Navigate

Carian

Sabtu, 13 Februari 2016

Betul ke kita dah jadi Hamba Allah

Betul ke kita orang yang Sabar
(Tingkatan-tingkatan manusia)

(Date written : 12 Feb 2016)
(Last update : 16 Feb 2016)


Jenis-jenis golongan manusia, di susun serapi yang boleh (Allah Lebih Mengetahui, saya mungkin tersalah), mengikut tingkatan terendah kepada tertinggi darjat di sisi Allah :

1) Musrifiin

Al-A'raf (7): 81

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

● Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan SYAHWAT, bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFUUN). ●

---
Az-Zariyat : 33

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن طِينٍ

● agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah, ●

Az-Zariyat : 34

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

● yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFIIN)". ●
----

Al-Ma'idah : 32

مِنْ أَجْلِ ذٰلِكَ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

● Oleh kerana itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat FASAD dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFIIN) dalam (berbuat FASAD) dimuka bumi. ●

Yunus : 83

فَمَآ ءَامَنَ لِمُوسٰىٓ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِۦ عَلٰى خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَإِيهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِى الْأَرْضِ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

● Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFIIN). ●

Ta Ha : 43

اذْهَبَآ إِلٰى فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغٰى

● Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas (T°OGHAA); ●

Ta Ha : 81

كُلُوا مِن طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِى ۖ وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوٰى

● Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas (TAT°GHAU) padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia (HAWAA). ●

Ta Ha : 127

وَكَذٰلِكَ نَجْزِى مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنۢ بِـَٔايٰتِ رَبِّهِۦ ۚ وَلَعَذَابُ الْءَاخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقٰىٓ

● Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas (ASRAFA) dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. ●

Al-Anbiya : 9

ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَأَنجَيْنٰهُمْ وَمَن نَّشَآءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ

● Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFIIN). ●

Ad-Dukhan : 31

مِن فِرْعَوْنَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِينَ

● dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang SANGAT MELAMPAUI BATAS (MUSRIFFIN). ●

Inilah golongan manusia yang paling dimurkai oleh Allah sehingga di Azab di dunia terus. Mereka ini memang dah Engkar kepada Allah terang-terangan dan bermaharajalela melakukan FASAD dan MENGHALANG dan MEMBUNUH Nabi-nabi, orang nak berbuat baik dan beriman kepada Allah.

Musrifiin inilah golongan manusia yang Paling Di MURKAI ALLAH sehingga Azab Allah sampai kepada mereka semasa di dunia lagi.

2) Mufsidiin

Ali 'Imran : 63

فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِالْمُفْسِدِينَ

● Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat FASAD (MUFSIDIIN). ●

Hud : 85

وَيٰقَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

● Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat FASAD (MUFSIDIIN). ●

Al-Baqarah : 12

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ

● Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat FASAD (MUFSIDIIN), tetapi mereka tidak sadar. ●

TUFSIDU, YUFSIDU berasal dari kata dasar FASAD yang bermaksud CORRUPTION. Variasi dari kata dasar ini di sebutkan sebanyak 50 kali di dalam Al-Quran.

CORRUPTION atau FASAD bermaksud MISCONDUCT (SALAH LAKU) DISHONESTY (KETIDAKJUJURAN), FRAUD (PENIPUAN), CRIME (JENAYAH), WRONG-DOING (KESALAHAN), melakukan perbuatan KEJI (FAAHISYAH) yang di buat TERANG-TERANGAN.

Hanya orang yang Engkar, Sombong dan Angkuh boleh melakukan ini. Mufsidiin ini duduk tempat kedua dalam darjat kemurkaan Allah dan juga boleh di azab di dunia :

An-Naml : 54

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

● Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan KEJI (FAAHISYAH) itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?" ●

Al-'Ankabut : 30

قَالَ رَبِّ انصُرْنِى عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

● Luth berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat FASAD itu (MUFSIDIIN)". ●

FAKSYA atau perbuatan KEJI yang BERLELUASA di TAYANG kan itu termasuk perbuatan FASAD.

Bila dah terlalu lama berbuat FASAD atau jadi MUFSIDIIN maka akan jadi MUSRIFIIN (7:81, 5:32).


3) Mu'tadiin

Al-Baqarah : 190

وَقٰتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

● Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas (TA'TADUU), kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (MU'TADIIN). ●

Al-Qalam : 12

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

● yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas (MU'TADIN) lagi banyak dosa, ●

Al-Ma'idah : 87

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبٰتِ مَآ أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (MU'TADIIN).

At-Taubah : 10

لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ

● Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (MU'TADIIN). ●

Yunus : 74

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِالْبَيِّنٰتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذٰلِكَ نَطْبَعُ عَلٰى قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ

● Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati qalbu orang-orang yang melampaui batas (MU'TADIIN).

Ayat di atas jelas menunjukkan Mu'tadiin ini adalah lebih di murkai Allah dari Kaafiriin, sebab Qalbu sudah di kunci mati, maka tak dapat kenal mana Benar mana Batil. Kaafirin masih ada peluang selagi tidak di kunci mati qalbu.

Mu'tadiin tidaklah seteruk Musrifiin kerana mereka tidaklah membunuh orang-orang yang beriman atau membunuh Nabi-nabi. Mereka tidak mahu beriman, mendustakan kebenaran yang datang, atau mengada-adakan dusta terhadap hukum-hakam yang Allah tetapkan dan menghalang orang nak berbuat baik.


4) Kaafiriin

Al-Baqarah : 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang KAFIR (ALLAzINA KAFARU) sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. ●

Al-Baqarah : 34

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبٰى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِينَ

● Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia ENGGAN (ABA) dan TAKABUR (ASTAKBAR) dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang KAFIR (KAAFIRIN). ●

Jelas sekali, Kaafirin bersifat Enggan, Engkar dan Sombong.

Al-Baqarah : 99

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ءَايٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ إِلَّا الْفٰسِقُونَ

● Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan TIDAK ADA YANG KAFIR kepadanya, melainkan orang-orang yang FASIQ. ●

Al-Hujurat : 7

وَاعْلَمُوٓا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِى كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الرّٰشِدُونَ

● Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada KEIMANAN dan menjadikan keimanan itu indah di dalam qalbu mu serta menjadikan kamu benci kepada KEKAFIRAN, KEFASIQAN dan KEDURHAKAAN ('IS°YAN). Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang benar. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan tingkatan kemurkaan Allah. Kaafiriin lebih di murkai Allah dari Faasiqiin. Faasiqiin lebih di murkai Allah dari orang yang 'AS°OO (durhaka atau maksiat). Orang 'AS°OO adalah Z°OOLIMIIN.

Kaafiriin adalah orang lebih dimurkai dari Faasiqiin sebab mereka berterusan berbuat FASIQ.

Ali 'Imran : 56

فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِى الدُّنْيَا وَالْءَاخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نّٰصِرِينَ

● Adapun orang-orang yang KAFIR, maka akan Ku-siksa ('AZAB) mereka dengan siksa yang SANGAT KERAS di DUNIA dan di AKHIRAT, dan mereka TIDAK MEMPEROLEH PENOLONG. ●

Orang KAFIR mendapat di 'AZAB di DUNIA lagi, apatah lagi di akhirat :

Al-Baqarah : 39

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَآ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

● Adapun orang-orang yang KAFIR dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka KEKAL di dalamnya. ●

---
An-Nisa' : 137

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ءَامَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًۢا

● Sesungguhnya orang-orang yang BERIMAN kemudian KAFIR, kemudian BERIMAN (pula), kemudian KAFIR lagi, kemudian BERTAMBAH KEKAFIRANNYA, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. ●

Al-Munafiqun : 3

ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ ءَامَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

● Yang demikian itu adalah kerana bahawa sesungguhnya mereka TELAH BERIMAN, KEMUDIAN menjadi KAFIR, MAKA QALBU MEREKA DI KUNCI MATI; sebab itu mereka tidak dapat memahami. ●

Berdasarkan ayat-ayat di atas, Kafiirin tidak akan di kunci mati qalbu kecuali hanya sesudah berkali-kali Kafir atau berterusan dalam Kekafiran. Jika sudah di kunci mati maka jadilah Mu'tadiin (10:74).


5) Munaafiqiin 

An-Nisa' : 145

إِنَّ الْمُنٰفِقِينَ فِى الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

● Sesungguhnya orang-orang munafik (MUNAAFIQIIN) itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. ●

----

Al-Baqarah : 8

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

● Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. ●

Al-Baqarah : 9

يُخٰدِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

● Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. ●

Al-Baqarah : 10

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

● Dalam qalbu mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. ●

Al-Baqarah : 14

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلٰى شَيٰطِينِهِمْ قَالُوٓا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

● Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". ●

----

Orang munafik adalah orang penipu, pendusta, berpura-pura, lain di sebut lain di maksud dan suka memperolok-olok.

Orang Munafik meskipun tidak mendapat azab di dunia, namun di akhirat, golongan ini mendapat AZAB yang paling Pedih, paling terkebawah atau paling panas sekali dalam Neraka.

Dan Munaafiqiin ini sememangnya sudah Faasiqiin dulu :

At-Taubah : 67

الْمُنٰفِقُونَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنٰفِقِينَ هُمُ الْفٰسِقُونَ

● Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang MUNAFIQ itu adalah orang-orang yang FASIQ. ●

Jelas, Munaafiqiin lebih di murkai Allah dari Faasiqiin.


