Navigate

Carian

Isnin, 29 Februari 2016

Beza Zakat, Infaq dan Sedekah

Beza Zakat, Infaq dan Sedekah

(Date written : 28 Feb 2016)
(Last update : 26 Jun 2016)

1) Zakat

Al-Baqarah : 43

وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرّٰكِعِينَ

● Dan dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. ●

Al-Baqarah : 110

وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

● Dan dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan menjumpainya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. ●

At-Taubah : 11

فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتَوُا الزَّكٰوةَ فَإِخْوٰنُكُمْ فِى الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْءَايٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

● Jika mereka bertaubat, mendirikan solat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. ●

Al-Bayyinah : 5

وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

● Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang hanif, dan supaya mereka mendirikan solat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. ●

Ar-Rum : 39

وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا فِىٓ أَمْوٰلِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُوا عِندَ اللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكٰوةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

● Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keredhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (ganjarannya). ●

Maryam : 31

وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصٰنِى بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

● dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; ●

Al-Lail : 18

الَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكّٰى

● yang memberikan hartanya untuk menyucikannya (YATAZAKKA), ●

Al-Baqarah : 177

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ وَالْمَلٰٓئِكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهِۦ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِى الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلٰوةَ وَءَاتَى الزَّكٰوةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عٰهَدُوا ۖ وَالصّٰبِرِينَ فِى الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

● Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan (AL-BIRRA), akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) (WABNAS-SABIL) dan orang-orang yang meminta-minta (SAA`ILIIN); dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (S°ODAQU); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (MUTTAQIIN). ●


2) Infaq

An-Nisa' : 34

الرِّجَالُ قَوّٰمُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا مِنْ أَمْوٰلِهِمْ ۚ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَالّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

● Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (laki-laki) telah menafkahkan (ANFAQU) sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang soleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh kerana Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ●

Al-Baqarah : 3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ

● (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan solat, dan menafkahkan (YUNFIQUUN) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ●

Al-Anfal : 3

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ

● (yaitu) orang-orang yang mendirikan solat dan yang menafkahkan (YUNFIQUUN) sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. ●

Ibrahim : 31

قُل لِّعِبَادِىَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلٰلٌ

● Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan solat, menafkahkan (YUNFIQU) sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. ●

Al-Baqarah : 215

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

● Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan (YUNFIQUUN). Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan (ANFAQ) hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu Sabil". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. ●

Asy-Syura : 38

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَأَمْرُهُمْ شُورٰى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ

● Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan solat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan (YUNFIQUUN) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. ●

Ya Sin : 47

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلٰلٍ مُّبِينٍ

● Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah (ANFIQU) sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". ●

Fatir : 29

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتٰبَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجٰرَةً لَّن تَبُورَ

● Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan (ANFAQU) sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, ●

Al-Baqarah : 219

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْءَايٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

● Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan (YUNFIQUUN). Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, ●

Al-Baqarah : 262

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Orang-orang yang menafkahkan (YUNFIQUUN) hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Muhammad : 38

هٰٓأَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِىُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَآءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا أَمْثٰلَكُم

● Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (TUNFIQU) (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. ●

Al-Baqarah : 272

لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

● Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (TUNFIQU) (di jalan allah), maka ganjarannya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan kerana mencari keredhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (TUNFIQU), niscaya kamu akan diberi ganjarannya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). ●

Al-Baqarah : 273

لِلْفُقَرَآءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

● (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya kerana memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (TUNFIQU) (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. ●

Ali 'Imran : 92

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَىْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

● Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (TUNFIQU) sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. ●


3) Sedekah

At-Taubah : 60

إِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسٰكِينِ وَالْعٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

● Sesungguhnya sedekah (S°ODAQAAT) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir (FUQARAA`), orang-orang miskin, orang yang beramal untuk mereka ('AMILINA 'ALAIHA), para mu'allaf yang cenderung qalbunya, untuk (memerdekakan) budak / hamba sahaya, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk Ibnu Sabil, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan (FARID°ATAN) Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

Sedekah itu FARD°U atau wajib berdasarkan ayat di atas dan ianya bukan Sunat. Kebanyakan terjemahan menggantikan perkataan Sedekah itu dengan Zakat.

Al-Baqarah : 263

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

● Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. ●

Al-Baqarah : 271

إِن تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

● Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

Al-Baqarah : 276

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

● Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. ●


4) Kaitan Infaq dan Sedekah

Al-Munafiqun : 10

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلٰىٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصّٰلِحِينَ

● Dan nafkahkanlah (ANFIQU) sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang soleh?" ●


5) Kaitan Sedekah dan Zakat

Al-Mujadilah : 13

ءَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَىْ نَجْوٰىكُمْ صَدَقٰتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

● Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) kerana kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah solat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

At-Taubah : 103

خُذْ مِنْ أَمْوٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Ambillah sedekah (S°ODAQAAT) dari sebahagian harta mereka, dengan itu kamu membersihkan dan mensucikan (TUZAKKI) mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●


Kesimpulan
==========

1) Perintah berzakat adalah selepas perintah bersolat. (2:43, 2:110)

2) Berzakat adalah bermaksud menunaikan penyucian harta atau menyucikan harta. (92:18). Ianya bermaksud ada hak orang lain yang wajib di berikan dari sebahagian harta kita, hanya setelah di berikan hak mereka maka barulah suci harta kita. Kepada siapa kita wajib berzakat di ceritakan dalam berinfaq dan bersedekah.

