagaimana melalui kehidupan dan bagaimana mencapai APA Yang Terpenting yang kita mahukan.

Maka mulia benarlah manusia terpilih yang menjadi Nabi dan Rasul Allah. Itu sebab kita kena Bersolat / Berselawat kepada mereka.

Salamun 'Alal Mursalin.
Salamun 'alaika ya ayyuhan nabiy.

At-Tagabun 64 : 12

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلٰى رَسُولِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِينُ

● Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah MENYAMPAIKAN (BALAAGH) dengan terang / jelas (AL-MUBIIN). ●

Hud 11 : 57

فَإِن تَوَلَّوْا فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّآ أُرْسِلْتُ بِهِۦٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّى قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ رَبِّى عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

● Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah MENYAMPAIKAN (ABLAGH) kepadamu apa yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. ●


====
Sekarang perhatikan firman Allah ini :

Al-Baqarah 2 : 38

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari Jannah itu! Kemudian jika datang BIMBINGAN-Ku (HUDA) kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti BIMBINGAN-Ku (HUDA), niscaya tidak ada KEKHUATIRAN atas mereka, dan tidak (pula) mereka BERSEDIH HATI". ●

Tiada Khuatir dan Tidak Bersedih Hati (LA KHAUFUN LA YAHZANUN) itulah 'State of Mind' atau Rasa Sedar Minda yang TERPENTING YANG SEMUA MANUSIA mahukan. Itulah ketenangan dan kebahagiaan.

====
Dengarlah kata-kata ini. Bagi sesiapa yang konsisten, rutin atau Aqimu dalam bersolat dan mentadabbur Al-Quran, akan kita fahami bahawa HANYA ALLAH yang memberi takrifan terbaik tentang apa itu Ketenangan, Keamanan, Kesejahteraan dan Kebahagiaan.

Tiada aman jika hati selalu gusar.
Tiada tenang jika minda selalu khuatir.
Tiada bahagia jika kita ada bersedih hati.

Maka definasi Terbaik dari Allah, JELAS SEJELASNYA memberi kata atau kalimat terkukuh dan paling tepat tentang definasi bahagia, tenang, tenteram dan sejahtera iaitu :-

Tiada Khuatir.
Tiada Sedih Hati.

Alhamdulillah. Ta'allahul Malikul Haq.
Al-'Alimul Khabir. Zul Jalaliwal Ikram.
Tabarakallazi biyadihil Mulk.

====
Maka setelah kita mengetahui untuk mencapai definasi kebahagiaan sejati adalah dengan kita MENGIKUTI Wahyu Allah, maka bacalah, fahamkanlah setiap hari, rutinkanlah, dirikanlah (AQIMU), tegakkanlah pembacaan dan pemahaman Al-Quran dan ikutilah, dan sampaikanlah pada manusia lainnya kebenaran Wahyu Allah yang ini.

====

Jika kita tidak lakukan, jika kita GELAPKAN diri atau tidak langsung memperdulikan isi Kitab Wahyu Allah, tidak mahu memahami MAKSUD ayat-ayat Allah, tidak mahu berfikir dan menga'aqali intipati maksud kaitan ayat-ayat Allah dengan Alam Semesta ini, berpaling dan sombong dari melihat kebenaran, maka SEBENARNYA kita ini sudah TULI, BISU dan BUTA (bukan saya kata). Kita juga di beri Syaitan yang menjadi Qarin atau teman rapat yang sentiasa bersama kita yang menyesatkan kita dengan selalu berbisik dalam minda.

Az-Zukhruf 43 : 36

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ

● Barangsiapa yang berpaling (YA'SYU) dari PERINGATAN Tuhan Yang Penyayang (ZIKRI AR-RAHMAN) (Al Quran), kami adakan baginya syaitan,  maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (QARIN). ●

Az-Zukhruf 43 : 37

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

● Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. ●


Perhatikan firman Allah ini pula :

Al-An'am 6 : 39

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَن يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

● Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Kami adalah TULI, BISU dan berada dalam GELAP GELITA (Z°ULUMAT) gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. ●

Al-Isra' 17 : 72

وَمَن كَانَ فِى هٰذِهِۦٓ أَعْمٰى فَهُوَ فِى الْءَاخِرَةِ أَعْمٰى وَأَضَلُّ سَبِيلًا

● Dan barangsiapa yang BUTA (mata hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih BUTA (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). ●

Al-Isra' 17 : 97

وَمَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِهِۦ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَّأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيرًا

● Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan BUTA, BISU dan TULI. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. ●


Al-Baqarah 2 : 170

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَآ أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۗ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْـًٔا وَلَا يَهْتَدُونَ

● Dan apabila dikatakan kepada mereka: "IKUTILAH apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". ●

Al-Baqarah 2 : 171

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِى يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَآءً وَنِدَآءً ۚ صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

● Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka TULI, BISU dan BUTA, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. ●

Al-Baqarah 2 : 18

صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

● Mereka TULI (S°UMMUN), BISU (BUKMUN) dan BUTA ('UMYUN)
, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), ●

Ar-Rum 30 : 53

وَمَآ أَنتَ بِهٰدِ الْعُمْىِ عَن ضَلٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

● Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang BUTA (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami). ●

Al-Anfal 8 : 22

إِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

● Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang TULI (AS-S°UMMU) dan BISU (AL-BUKMU) yang tidak MENG'AQALI  (YA'QILUN). ●


PERHATIKAN pula kata-kata Rasul :

Al-Furqan 25 : 30

وَقَالَ الرَّسُولُ يٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوا هٰذَا الْقُرْءَانَ مَهْجُورًا

● Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan". ●

===
Olahan dan Kesimpulan

Yang terpenting yang perlu kita lakukan untuk mencapai apa yang kita mahukan adalah RAPATKAN diri dengan BIMBINGAN Dia, iaitu Al-Quran dan MENGIKUTI apa arahan di dalamnya, maka akan tercapai apa yang kita mahukan, iaitu Kebahagiaan.

Janganlah kita pekakkan telinga dan butakan mata dari membaca, mempelajari dan memahami Al-Quran, wahyu mulia ini.

Jika tidak kita ini TULI, BISU dan BUTA dan di akhirat juga akan di bangkitkan dalam keadaan begitu.

Jadikan Pembacaan dan Pemahaman Al-Quran sebagai Rutin hidup - "Aqimuss°olah, Kitaban Mauquuta".

It is the Central Point of our SUCCESS.

====
End.

Allah Al-Hadi
===




Tiada ulasan:

Catat Ulasan