6) Faasiqiin

As-Sajdah : 20

وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوٰىهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَآ أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

● Dan adapun orang-orang yang FASIQ maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa NERAKA yang dahulu kamu mendustakannya". ●

Al-Baqarah : 59

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

● Lalu orang-orang yang ZALIM mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang ZALIM itu azab dari langit, kerana mereka berbuat FASIQ (YUFSAQUUN). ●

Al-'Ankabut : 34

إِنَّا مُنزِلُونَ عَلٰىٓ أَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

● Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat FASIQ (YUFSAQUUN). ●

Ayat di atas jelas menunjukkan orang Fasiq adalah lebih di murkai Allah dari orang Zalim.

Al-Ma'idah : 49

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُونَ

● ...Dan sesungguhnya KEBANYAKAN (KATHIRA) manusia adalah orang-orang yang FASIQ (FAASIQIN). ●

Di sinilah PALING BANYAKNYA manusia di sekeliling kita, dari zaman dahulu, sehingga sekarang. Kebenaran ini adalah dari Allah Al-Haq dan Al-'Alim, maka ianya 100% benar.

Faasiqiin adalah orang yang berterusan dalam Kezaliman, makanya lebih kemurkaan di sisi Allah, berbanding orang yang Zalim atau Z°oolimiin.

Faasiqiin lebih di murkai Allah dari Musyrikiin sebab Faasiqiin boleh mendapat Azab Allah di dunia sedangkan Musyrikin mungkin tidak.


7) Musyrikiin

Al-Hajj : 31

حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ الرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

● dengan ikhlas kepada Allah, tidak MEMPERSEKUTUKAN (MUSYRIKIIN) sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. ●

Musyrikiin inilah DEFINASI yang tepat sekali kepada orang yang SESAT atau Di SESATKAN. Salah Jalan. Sebab tak nampak Jalan, tidak mencari Jalan yang Lurus dan tidak mahu berfikir. Selalu mengikut-ngikut tanpa memahami BUKTI atau AYAT.

Dan definisi Jalan Yang Lurus atau Tegak itu adalah Mengabdi diri pada Tuhan Yang Satu atau Allah :

Ali 'Imran : 51

إِنَّ اللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هٰذَا صِرٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

● Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, kerana itu 'abdilah diri kepada Dia (FA'BUDUUHU). Inilah jalan yang lurus (S°IROOTUM-MUSTAQIIM). ●


Orang Musyrik tidak mengabdi diri pada Yang Satu tetapi kepada banyak yang lain atau kepada yang lain, maka Sesat, sebab Jalan Yang Lurus itu satu sahaja iaitu mengabdi diri pada Yang Satu. Selain itu salah jalan atau sesat jalan.

At-Taubah : 6

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

● Dan jika seorang diantara orang-orang MUSYRIK itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian hantarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang TIDAK MENGETAHUI (LA YA'LAMUN). ●

Ayat di atas jelas menunjukkan bahawa orang Kafir atau Engkar lebih di murkai Allah dari orang Musyrik sebab Musyrikiin adalah yang orang yang Jahil atau Tak Tahu. Dan wajib pula orang beriman untuk melindungi mereka.

Namun Orang Musyrik juga balasannya Neraka :

At-Taubah : 113

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا أُولِى قُرْبٰى مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحٰبُ الْجَحِيمِ

● Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang MUSYRIK, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang MUSYRIK itu adalah penghuni NERAKA jahanam. ●

Dan Musyrikiin, dosa tidak dapat di ampun.

An-Nisa' : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرٰىٓ إِثْمًا عَظِيمًا

● Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. ●

Selagi kita tidak sampai tahap Syirik atau menjadi Musyrik, selagi itu dosa boleh di ampunkan. Dan orang yang Zalim masih boleh di ampuni.


8) Z°oolimiin

Al-Baqarah : 145

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ ءَايَةٍ مَّا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَآ أَنتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِينَ

● ... Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka SETELAH DATANG PENGETAHUAN kepadamu, sesungguhnya kamu -- kalau begitu -- termasuk golongan orang-orang yang ZALIM (Z°OOLIMIN). ●

Al-Baqarah : 35

وَقُلْنَا يٰٓـَٔادَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظّٰلِمِينَ

● Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang Z°ALIM. ●

ZALIM adalah MENGETAHUI perbuatan itu SALAH dan TAK BOLEH di lakukan, NAMUN tetap juga di buat, itulah KEDURHAKAAN :

Ta Ha : 121

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصٰىٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوٰى

● Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan DURHAKALAH / 'DISOBEY' ('AS°OO) Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. ●

Perlu di fahami dengan betul-betul kita ini PADA ASALNYA sudah sememangnya Z°OOLIMIN, maka kena mengaku semasa meminta ampun atau bertasbih kepada Allah. Jangan rasa kita bersih, ianya suatu Perintah Allah.

Al-Ahzab : 72

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

● Sesungguhnya Kami telah mengemukakan AMANAT kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk MEMIKUL / BEAR (YAHMIL) amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan DI PIKULLAH (HAMALAHA) amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim (ZALUMAN) dan amat bodoh (JAHULA), ●

Al-Anbiya (21) : 87

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ أَن لَّآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ الظّٰلِمِينَ

● Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahawa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". ●

LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNI KUNTU MINAZZ°OOLIMIIN.

-----------Intermission----------------
Mari kita Recap.

Kita ini pada dasarnya atau pada asalnya adalah Orang Zalim atau Z°oolimin dan juga Orang Bodoh atau Jahilin.

Di sebabkan kita Tak Tahu, maka boleh jadi kita akan jadi Musyrik atau Musyrikiin. Kita tak mahu berfikir untuk mengambil faham akan keadaan sekeliling terutama tak nak paham apsal kita manusia ini mati dan ada Ajal. Makanya kita sesat entah kemana sebab tak jumpa Jalan betul atau Jalan yang Lurus.

Jika kita sudah ada pengetahuan yang sedikit pula, dah tahulah sikit benda ni boleh buat, benda tu tak boleh buat, tahu beza mana benar mana batil, tapi kita buat juga benda batil dan kita buat juga benda di larang, maka kita jadi Durhaka atau 'AS°OO.

Jika kita berterusan melakukan Maksiat (Durhaka itu Maksiat atau 'AS°OO), maka taraf kita sudah bertukar dari Z°oolimiin kepada taraf Faasiqiin atau Orang yang Fasiq. Orang yang Fasiq adalah orang yang berterusan melakukan dosa dan maksiat. 

Orang yang Fasiq lebih teruk dari orang Musyrik adalah kerana orang Musyrik selalunya mereka berbuat sesuatu yang salah sebab mereka tidak tahu, sedangkan Orang Fasiq buat sesuatu yang salah dengan Pengetahuan. Makanya orang Fasiq lebih di murkai Allah.

Kebanyakan manusia di dunia ini adalah dalam golongan Fasiq ini.

Orang Musyrik jika tidak bertaubat dan menjadi Muslimin, dosa tidak akan di ampun dan akan di azab di Neraka. Namun, di dunia mereka tidak mendapat Azab.

Manakala orang Fasiq, ada kemungkinan Azab Allah akan di datangkan semasa di dunia lagi, moga-moga orang Fasiq ini bertaubat. Orang Fasiq yang mati tidak bertaubat kepada Allah akan di azab di Neraka.

Meskipun orang Fasiq ini berterusan derhaka, namun mereka tidak mendustakan kebenaran yang datang. Mereka tidak sombong atau angkuh.

Namun, jika berterusan Fasiq, berterusan duduk dalam kederhakaan lama-lama jadi tak kisah, dan dalam qalbu mula dah ada sikap pura-pura. Dalam diam, diri sudah mula menyoal dan ragu tentang kebenaran dan mula pelan-pelan dalam qalbu untuk mendustakan kebenaran. Namun, pendustaan terhadap kebenaran ini tidak dinyatakan secara terang-terangan. Masa ini taraf sudah naik menjadi Munaafiqiin.

Orang Kafir pula orang yang Sombong, Angkuh, Enggan, Engkar akan suruhan dan larangan Allah secara terang-terangan. Mereka berani mengatakan benda yang benar itu salah dan yang salah itu benar. Mereka mendustakan kebenaran dan berpaling dari kebenaran itu.

Kadang-kadang masa jadi Kafir atau Engkar ini Allah ada kasi sedikit Azab di dunia maka insaf sedikit dan dapat bertaubat. Ada juga yang kembali Kafir, kembali Angkuh, Sombong dan Berpaling dari kebenaran.

Bila lama duduk dalam Kafir atau Keengkaran ini, maka akan dapat Taraf Mu'tadiin, iaitu sudahlah Engkar, di tambah pula mengada-adakan Dusta (kaziba) atau Pembohongan terhadap benda yang Benar. Allah kata lain, dia lebih berkuasa meletakkan hukum itu Haram ini haram. Mereka ini memang mementingkan pengaruh dan sokongan dan bila berniaga atau berjanji suka bohong. Golongan ini sudah lebih dari batasan Kafir, itu sebab di panggil Melampau Batas. Orang yang nak buat baik di halang dan orang nak buat jahat di tolong. Mu'tadiin ini memang sudah tak boleh bertaubat sebab qalbu sudah terkunci mati, pendengaran dan penglihatan sudah di tutup, maka apa sahaja kebenaran yang di sampaikan mereka tak boleh paham, malah menentang.