3) Mensucikan harta (ZAKAT) adalah memberikan sebahagian harta yang kita cintai, makanya Zakat = Infaq. (92:18, 2:215)

4) Perintah berinfaq juga adalah selepas perintah bersolat. (2:3, 8:3)

5) Sedekah pula adalah FARD°U atau kewajipan dan bukan Sunat. (9:60). Begitu juga Menunaikan Zakat (2:43 dan banyak lagi Ayat Al-Quran yang lain) dan juga Infaq (2:215, 14:31 dan banyak lagi Ayat Al-Quran yang lain).

6) Sedekah, ambil dari sebahagian harta. Begitu juga Infaq, ambil dari sebahagian harta yang lebih dari keperluan. (9:103, 2:219). Makanya Sedekah = Infaq.

7) Selepas berinfaq, tidak boleh menyebut-nyebut pemberian itu dan menyakiti penerima, begitu juga sedekah. Maka Infaq = Sedekah. (2:262, 2:263)

8) Bersedekah juga adalah mensucikan harta, iaitu berzakat (9:103). Maka Sedekah = Zakat.

9) Makanya, Zakat = Infaq = Sedekah. Iaitu cara kita Berzakat atau Menyucikan harta adalah dengan melakukan Infaq atau Sedekah.

10) Kepada siapa patut kita Berzakat atau Berinfaq atau Bersedekah ? Berdasarkan firman Allah, kesemuanya adalah (susunan mengikut keutamaan) :

10.1) Tanggungan kita dahulu - Isteri dan anak2 (4:34)

10.2) Ibu Bapa (2:215)

10.3) Kaum keluarga terdekat (2:215)

10.4) Anak-anak Yatim (2:215)

10.5) Orang Fakir (9:60)

10.6) Orang Miskin (2:215, 9:60)

10.7) 'Amilina 'Alaiha (Pengutip dan Pembahagi dan Pengurus atau sesiapa Yang Beramal untuk Orang Fakir dan Miskin) (9:60)

10.8) Muallaf (9:60)

10.9) Untuk Memerdekakan hamba (9:60, 2:177)

10.10) Orang berhutang (9:60)

10.11) Orang berjihad Fi Sabilillah (di Jalan Allah) (2:273, 9:60). Definasi orang ini jelas di dalam 2:273 di atas.

10.12) Musafir yang memerlukan pertolongan / Ibnu Sabil (2:215, 9:60, 2:177)

10.13) Orang yang meminta-minta / SAA`ILIIN (2:177)


Allah lebih Mengetahui tentang turutan keutamaan siapa yang patut kita beri dahulu, susunan saya hanya berdasarkan deduksi sebaik mungkin dari Firman Allah.

----
Mengapakah perlu mengikut keutamaan atau prioriti ?

Sebab kalau kita benar-benar mengikut keutamaan maka akan terbahagilah sama rata kepada kesemua Asnaf yang memerlukan.

Sebagai contoh, berdasarkan ayat 2:215 ada menyebut ibu-bapa dahulu sebelum orang fakir (FUQARAA`). Berapa ramai orang yang tak peduli pasal ibu bapa mereka ? Berapa banyak orang perseorangan atau pertubuhan mengadakan Rumah Kasih Sayang / Kebajikan di mana ramai ibu bapa di sisihkan ? Sedangkan anak-anaknya ada bukan takde.

Sesungguhnya Allah mengetahui, ibu bapa yang dah tua tak mampu untuk mencari rezeki sendiri dan memerlukan pertolongan. Jika bukan duit pun, Allah sebut adalah harta, ini termasuk rumah kediaman, sebab orang tua tak berdaya nak mengurus hidup sendiri. Maksudnya kena bawa ibu bapa kita yang tak berdaya untuk duduk bersama kita. Uruslah mereka dari mereka ini kena pergi ke Rumah Kebajikan. Dan yang paling teruknya ramai ibu bapa orang Islam yang di jaga dan di biayai oleh orang bukan Islam. Silalah kaji dan cari fakta apa yang saya tulis ini. Fahamilah firman Allah Al-Hakim (Yang Bijaksana) dengan sebenarnya.

Keduanya kaum kerabat kita sendiri dahulu yang susah sebelum kita pergi beri zakat/infaq/sedekah kepada orang lain. Famili atau Keluarga kita sendirilah yang patut kita utamakan mendahului keluarga orang lain.

Jika 2 keutamaan inipun orang mengaku Islam dan Beriman dah buat, nescaya dah banyak Asnaf itu mendapat rezeki mereka dari sebahagian rezeki yang kita dapat dari Allah.