Bila dah teruk atau terlalu lama duduk dalam Mu'tadiin, maka lama kelamaan mereka mula melakukan kejahatan dengan sewenang-wenangnya, membunuh orang kalau tak kena dengan dia sikit, menipu, merasuah sana sini terutama hakim-hakim untuk membenarkan diri yang memang dah bersalah. Masa inilah keadilan tidak berlaku, yang benar di hukum dan yang penipu di naikkan pangkat. Inilah Fasad dan yang melakukannya di namakan Mufsidiin. 

Setelah lama melakukan FASAD, maka makin berleluasalah kejahatan dan ketidakadilan berlaku setiap hari, manusia hidup dalam ketakutan kerana penindasan berganda, makin hari makin rasa tak selamat, ada sahaja pembunuhan sana sini tanpa alasan yang benar, tak ada langsung law and order, atau undang-undang dan peraturan dah tak boleh pakai langsung. Yang ada kuasa menindas yang tak berkuasa, ketidakadilan sentiasa berlaku dan kekejaman makin berleluasa. Manusia yang melakukan ini dinamakan Musrifiin. Mereka ini berperang dengan orang yang mahu menegakkan kebenaran.

Azab Allah boleh datang dengan tiba-tiba di dunia ini kepada kita bila sudah sampai tahap yang Sangat Melampaui Batas ini. Dah macam tuhan dah Musrifiin ni kat dunia ini.

------------------------------------------------


9) Hanif

Al-Hajj : 31

حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ الرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

● dengan TELUS (HANIF) kepada Allah, tidak mempersekutukan (YUSYRIK) sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. ●

Yunus : 105

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

● dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada deen dengan TELUS (HANIF) dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. ●

An-Nahl : 123

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرٰهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

● Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (MUSYRIKIIN) Tuhan. ●

Al-An'am : 79

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

● Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, HANIFA dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (MUSYRIKIIN) Tuhan. ●

Jelas dari ayat-ayat Allah di atas, HANIF itulah lawannya Musyrikiin. 

Selepas dah lurus atau telus pegangan kita kepada Yang Satu, maka baru boleh jadi Islam. Sebelum lurus atau Hanif kita ini, kita tidak boleh jadi Muslimiin.

Al-An'am : 162

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ

● Katakanlah: sesungguhnya solatku, usahaku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. ●

Al-An'am : 163

لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

● Tiada sekutu (SYARIKA) bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (MUSLIMIIN) (kepada Allah)". ●


10) Muslimin

Al-An'am : 125

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۚ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

● Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya BIMBINGAN (YAHDIYAHU), niscaya Dia melapangkan S°UDURnya untuk ISLAM. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan sebelum kita jadi Muhttadiin atau orang yang di bimbing atau di beri petunjuk, kita mestilah Muslimiin dulu.

Al-Hujurat : 14

قَالَتِ الْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلٰكِن قُولُوٓا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Orang-orang Arab itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah berserah diri (ASLAMNA)', kerana iman itu belum masuk ke dalam qalbumu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun ganjaran amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ●

Dari ayat di atas, Jelas, Muslimiin dulu sebelum dapat jadi Mukminiin.

ISLAM bermaksud 'Surrender' atau 'Submission' atau Menyerah Kalah / Diri kepada Yang Berkuasa ke atas kita.

Bila dah menyerah diri atau Surrender, maka kena ikut perintah Yang Menguasai atau Yang Mengkontrol kita.

Ada 2 keadaan Muslimiin di sini.
Satu Dengan Rela. Ini Muslimiin betul.
Satu Dengan Terpaksa. Patuh Terpaksa pula ada 2 pula, iaitu Belum Beriman dan Tidak Beriman. Yang tidak beriman tapi kelihatan patuh, ini juga Muslimiin tapi jadilah Munafiqiin. Luaran kelihatan Patuh, dalamannya tidak. Terpaksa pasal orang keliling buat, dia ikut buat, namun qalbu menentang. Yang Belum Beriman tetapi Patuh, mereka hanyalah Muslimin dan belum lagi Mukminin.


11) Ulil Albab / Ahli Zikir

Ali 'Imran : 190

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ

● Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat BUKTI (AYAT) bagi orang-orang yang mempunyai LUBB (ULIL ALBAB). ●

Ali 'Imran : 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيٰمًا وَقُعُودًا وَعَلٰى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بٰطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

● (iaitu) orang-orang yang  mengingat ALLAH sambil  berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari seksa neraka. ●


ULIL ALBAB adalah orang yang paling MEMAHAMI intipati sesuatu dan sentiasa berfikir dan memerhati dan mengkaji dan mencari jawapan terhadap PERSOALAN WHY atau MENGAPA setiap sesuatu yang Allah jadikan di Alam Semesta ini. Mereka inilah Penuh Ilmu tentang Alam semesta = dari Ayat-ayat Al-Quran kepada segala ilmu Sains, Physics (Galaksi, Force, Energy), Kimia, Biology, Engineering, Technology, apa sahaja bernama Informasi dan Ilmu.

Itu sebab Ulil Albab mendapat jawapan dengan berkata 'Tidaklah Engkau jadikan semua ini dengan SIA-SIA". Semua yang Allah jadikan ada SEBAB, itu pasal bukan sia-sia. Ulil Albab sahaja yang Faham dengan sebenarnya.

Dan Ulil Albab adalah orang yang sentiasa Ingat Allah atau Berzikir kepada Allah.

Al-Baqarah : 197

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ

● ... Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai ULIL ALBAB ●

Ayat di atas jelas menunjukkan darjat Muttaqiin adalah lebih tinggi dari Ulil Albab sebab perintah bertaqwa di suruh kepada Ulil Albab.

Ulil Albab lah tingkat usaha pada pemikiran manusia untuk mencari jawapan dan menambahkan Kefahaman dan mendapatkan ILMU dan ILMU hanya boleh didapati dengan memahami 2 jenis Ayat :

i) Ayat-ayat Al-Quran.
ii) Ayat-ayat atau Bukti-bukti atau Evidences iaitu segala sesuatu (kulli syai'in) di Alam Semesta ini.

Ulil Albab juga digelar Ahli Zikir kerana sentiasa INGAT akan Allah sewaktu berdiri dan baring.

An-Nahl : 43

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

● Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada ORANG YANG SELALU INGAT (AHLAz-zIKRI) jika kamu tidak berpengetahuan. ●

Dan kerana Ulil Albab selalu mencari Faham akan tujuan sesuatu di ciptakan, mereka penuh dengan Ilmu.

Fatir : 28

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأَنْعٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ كَذٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

● Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang TAKUT (YAKHSYAA) kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMA. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ●

Qaf : 33

مَّنْ خَشِىَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ

● (Yaitu) orang yang takut (KHOOSYIYAA) kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan qalbu yang bertaubat, ●

Dan Ulil Albab adalah ULAMA sebenar yang TAKUT (KHOOSYIYAA) kepada Allah.

At-Talaq : 10

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ الَّذِينَ ءَامَنُوا ۚ قَدْ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

● Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai Ulil Albab; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, ●

Ayat di atas jelas menunjukkan bila darjat Ulil Albab sudah sempurna, mereka baru dapat menjadi Mukminiin. Namun, belum Muttaqiin.


12) Mukminin


Al-Mu'minun : 1

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (MUKMINUUN), ●

Al-Mu'minun : 2

الَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خٰشِعُونَ

● (yaitu) orang-orang yang khusyu' / berendah diri (KHOOSYI'IIN) dalam solatnya, ●

Ayat-ayat di atas, iaitu Al-Mukminun: 1-2 di atas jelas menunjukkan bahawa darjat Khoosyi'iin lebih tinggi dari darjat Mukminiin.

Al-Anfal : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman (MUKMINIIN) ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah qalbu mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Al-Hujurat : 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجٰهَدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman (MUKMIMIN) itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad (JAAHADUU) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (S°IDDIQIIN). ●

Ayat di atas jelas menunjukkan kita mesti kena dapat Mukminin dulu sebelum menjadi S°iddiqiin. Dan sebelum menjadi S°iddiqiin kena jadi Mujahiddin Fi Sabilillahi bi Amwaal wa Anfus.

Perhatikan firman Allah ini :

At-Taubah : 112

التّٰٓئِبُونَ الْعٰبِدُونَ الْحٰمِدُونَ السّٰٓئِحُونَ الرّٰكِعُونَ السّٰجِدُونَ الْءَامِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحٰفِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

● Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat (TAA`IBUUN), yang beribadat ('AABIDUUN),  yang memuji (HAAMIDUN), yang melawat (SAA`IHUUN),  yang ruku' (ROOKI'UUN), yang sujud (SAAJIDUUN), yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah (NAAHUUN) berbuat munkar dan yang memelihara (HAAFIZ°UUN) batas keteapan HUDUUD) Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. ●

Kesemua darjat yang di sebutkan dalam ayat di atas adalah darjat selepas Mukminiin.


13) Mustaghfiriin

Ali 'Imran : 17

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

● (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun (MUSTAGHFIRIIN) di waktu sahur. ●

Kadang-kadang walaupun dalam keadaan tak berupaya nak menentang, dan tahu kelemahan, dan di sebabkan terlupa atau lalai atau ghaflah oleh syaitan, maka terlanggar larangan atau tak buat suruhan, maka kenalah jadi Mustaghfiriin.

Jika selepas Muslimiin dan Mukminiin tak jadi Mustaghfiriin bila dah buat salah, MAKA automatik akan jadi Z°oolimiin balik. Sebab ? Dah buat salah tak mengaku salah dan tak minta ampun. Dan sebenarnya bila kita melanggar je arahan Allah, memang sudah kembali Zalim. Itu sebab kena berdoa meminta ampun kena mengaku :

Al-A'raf : 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ

● Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri (Z°OLAMNA), dan jika Engkau tidak mengampuni kami (TAGHFIRLANA) dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. ●

Ali 'Imran : 135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلٰى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi (Z°OLAMU) diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ●

An-Nisa' : 110

وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

● Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan (SUU`) dan menzalimi (YUZ°LIM) dirinya, kemudian ia mohon ampun (YASTAGHFIR) kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

Mengapakah darjat Mustaghfiriin ini lebih tinggi dari Mukminiin ?

Ali 'Imran : 16

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

● (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah (FAGHFIR) segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," ●

Dari ayat di atas jelas, darjat Mustaghfiriin itu dapat selepas Mukminiin, sebab setelah kita Beriman kita akan selalu meminta ampun. Orang yang tidak beriman, sangat jarang meminta ampun atau tidak langsung meminta ampun. Mustaghfiriin adalah kesentiasaan dalam permohonan ampun.

Namun belum sampai tahap Tawwabiin kerana :

At-Taubah : 102

وَءَاخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. ●


14) Tawwaabiin


Al-Baqarah : 222

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

● Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat (TAWWAABIIN) dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ●

An-Nisa' : 146

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

● Kecuali orang-orang yang bertaubat (ALLAZIINA TAABU) dan memperbaiki diri (AS°LAHU) dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) deen mereka kerana Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. ●

Taubat bermaksud kembali. Kembali kepada apa ? Kembali kepada Islam. Kembali berserah diri dengan mematuhi perintah dan larangan Allah.


An-Nisa' : 16

وَالَّذَانِ يَأْتِيٰنِهَا مِنكُمْ فَـَٔاذُوهُمَا ۖ فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَآ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

● Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri (AS°LAHAA), maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ●

Dari ayat di atas, jelas Orang yang Soleh itu darjatnya lebih tinggi dari Tawwabiin. Sebab hanya selepas bertaubat atau kembali Muslimiin baru boleh perbaiki diri atau jadi MUS°LIHUUN.

An-Nisa' : 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوٓءَ بِجَهٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولٰٓئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

● Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

Ayat di atas menerangkan dengan JELAS maksud BERTAUBAT. Maksudnya orang ISLAM atau Muslimiin atau Mukminiin yang tidak mengetahui suruhan dan larangan Allah lantaran kurang Ilmu, memang akan selalu melanggar larangan atau tidak mematuhi arahan Allah, sebab Tak Tahu. Bila dah tak tahu maka Sesat. Bila dah sesat dan di beritahu atau dah tahu, dan dah sedar, maka jika bertaubat, itu maksud kembali kepada Jalan Yang Lurus.

Selepas Bertaubat, apa yang kena buat?
Taubat yang di terima Allah hanyalah sebab kita sebelum ini Jahil. Maka orang yang benar-benar bertaubat, akan memperbaiki diri dengan menambahkan Kefahaman dan mendapatkan ILMU dan ILMU hanya boleh didapati dengan memahami 2 jenis Ayat :

i) Ayat-ayat Al-Quran.
ii) Ayat-ayat atau Bukti-bukti atau Evidences iaitu segala sesuatu (kulli syai'in) di Alam Semesta ini.

Mengapa darjat Tawwabiin ini lebih tinggi dari Mustaghfiriin ?

Sebabnya,

Bagaimana nak bertaubat atau dapat kembali kepada Allah jika tak sempurna pemintaan ampun kepada Allah ?

Maksud sempurna permintaan ampun di sini adalah perbuatan dosa itu tidak di ulangi :

Ali 'Imran : 135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلٰى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

●Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun (FASTAGHFARU) terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ●

Ali 'Imran : 136

أُولٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعٰمِلِينَ

● Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik ganjatan orang-orang yang beramal. ●

Tawwaabin hanya dapat setelah sempurna permintaan ampun (Mustaghfiriin) kepada Allah.


15) Muhajiriin

Al-Anfal : 72

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجٰهَدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوا وَّنَصَرُوٓا أُولٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُم مِّن وَلٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِى الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلٰى قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثٰقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) deen, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan Muhajiriin itu darjatnya lebih tinggi dari Mukminiin, jika sudah wajib berhijrah.

Al-Anfal : 75

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مِنۢ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجٰهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولٰٓئِكَ مِنكُمْ ۚ وَأُولُوا الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلٰى بِبَعْضٍ فِى كِتٰبِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

● Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). ... ●

An-Nisa' : 97

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى الْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولٰٓئِكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

● Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas (MUSTAD°'AFIIN) di negeri kami". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, ●

An-Nahl : 110

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنۢ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جٰهَدُوا وَصَبَرُوٓا إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cubaan / ujian (FUTINU / FITNAH), kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan kewajipan BERHIJRAH jika kita di TINDAS atau di ZALIMI di dalam negeri kita.

Orang yang Berhijrah itu (MUHAJIRIIN) kemudian di suruh untuk Berjihad Fi Sabilillah sebelum mendapat Sabar.

Mengapa darjat Muhajiriin dapat setelah Tawwabiin ?

Sebab bila sudah sempurna Tawwabiin atau Taubat kita kepada Allah iaitu menghentikan perbuatan keji dan mungkar maka barulah dapat kita BERHIJRAH kepada amalan-amalan Kebaikan atau Memperbaiki diri.

Al-An'am : 82

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمٰنَهُم بِظُلْمٍ أُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

● Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (Maksiat/Keji/Mungkar), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ●

Muhajirriin, selain perpindahan fizikal, ianya juga adalah perpindahan atau PEMISAHAN antara perbuatan maksiat ('AS°OOA / Durhaka) dengan perbuatan baik.


16) Mujahidiin
(Fi Sabilillahi bi Amwaal wa Anfus)
(= FAA`IZUUN)


Al-Hajj : 78

وَجٰهِدُوا فِى اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلٰىكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

● Dan berjihadlah (JAAHADU) kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam deen suatu kesempitan. (Ikutilah) millah orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. ●

Al-'Ankabut : 6

وَمَن جٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِينَ

● Dan barangsiapa yang berjihad (JAAHADU), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. ●

Al-'Ankabut : 69

وَالَّذِينَ جٰهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

● Dan orang-orang yang berjihad (JAAHADU) untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami bimbingi mereka kepada jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. ●

Ayat di atas menunjukkan bahawa Mujahidiin adalah tingkat sebelum Muhtadiin. Berjihad baru dapat bimbingan.
Berjihad bermaksud bersungguh-sungguh atau CONVICTION.

Al-Ma'idah : 35

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوٓا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجٰهِدُوا فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

● Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, iaitu (WA) carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. ●

WA dalam ayat bermaksud 'iaitu' sebab Muttaqiin tidak akan dapar sebelum Berjihad.

Ayat di atas jelas menunjukkan untuk mendapatkan Muttaqiin kena cari CARA (Wasilah) untuk dapat dekat dengan Allah  dan menjadi Mujahidiin Fi Sabilillah dahulu.

Al-Baqarah : 218

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجٰهَدُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أُولٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

----
As-Saff : 10

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

● Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? ●

As-Saff : 11

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

● (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu (JAAHIDU FI SABIULILAHII BI ANWAALIKUM WA ANFUSIKUM). Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. ●

-----

An-Nisa' : 95

لَّا يَسْتَوِى الْقٰعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجٰهِدِينَ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنٰى ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجٰهِدِينَ عَلَى الْقٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

● Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah (MUJAAHIDIIN FI SABIILILLAH) dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan ganjaran yang besar, ●

An-Nisa' : 96

دَرَجٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

● (yaitu) beberapa darjat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

----

Ali 'Imran : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جٰهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِينَ

● Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (JAAHADU) diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (S°OOBIRIIN). ●

Muhammad : 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِينَ مِنكُمْ وَالصّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارَكُمْ

● Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad (MUJAAHIDIIN) dan bersabar (S°OOBIRIIN) di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. ●

Ayat di atas menunjukkan S°OBIRIN adalah lebih tinggi darjatnya dari Mujahidiin Fi Sabilillah.

At-Taubah : 20

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجٰهَدُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُونَ

● orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka (JAAHADU FI SABIILILLAHI BI AMWAALIHIM WA ANFUAIHIM), adalah LEBIH UTAMA DARJATNYA DI SISI ALLAH; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (FAA`IZUUN). ●

Mengapa darjat Mujaahidiin ini lebih tinggi dari Muhajiriin ?

Sebab kesempurnaan PEMISAHAN atau PERPINDAHAN  antara perbuatan maksiat dan perbuatan memperbaiki diri atau Muhajiriin itulah darjat Mujaahidiin. Bila dah sempurna pemisahan barulah mendapat Kemenangan (Faa`izun).