Keadilan pembahagiaan kepada Asnaf tak akan berlaku tanpa penekanan kepada keutamaan susunan.

_____

Perhatikan pula kaitan dengan firman Allah yang ini :

An-Nisa' : 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا وَبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنۢبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

● 'Abdilah diri kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah (IHSAN) kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, ●

Selain kena menafkahkan, kita wajib berlaku ihsan atau baik kepada mereka ini. Macammana tu ?

An-Nisa' : 8

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينُ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

● Dan apabila sewaktu pembahagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik (QAULAN MA'RUF). ●

Dengan mengucapkan perkataan yang baik-baik. Islam sebagai Ad-Deen dari Allah ini Lengkap.

_____

Pemahaman tentang para 'Amil

Yang sebenarnya bukan 'Amil yang layak menerima infaq atau sedekah. Yang sebenarnya adalah 'Amilina 'Alaiha.

Pemahaman yang jelas tentang 'AMILINA 'ALAIHA berdasarkan At-Taubah:60 yang bermaksud 'Yang beramal untuk mereka (fakir dan miskin) " itu tidaklah boleh di takrif sesempit Pusat Pungutan Zakat (PPZ) sahaja. Banyak rumah2 anak yatim yang di urus oleh orang perseorangan atau group atau NGO. Bayar zakat atau infaq kepada mereka adalah DI SURUH oleh Allah juga. Siapa yang selalu pergi bayar zakat kat rumah-rumah anak yatim akan dapat berjumpa 'AMILINA 'ALAIHA ini.

-----
Pemahaman tentang Orang Fakir (FUQARAA`)

Fatir : 15

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَآءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِىُّ الْحَمِيدُ

● Hai manusia, kamulah yang berkeperluan / 'in need' (FUQARAA`) kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. ●

Dari ayat di atas, fahamlah kita bahawa Orang Fakir atau FUQARAA` adalah orang yang BERKEPERLUAN untuk hidup, iaitu yang sangat memerlukan benda-benda asas untuk hidup, kerana orang-orang ini memang tidak berdaya atau berupaya untuk mendapatkan sendiri makanan dan minuman mereka, pakaian dan tempat tinggal kerana kecacatan, kesakitan, ketuaan atau anak kecil yang kematian ibu bapa atau anak yatim

-----
Apa beza orang Fakir dan orang Miskin ?

Al-Baqarah : 184

أَيَّامًا مَّعْدُودٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

● (iaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. ●

Al-Ma'idah : 89

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِىٓ أَيْمٰنِكُمْ وَلٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الْأَيْمٰنَ ۖ فَكَفّٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذٰلِكَ كَفّٰرَةُ أَيْمٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوٓا أَيْمٰنَكُمْ ۚ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

● Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, iaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). ●

Deduksi dari ayat-ayat Allah di atas adalah, orang miskin tidaklah sesusah orang Fakir atau yang berkeperluan serba-serbi sebab kita di arahkan untuk memberi makan kepada orang Miskin dan kemudian beri pakaian; yang bermaksud kategori orang Miskin mungkin ada pakaian dan tempat tinggal, namun perbelanjaan untuk makan minum tidak cukup dan juga pakaian juga adalah terlampau sedikit atau kebanyakannya sudah lusuh. Ada yang sampai reput. Ada yang selipar pun takde. Cubalah cari orang gelandangan dan lihat sendiri pakaian mereka.

-----
Yang biasa kita faham turun-temurun ada cuma 8 Asnaf. Apsal pulak lebih pada 8 ?

Sebab, tulisan saya ini akan di pertanggung-jawab nanti di akhirat dan saya akan berdiri di hadapan Allah dan mengatakan bahawa saya tidak mengambil sebahagian ayat Allah dan meninggalkan sebahagian yang lain. Dan saya tidak mengeluarkan pendapat atau memandai-mandai menTAKWILkan sendiri akan siapa yang patut kita bagi infaq atau sedekah, iaitu menunaikan zakat.

Asnaf yang 8 hanya mengambil ayat At-Taubah (9) : 60 sahaja, sedangkan Al-Quran bermaksud bacaan yang berkait-kaitan dan kita tidak boleh meninggalkan kaitan dari ayat-ayat Allah yang lain.


Al-Baqarah : 85

ثُمَّ أَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُم مِّن دِيٰرِهِمْ تَظٰهَرُونَ عَلَيْهِم بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوٰنِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسٰرٰى تُفٰدُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلٰىٓ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

● ... Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan engkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada seksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. ●

Moga Allah mengampuni saya dan para pembaca semua. Bacalah Al-Quran dan bertanyalah sebagaimana saya bertanya, carilah Ulama yang benar-benar Takut kepada Allah dan usahalah supaya kita sendiri menjadi Ulama yang Takut kepada Allah, dan bukan hanya mengikut-ngikut tanpa usul periksa.


====
End.

Allah Ar-Razzaq.
Allah Al-Wasi`
Allah Al-Muhit°.
====

Tiada ulasan:

Catat Ulasan