17) Qoo`imiin

Al-Baqarah : 43

وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرّٰكِعِينَ

● Dan dirikanlah (AQIIMU) solat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta 
orang-orang yang ruku' (ROOKI'IIN) ● 

Al-Hajj : 26

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرٰهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَالْقَآئِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

● Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan QOO`IMIINA dan orang-orang yang ruku' dan sujud. ●

Berdasarkan kaitan 2 ayat di atas, Jelas bahawa Qoo`imiin adalah orang yang Bersolat.

Al-Baqarah : 3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ

● (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan solat (YUQIIMUNASS°OLAT), dan menafkahkan (YUNFIQU) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ●

Darjat Qoo`imiin ini bukanlah setakat bersolat sahaja, ianya di panggil Qoo`imiin yang bermaksud Mendirikan atau Memelihara (Haafiz°uun) Solat :

Al-Mu'minun : 9

وَالَّذِينَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ

● dan orang-orang yang memelihara solatnya (S°OLAATIHIM YUHAAFIZ°UUN). ●

Mengapakah Qoo`imiin adalah lebih tinggi dari Mujaahidiin ?

Setelah sempurna kita meninggalkan perbuatan maksiat, maka barulah sempurna kita memelihara Solat atau Qoo`imiin.


18) Musabbihiin

As-Saffat : 143

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

● Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang selalu BERTASBIH (MUSABBIHIIN). ●

As-Saffat : 144

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

● nescaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. ●

Fahamilah kepentingan dan darjat Musabbihiin di atas. Ianya menghilangkan penderitaan. Ayat di atas menceritakan tentang kisah Rasul Nabi Yunus yang tidak berhenti-henti Bertasbih kepada Allah di dalam gelap gelita perut ikan Nun, sehingga Allah menghapuskan penderitaannya.


Malaikat adalah MUSABBIHUUN :

As-Saffat : 166

وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ

● Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah) (MUSABBIHUUN) ●

Darjat Musabbihiin ini lebih tinggi dari darjat Qoo`imiin adalah kerana di dalam Solat memang kita di suruh bertasbih. Maka jika Tasbih ini sentiasa di lakukan di luar Solat maka darjat bertukar kepada Musabbihiin.

Fahamilah inilah amalan para Malaikat dan seluruh makhluk selain manusia di Alam Senesta ini :

Al-Anbiya : 20

يُسَبِّحُونَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

● Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.

Namun darjat Musabbihiin ini lagi rendah dari darjat Saajidiin :

Al-Hijr : 98

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السّٰجِدِينَ

● maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (SAAJIDIIN). ●

Ayat di atas jelas menunjukkan darjat Saajidiin hanya akan dapat selepas darjat Musabbihiin.


19) Munfiqiin

Ali 'Imran : 17

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

● (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat (QOONITIIN), yang menafkahkan (MUNFIQIIN) hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. ●

Jelas, dari ayat di atas bahawa darjat QOONITIIN lebih tinggi dari MUNFIQIIN.

Al-Baqarah : 274

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُم بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Orang-orang yang menafkahkan (YUNFIQU) hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat ganjaran di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ●

Munfiqiin ini sudah memang tinggi darjatnya di sisi Allah, sebab sudah mendapat title 'Laa Khaufun 'alaihim Wa Laa Hum Yahzanuun' = Tiada Khawatir Tiada Sedih Hati.

Orang yang tidak Qoo`imiin tidak mungkin boleh jadi Munfiqiin. Walaupun ada manusia yang suka berinfaq atau bersedekah walaupun tidak bersolat, infaq itu tidak sempurna - mungkin nak tunjuk kat orang dan mungkin tak ikut keutamaan siapa yang layak.


20) Mutat°ohhiriin

Al-Baqarah : 222

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

● .. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat (TAWWAABIIN) dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (MUTAT°OHHIRIIN). ●

Dari ayat di atas jelas bahawa darjat Mutat°ohhiriin adalah lebih tinggi dari Tawwabiin.

At-Taubah : 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

● ... Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu solat di dalamnya. Di dalamnya masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih (MUTAT°OHHIRIIN). ●

At-Taubah : 103

خُذْ مِنْ أَمْوٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (TUT°AHHARUHUM) dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Berzakat adalah subset kepada Berinfaq.

Hanya selepas dapat darjat MUNFIQIIN barulah dapat darjat MUTAT°OHHIRIIN, berdasarkan ayat At-Taubah : 103 di atas.


21) Rooki'iin

Al-Mursalat : 48

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ

● Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku'. ●

Al-Baqarah : 43

وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرّٰكِعِينَ

● Dan dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. ●

Dari 2 ayat di atas jelas menunjukkan bahawa Rooki'iin yang di maksudkan Allah dalam firmanNya bukanlah perbuatan Rukuk kita semasa dalam Solat, sebab arahan bersolat sudah ada sebelum zakat  dan sebelum arahan Rukuk.

Rukuk di sini adalah KETUNDUKAN DIRI kepada Allah, tunduk patuh kepada segala perintah dan larangan Allah - inilah Rooki'iin.

Jelas juga darjat Rooki'iin hanya dapat selepas Qoo`imiin (Memelihara Solat).


Al-Hajj : 77

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

● Hai orang-orang yang berimanruku'lah kamu, sujudlah kamu, 'abdilah kepada Tuhanmu dan perbuatlah terbaik (AF'AL KHAIR) supaya kamu mendapat kemenangan. ●

Sebelum darjat Saajidiin, kena dapat Rooki'iin dulu.


22) Muhtadiin


Al-An'am : 117

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

● Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat BIMBINGAN (MUHTADIIN). ●

Sesungguhnya siapakah Muhtadiin atau orang yang sudah mendapat bimbingan Allah ini ?

Al-Fatihah : 6

اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ

● Tunjukilah / Bimbinglah kami jalan yang lurus, ●

Al-Fatihah : 7

صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ

● (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. ●

Orang yang sudah dibimbingi atau Muhtadiin adalah orang yang Allah beri Nikmat.

Siapa orang yang Allah beri Nikmat ?

Maryam : 58

أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْرٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ ءَايٰتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

● Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri bimbingan dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud (SUJJADA) dan menangis. ●

Jelas, dari ayat di atas, sebelum dapat darjat Saajidiin, kena dapat Muhtadiin dulu.

Jelas juga bahawa, orang yang di beri Nikmat adalah Nabi-nabi dan juga Sajidiin.

An-Nisa' : 69

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰٓئِكَ رَفِيقًا

● Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para S°ddiiqiin, Syuhadaa`, dan S°oolihiin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ●

Orang yang Allah beri nikmat adalah Anbiya, S°iddiqiin, Syuhadaa`,  S°oolihiin dan Saajidin. Kesemua itu adalah darjat selepas jadi Muhtadiin.


23) Sajidiin

Al-Hajj : 77

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

● Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah (WASJUDU) kamu, 'abdilah diri (WA'BUDUU) kepada Tuhanmu dan perbuatlah yang terbaik (KHAIR), supaya kamu mendapat kemenangan. ●

Ayat di atas jelas sebelum menjadi 'ABDUHU, mestilah jadi SAJIDIIN dulu. Ada lagi satu darjat selepas 'ABDUHU yang di panggil AF'AL KHAIR atau Perbuatan Terbaik.

Fatir : 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

● Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami ('IBAADINA), lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang PALING DAHULU (SAABIQUN) berbuat terbaik (KHAIRAAT) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar. ●

Dari 2 ayat di atas jelas darjat AF'AL KHAIR itu adalah SAABIQUN.


As-Sajdah : 15

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِـَٔايٰتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

● Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya (YUKMIN) kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. ●

Ayat di atas, jelas, darjat orang bersujud atau Saajidiin itu hanya dapat selepas kita menjadi Musabbihiin dulu.


Maryam : 58

أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْرٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ ءَايٰتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

● Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri bimbingan dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud (SUJJADA) dan menangis. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan bahawa darjat Sajidiin hanya dapat selepas Muhtadiin.

Jika Rooki'iin bermaksud TUNDUK PATUH, maka Sajidiin bermaksud MERENDAHKAN diri kepada Allah.


24) Khoosyi'in


Al-Mu'minun : 2

الَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خٰشِعُونَ

● (yaitu) orang-orang yang khusyu' / berendah diri (KHOOSYI'IIN) dalam solatnya, ●

Bila dah sempurna Merendahkan diri (Sajidiin) maka baru dapat darjat Khoosyi'in.


25) Ulin Nuha

Ta Ha : 54

كُلُوا وَارْعَوْا أَنْعٰمَكُمْ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى النُّهٰى

● Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda / bukti (AYAT) bagi orang-orang yang mempunyai NUHA (ULIN NUHA). ●

NUHA dari kata dasarnya NUN HA YA di sebut sebanyak 56 kali dalam Al-Quran dan bermaksud Menghalang atau Mencegah atau Melarang dan juga Batas Perhentian. Variasi perkataannya, salah satunya adalah NAHI bermaksud Menghalang. (NAHI Mungkar = Menghalang, Menahan, Mencegah Kemungkaran).

ULIN NUHA makanya bermaksud (Allah Lebih Mengetahui) Orang yang mempunyai Ketahanan Diri terhadap kemungkaran.

At-Taubah : 112

التّٰٓئِبُونَ الْعٰبِدُونَ الْحٰمِدُونَ السّٰٓئِحُونَ الرّٰكِعُونَ السّٰجِدُونَ الْءَامِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحٰفِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

● Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat (TAA`IBUUN), yang beribadat ('AABIDUUN),  yang memuji (HAAMIDUN), yang melawat (SAA`IHUUN),  yang ruku' (ROOKI'UUN), yang sujud (SAAJIDUUN), yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah (NAAHUUN) berbuat munkar dan yang memelihara (HAAFIZ°UUN) batas ketetapan / suruhan dan larangan (HUDUUD) Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan darjat Ulin Nuha lebih tinggi dari Saajidiin.

Dan darjat lebih tinggi dari Ulin Nuha adalah Haafiz°una lihududillah atau orang yang memelihara suruhan dan larangan Allah. Inilah darjat Qoonitiin atau orang yang sempurna dalam ketaatan.

Mengapkah darjat Ulin Nuha selepas Khoosyi`iin ?

Al-'Ankabut : 45

اتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ ۖ إِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

● Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●

Kesempurnaan solat adalah Khoosyi'iin. Dah dapat Khoosyi'iin baru dapat menahan/menghalang dari fakhsyaa`i wal mungkar, iaitu darjat Ulin Nuha.


26) Muhsiniin


At-Taubah : 91

لَّيْسَ عَلَى الضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan (YUNFIQUUN), apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang BERBUAT BAIK (MUHSINIIN). Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, ●

Ali 'Imran : 134

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

● (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (YUNFIQUUN)(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (MUHSINIIN). ●

Hanya setelah kita jadi Munfiqiin baru kita dapat darjat Muhsiniin, berdasarkan ayat-ayat di atas.


27) Muttaqiin

Al-Baqarah : 2

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

● Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; bimbingan bagi mereka yang BERTAQWA (MUTTAQIIN). ●

Al-Ma'idah : 35

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوٓا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجٰهِدُوا فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

● Hai orang-orang yang berimanbertakwalah kepada Allah dan (iaitu) carilah CARA / WASILAH yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (JAAHADU) pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan Muttaqin itu lebih tinggi darjatnya dari Mukminiin, sebab arahan bertaqwa di berikan kepada Mukminiin.

Jelas juga dari ayat di atas bahawa proses untuk mendapatkan darjat Muttaqiin adalah dengan menjadi Mujaahidiin dahulu dan kemudian mencari CARA atau Wasilah untuk mendapat Qarib kepada Allah. Wasilah itu CARA dan bukan makhluk. Banyak orang salah faham bab ini mengikut Mu'tadiin (orang yangg melampaui batas) maka jadi Musyrikiin.

CARA atau Wasilah nak dapat DEKAT dengan Allah adalah :

At-Taubah : 99

وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبٰتٍ عِندَ اللَّهِ وَصَلَوٰتِ الرَّسُولِ ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Di antara orang-orang Arab itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (YUNFIQU) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya (QURUBATIN) kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

Maksud ayat di atas satu cara atau wasilah untuk mendapat dekat dengan Allah adalah menjadi Munfiqiin.

Al-A'raf : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلٰحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

● Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat (QARIB) kepada MUHSINIIN. ●

Ayat di atas menjelaskan lagi satu CARA atau Wasilah untuk dapat dekat dengan Allah iaitu Muhsiniin.

---
Ali 'Imran : 133

وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

● Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (MUTTAQIIN), ●

Ali 'Imran : 134

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

● (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (YUNFIQUUN)(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (MUHSINIIN). ●
---


Berdasarkan ayat-ayat di atas, JELAS, Muttaqiin itu hanya dapat setelah kita jadi Muhsiniin dan Muhsiniin itu dapat setelah kita jadi Munfiqiin.


28) Mus°lihiin

Al-Baqarah : 11

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ قَالُوٓا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

● Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat FASAD di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan (MUS°LIHUUN)". ●

Al-Baqarah : 82

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

● Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh (S°OOLIHIIN), mereka itu penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya. ●

Jelas, dari ayat di atas, darjat MUS°LIHIIN itu lebih tinggi darjat Mukminin.


An-Nisa' : 69

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰٓئِكَ رَفِيقًا

● Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang benar, orang-orang yang menyaksikan (SYUHADA), dan orang-orang soleh (S°OOLIHIIN). Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ●

Ayat di atas menunjukkan darjat MUS°LIHIIN adalah lebih rendah dari darjat SYUHADA.

Fahamilah seninya firman Allah bahawa perletakan susunan KalamNya bukanlah di buat dengan sia-sia.

Nabi-nabi semenangnya lebih tinggi darjatnya dari S°IDDIQIIN atau orang-orang yang benar. Darjat S°iddiqiin lebih tinggi dari darjat Syuhadaa`.


29) Mukhbitiin

Al-Hajj : 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ الْأَنْعٰمِ ۗ فَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

● Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah (ASLIMU) kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang patuh merendah diri  (MUKHBITIIN), 

Hud : 23

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَأَخْبَتُوٓا إِلٰى رَبِّهِمْ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh dan patuh merendahkan diri (AKHBATUU) kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan darjat MUKHBITIIN adalah lebih tinggi dari MUS°LIHIIN, darjat MUS°LIHIIN lebih tinggi dari MUKMINIIN dan darjat MUKMINIIN lebih tinggi dari MUSLIMIIN.


30) Ulil Ilmu


Fatir : 28

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأَنْعٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوٰنُهُۥ كَذٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

● Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMA. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ●

Ali 'Imran : 18

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِالْقِسْطِ ۚ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

● Allah bersaksi (SYAHIDA) bahawasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, juga (bersaksi) Para Malaikat dan orang-orang yang Mempunyai ILMU (ULUL 'ILMI),  Menegakkan Keadilan. Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ●

Ayat di atas menunjukkan selain Allah dan Malaikat, hanya orang yang mempunyai Ilmu (ULIL ILMU) yang dapat menjadi SYAHIDIIN.


31) Syahidin atau Syuhada

An-Nisa' : 69

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰٓئِكَ رَفِيقًا

● Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang benar, orang-orang yang MENYAKSIKAN (SYUHADA), dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ●

Syuhada atau Syahidiin itu memang lebih tinggi darjatnya dari Mukmimin. Setelah beriman kita di suruh meminta jadi Syahidiin :

Ali 'Imran : 53

رَبَّنَآ ءَامَنَّا بِمَآ أَنزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِينَ

● Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, kerana itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (SYAHIDIIN)". ●

Mengapa darjat Syahidiin ini selapas darjat Ulil 'Ilmu ?

Hanya Allah, Malaikat dan ULIL ILMU yang Syaahidiin berdasarkan ayat Ali-Imran: 18 di atas.


32) Mutawakkilin

Yunus : 84

وَقَالَ مُوسٰى يٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

● Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri". ●

Ali 'Imran : 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

● Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal (MUTAWAKKILIIN) kepada-Nya. ●

Ali 'Imran : 160

إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعْدِهِۦ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. ●

Ayat di atas Jelas, menunjukkan Mutawakkiliin lebih tinggi darjatnya dari Mukminin, sebab arahan bertawakkal adalah kepada Mukminin.

At-Talaq : 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ اللَّهَ بٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

● Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ●

Ayat diatas menerangkan jika kita sudah jadi MUTAWAKKILIIN, rezeki kita Allah cukupkan.

Dan bukan dengan menggantung 'Ayat Seribu Dinar' ini kat dalam rumah atau kat kedai.

Mengapa darjat Mutawakkiliin selepas Syahiidin ?

Perhatikan ayat ini sekali lagi ;

Yunus : 84

وَقَالَ مُوسٰى يٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

● Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri (MUSLIMIIN)". ●

Mutawakkaliin adalah kesempurnaan menjadi Muslimiin dan juga kesempurnaan menjadi Mukminiin.

Kesempurnaan ini hanya dapat selepas benar-benar MENYAKSIKAN (Syahidiin).


33) Qoonitiin

Ali 'Imran : 17

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

● (yaitu) orang-orang yang sabar (S°OOBIRIIN), yang benar (S°OODIQIIN), yang tetap taat (QOONITIIN), yang menafkahkan (MUNFIQIIN) hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun (MUSTAGHFIRIIN) di waktu sahur. ●

Ayat di atas menunjukkan beza darjat manusia iaitu sebelum dapat S°OOBIRIIN kena jadi S°IDDIQIIN, sebelum S°IDDIQIIN kena jadi QOONITIIIN dulu, sebelum QOONITIIN kena jadi MUSTAGHFIRIIN dulu.

Ali 'Imran : 43

يٰمَرْيَمُ اقْنُتِى لِرَبِّكِ وَاسْجُدِى وَارْكَعِى مَعَ الرّٰكِعِينَ

● Hai Maryam, taatlah (UQNUTII) kepada Tuhanmu, sujud (WASJUDII) dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'. ●

Jelas, dari ayat di atas, darjat Qoonitiin adalah lebih tinggi dari SAJIDIIN, dan darjat Saajidiin lebih tinggi dari Rooki'iin.

Mengapakah darjat Qoonitiin selepas Mutawakkiliin ?

Sebab Qoonitiin adalah SEMPURNA KETAATAN setelah Sempurna Penyerahan diri (Muslimiin) dan Sempurna Keimanan (100%) kepada Allah, iaitu Mutawakkiliin.



34) 'Ibaadillah atau 'ABDUHU (Hamba Dia)

----
Al-Fajr : 27

يٰٓأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

● Hai jiwa yang tenang. ●

Al-Fajr : 28

ارْجِعِىٓ إِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

● Kembalilah kepada Tuhanmu dengan redha lagi diredhai-Nya. ●

Al-Fajr : 29

فَادْخُلِى فِى عِبٰدِى

● Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku ('IBAADII),

Al-Fajr : 30

وَادْخُلِى جَنَّتِى

● masuklah ke dalam syurga-Ku. ●

-----

Yang ini banyak orang Jahil, PERASAN atau menyangka bahawa mereka sudah dapat title atau darjat sebagai Hamba Allah dan mula menanya-nanya atau mereka-reka JAWAPAN atau mengada-adakan PENDUSTAAN terhadap Allah, akan mengapa DOA mereka tidak Di PERKENANKAN.

Sesungguhnya jawapan nya amat mudah.

Jangan peRASAn.

Maksudnya janganlah RASA dalam diri ini bahawa kita ini Hamba Dia, jika kita masih menjadi hamba kepada yang lain.

Allah TIDAK PERNAH BERSALAH mahupun ZALIM mahupun TERSILAP dalam FirmanNya dalam Al-Quran.

Allah hanya MENGABULKAN atau MEMPERKENANKAN DOA manusia yang berdarjat Hamba DIA.

Nak dapat title atau darjat Hamba Dia ('ABDUHU) bukan senang.

----

Al-Mu'min : 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

● Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menjadi Hamba-Ku ('IBAADATI) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". ●

Al-Baqarah : 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

● Dan apabila hamba-hamba-Ku ('IBAADI) bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ●

JELAS, sejelasnya Allah hanya akan mengabulkan atau memperkenankan Doa dari Hamba Dia semata-mata. Hamba kepada yang lain Dia tak perkenankan dan 'yang lain atau sekutu' itu pun tak boleh perkenankan pun juga :

Al-A'raf : 194

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ

● Sesungguhnya yang kamu seru / berdoa (TAD'UUNA) selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. ●

Mengapa darjat 'Ibaadillah dapat setelah Qoonitiin ?

Sebab setelah SEMPURNA KETAATAN (Qoobitiin) kepada Dia barulah jadi Hamba Dia yang SEBENAR. Tak sempurna ketaatan mana mungkin jadi Hamba Dia.


35) S°iddiqin

An-Nisa' : 69

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰٓئِكَ رَفِيقًا

● Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang BENAR (S°IDDIQIIN), orang-orang yang menyaksikan, dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ●

Ayat di atas menunjukkan S°IDDIQIIN itu darjatnya lebih tinggi dari SYAHIDIIN dan SYAHIDIIN itu lebih tinggi dari MUS°LIHIIN / S°OOLIHIIN.

Al-Hujurat : 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجٰهَدُوا بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah (JAAHADU FI SABILILLAHI BI AMWAALIHIN WA ANFUSIHIM). Mereka itulah orang-orang yang benar (S°IDDIQIIN). ●

Ayat di atas jelas menunjukkan kepada kita bahawa hanya selepas kita menjadi Mujaahiddin Fi Sabilillah dulu baru dapat menjadi S°iddiqiin.


36) Anbiyaa`

An-Nisa' : 69

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّۦنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولٰٓئِكَ رَفِيقًا

● Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang BENAR (S°IDDIQIIN), orang-orang yang menyaksikan, dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. ●

Ayat di atas menunjukkan darjat Nabi adalah lebih tinggi dari darjat S°IDDIQIIN.

Dan darjat Nabi ini sudah di tutup kepada HambaNya sebab Nabi yang Terakhir atau Khataman Nabiyan adalah Rasul Nabi Muhammad.

Dan hanya para Anbiyaa` di turunkan Kitab Wahyu kepada mereka dan tidak kepada 'Ibaadillah yang lain.

An-Nisa' : 163

إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلٰى نُوحٍ وَالنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلٰىٓ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْمٰعِيلَ وَإِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسٰى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهٰرُونَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

● Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. ●

Fatir : 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

● Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih (AS°T°OFAINA) di antara hamba-hamba Kami ('IBAADINA), lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang PALING TINGGI/TERDAHULU (SAABIQUN) berbuat terbaik (KHAIRAAT) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar. ●

Nabi, meskipun darjatnya lebih tinggi dari S°iddiqiin berdasarkan An-Nisa` : 69 di atas, namun berdasarkan ayat Fatir : 32 di atas, manusia Mus°t°ofain ini tidaklah semuanya Saabiqun atau Mus°t°ofainal-Akhyaar. Setengah mereka ada juga yang Z°oolimiin dan juga pada darjat pertengahan seperti Muslimiin, Tawwabiin, seterusnya seperti yang di bincangkan dalam tulisan ini berdasarkan deduksi firman Allah.

Sebagai contoh, Rasul Nabi Yunus atau Zun Nun :

Al-Anbiya : 87

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ أَن لَّآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ الظّٰلِمِينَ

● Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim (Z°oolimiin)". ●

Jelas, ada Nabi yang juga berbuat 'AS°OO kepada Allah dan menjadi Z°oolimiin. Ini adalah firman Allah maka berimanlah 100% akan Kalam Allah yang tidak ada kebengkokan.

Namun mereka segera menjadi Tawwabiin, Mustaghfiriin dan Musabbihiin kembali. Inilah Uswatun Hasanah kepada kita. Uswatun Hasanah itu bukan hanya dari Rasul Nabi Muhammad sahaja. Seluruh Rasul lagi Nabi adalah Uswatun Hasanah atau Contoh terbaik kita.

As-Saffat : 142

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

● Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. ●

As-Saffat : 143

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

● Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang selalu BERTASBIH (MUSABBIHIIN),

As-Saffat : 144

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

● nescaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. ●

Mungkin Allah mahu mengajar kepada kita akan Tasbih yang perlu kita amalkan seharian sepertimana Tasbih Nabi Yunus ini - " Laa ilaha illa anta, Subhaanaka, Inni kuntu minazz°oolimiin".

Pengajaran kepada kita adalah bertasbih kepada Allah selalu akan menghilangkan penderitaan dengan izin Allah.


37) S°oobiriin


Al-'Asr : 3

إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

● kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ●

Ali 'Imran : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جٰهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِينَ

● Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (JAAHADU) diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (S°OOBIRIIN). ●

S°OOBIRIIN hanya boleh dapat tingkatan ini, selepas kita menjadi Mujaahidin Fi Sabilillah dan juga setelah menjadi S°IDDIQIIN. 

Ali 'Imran : 17

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

● (yaitu) orang-orang yang sabar (S°OOBIRIIN), yang benar (S°OODIQIIN), yang tetap taat (QOONITIIN), yang menafkahkan (MUNFIQIIN) hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun (MUSTAGHFIRIIN) di waktu sahur. ●

Ayat di atas jelas menunjukkan S°OOBIRIIN itu lebih tinggi darjat dari S°IDDIQIIN dan hanya akan dapat di capai setelah S°IDDIQIIN.

Al-Baqarah : 153

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصّٰبِرِينَ

● Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang SABAR (S°OOBIRIIN).

Dan Allah sentiasa BERSERTA dengan S°OOBIRIIN. Sesungguhnya darjat orang yang sebenarnya Sabar atau darjat S°obiriin adalah sangat tinggi darjatnya.

Perhatikan firman Allah ini :

Al-Kahf : 68

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ خُبْرًا

● Dan bagaimana kamu dapat sabar (TAS°BIR) atas sesuatu, yang kamu belum MELIPUTI (TUHIT°) perkhabaran / informasi (KHUBRA) tentang hal itu?" ●

Al-Kahf : 75

قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا

● (Khidir) berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" ●

Tanpa Ilmu yang meliputi di beri Allah kepada Hamba Dia (di riwayatkan sebagai Khidir), dari sisiNya (LADUNNI), tiada siapa akan mendapat darjat S°obiriin ini.

Contohnya walaupun terhadap Rasul Nabi Musa sekalipun. Ini jelas menunjukkan bahawa darjat S°oobiriin adalah lebih tinggi dari darjat Anbiyaa`.

Jelas darjat S°oobiriin adalah semata-mata kurniaan Allah, dan jika sudah mendapat title 'Abduhu, berdoalah moga Allah perkenankan untuk kita dapat.

Sad : 44

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

● Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba (NI'MAL 'IBAADI). Sesungguhnya dia amat selalu kembali (kepada Allah) (AWWAB). ●

Dan Rasul Nabi Ayyub adalah seorang yang mendapat darjat S°oobirin.

Dan S°oobiriin adalah Ni'mal 'Ibaddi atau sebaik-baik Hamba Dia.

Dan Allah berfirman juga bahawa untuk mendapat S°oobiriin adalah dengan selalu kembali kepadaNya (Awwab).


38) Ulil Aidi

Sad : 45

وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ أُولِى الْأَيْدِى وَالْأَبْصٰرِ

● Dan ingatlah hamba-hamba Kami ('IBAADINA) : Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai KEKUATAN (ULIL AIDI) dan penglihatan mata hati. ●

ULIL AIDI hanya boleh di dapati setelah mendapat darjat Hamba Dia.

Darjat Ulil Aidi adalah lebih rendah dari Ulil Abs°oor berdasarkan ayat di atas (Allah lebih mengetahui).

Mengapakah Ulil Aidi darjatnya lebih tinggi dari S°oobiriin ?

Allah Paling Mengetahui tentang ini, namun ia berdasarkan turutan ayat surah Sad : 44 dan 45 di atas.


39) Ulil Absar

An-Nur : 44

يُقَلِّبُ اللَّهُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِى الْأَبْصٰرِ

● Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang MEMPUNYAI PENGLIHATAN MATA HATI (ULIL ABS°OOR). 

Ali 'Imran : 13

قَدْ كَانَ لَكُمْ ءَايَةٌ فِى فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقٰتِلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرٰى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِى الْأَبْصٰرِ

●Sesungguhnya telah ada tanda (AYAT) bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertemepur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang MEMPUNYAI PENGLIHATAN MATA HATI (ULIL ABS°OOR). ●

Sad : 45

وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ أُولِى الْأَيْدِى وَالْأَبْصٰرِ

● Dan ingatlah hamba-hamba Kami ('IBAADINA) : Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai KEKUATAN (ULIL AIDI) dan penglihatan mata hati (ULIL ABS°OOR). 

ULIL ABS°OOR hanya boleh di dapati setelah mendapat darjat Hamba Dia.


40) Mukhlas°iin

Al-A'raf : 29

قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

● Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah wajahmu di setiap tempat sujud dan serulah Allah dengan MENGIKHLASKAN (MUKHL°ISIIN) deen kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)". ●

As-Saffat : 40

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

● tetapi hamba-hamba ('IBADA) Allah yang IKHLAS (MUKHLAS°IIN). 

Jelas, MUKHLAS°IIN itu darjatnya lebih tinggi dari 'IBADILLAH.

As-Saffat : 41

أُولٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ

● Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu, ●

----

As-Saffat : 127

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

● Maka mereka mendustakannya, kerana itu mereka akan diseret (ke neraka), ●

As-Saffat : 128

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

● kecuali hamba-hamba Allah yang IKHLAS (MUKHLAS°IIN). ●

----

Sad : 82

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

● Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, ●

Sad : 83

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

● kecuali hamba-hamba-Mu yang IKHLAS (MUKHLAS°IIN) di antara mereka. ●

Sebanyak-banyak golongan manusia, hanya orang yang IKHLAS atau MUKHLAS°IIN yang tidak dapat di ganggu IBLIS dan Syaitan keturunan Iblis.

----

Mengapa darjat Mukhlas°iin ini lebih tinggi dari Ulil Aidi dan Ulil Ans°oor ?

Ianya berdasarkan kaitan turutan firman Allah di bawah :

Sad : 45

وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ إِبْرٰهِيمَ وَإِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ أُولِى الْأَيْدِى وَالْأَبْصٰرِ

● Dan ingatlah hamba-hamba Kami ('IBAADINA) : Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai KEKUATAN (ULIL AIDI) dan penglihatan mata hati (ULIL ABS°OOR). 

Sad : 46

إِنَّآ أَخْلَصْنٰهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ

● Sesungguhnya Kami telah MENGIKHLASKAN mereka dengan KEIKHLASAN yang tinggi dan selalu INGAT akan hari akhirat. ●

Rasul Nabi Yusof adalah seorang 'Ibaadillahi Mukhlas°iin :

Yusuf : 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوٓءَ وَالْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

● Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami ('IBAADINA) yang MUKHLAS°IIN.


41) Saabiqun atau MUS°T°OFAIN-AL-AKHYAAR.

Al-Hajj : 77

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

● Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah (WASJUDU) kamu, 'abdilah diri (WA'BUDUU) kepada Tuhanmu dan perbuatlah yang terbaik (KHAIR), supaya kamu mendapat kemenangan. ●

Darjat AF'AL Khair lebih tinggi dari 'Abduhu, 'Abduhu lebih tinggi dari Saajidiin, Saajidiin lebih tinggi dari Mukiminiin.

Fatir : 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

● Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih (AAT°OFAINA) di antara hamba-hamba Kami ('IBAADINA), lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang PALING TINGGI/TERDAHULU (SAABIQUN) berbuat terbaik (KHAIRAAT) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar. ●

Dari 2 ayat di atas jelas darjat AF'AL KHAIR itu adalah SAABIQUN. Darjat Saabiqun lebih tinggi dari 'Abduhu dan 'Abduhu lagi tinggi dari Saajidiin.

Ayat Surah Fatir : 32 di atas sebenarnya menjelaskan Julat atau Range darjat-darjat tingkatan manusia.

Dalam ramai-ramai manusia pilihan (MUST°OFAIN) Allah, range atau julat darjat-darjat tingkatan adalah dari yang terendah iaitu darjat Z°oolimiin, pertengahan (kemudian Muslimiin, Tawwabiin dan seterusnya), sehinggalah kepada darjat Saabiqun. Makanya darjat Sabiqun lah darjat tertinggi kurniaan Allah kepada manusia.


Sad : 47

وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ

● Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan (MUS°T°OFAIN) yang paling baik (AKHYAAR). ●

Perhatikan turutan ayat surah Sad : 45, 46 dan 47 di atas.

Maka jelas, Mus°t°ofainal-Akhyaar adalah Saabiqun.


42) Allaziina Qutilu Fi Sabilillah = MUKRAMIIN.

Ali 'Imran : 157

وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

● Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. ●

Ali 'Imran : 169

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

● Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. ●


Mereka bergembira kemenangan :

Ali 'Imran : 170

فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتٰىهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

● Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahawa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Contoh manusia yang terbunuh Fi Sabilillah dan terus berkata-kata :

Ya Sin : 20

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

● Dan datanglah dari hujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu". ●

Ya Sin : 26

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ

● Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke syurga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. ●

Ya Sin : 27

بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ الْمُكْرَمِينَ

● Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang DIMULIAKAN (MUKRAMIIN)". ●


Tidak dapat di sangkal sama sekali bahawa Orang Yang Terbunuh semasa Berperang di Jalan Allah (Fi Sabilillah) adalah manusia yang paling di muliakan Allah (MUKRAMIIN) sebab hakikatnya mereka tidak mati seperti manusia lain. Mereka itu hidup. Dan mereka terus hidup di Syurga. Dan tubuh tidak di makan tanah.


------------The Second Recap--------------
Manusia pada asalnya adalah Z°oolimin dan juga Jaahiliin atau Orang yang Zalim dan Orang yang Tidak Tahu.

Maka jika banyak persoalan dalam kepala atau dalam minda di tanya dengan sebenar-benarnya terutama tatkala melihat semua manusia akan  mati, maka manusia ini sepatutnya akan mencari jawapan akan mengapa dia mesti mati dan setelah faham maka dia akan dapat faham mengapa dia dihidupkan. 

Berfikir dan mencari jawapan adalah sifat manusia bergelar insan. Maka akan ditemui bukti-bukti pada Alam yang sebegini teratur proses kejadiannya dan rutinnya maka yang pertama manusia jenis ini akan mengenali bahawa yang menjadikan semua ini adalah Tuhan Yang Satu.

Bila qalbu telah di bulatkan dengan pegangan bahawa Hanya ada Tuhan Yang Satu dan tiada sekutu apa pun Tuhan yang Satu dengan siapa dan apa pun yang lain, maka ini di namakan Hanif. 

Hanif adalah proses berikir sendiri tanpa minda di pengaruhi oleh sesiapa pun. Namun, ianya tak akan sempurna tanpa adanya bimbingan. Maka jika manusia ini mempunyai keazaman untuk menjawab persoalan di dalam kepalanya maka akan terjumpalah ia dengan manusia beriman dengan kitab wahyu Allah yang tiada kebengkokan di dalamnya yang menceritakan Sifat Tuhan Yang Satu ini dan apa-apa yang ada di alam ini dan mengapa Alam ini di jadikan termasuk dirinya. Jika manusia mengikut apa yang di sampaikan dalam kitab wahyu ini maka berlakulah proses Islam atau Menyerah Diri untuk Patuh terhadap segala perintah dan larangan-Nya.

Maka menyedari akan kejahilannya, proses mendapatkan kefahaman dan menimba sebanyak mungkin Ilmu di lakukan dengan memahami ayat-ayat Al-Quran (zaman ini) dan juga AYAT-AYAT atau Bukti-bukti atau Kebenaran ayat-ayat Al-Quran itu melalui kajian dan pemerhatian terhadap setiap sesuatu di Alam Semesta ini. Proses ini memakan masa, dan jika tiada penambah baikan terhadap pencarian kepada pemahaman kebenaran, maka Muslimiin ini akan menjadi Z°oolimiin kembali. Namun, jika berterusan manusia pada tahap membaca dan memahami isi kitab wahyu sambil mengkaji dan membuat verifikasi pada setiap sesuatu di alam semesta, maka fahamlah ia bahawasanya tiada suatu pun di jadikan Allah sia-sia. Inilah darjat Ulil Albab yang sentiasa ingat akan Allah dan sentiasa memikirkan kejadian alam. 

Jika manusia sudah mencapai darjat Ulil Albab, maka tatkala ini dia menyedari bahawa tidak ada sekecil zarah pun apa-apa yang Allah ciptakan itu sia-sia. Ulil Albab akan memahami bahawa segala apa-apa dan sesiapa di Alam ini Sakhkhara atau tunduk kepada dirinya yang mempunyai Ruh yang mempunyai kekuatan setelah memahami Ayat-ayat Allah (2 jenis Ayat). Setiap masa samada sedang berdiri, duduk atau baring, si Ulil Albab sentiasa Ingat akan Allah sebab dia seorang yang mengetahui, mengapa setiap sesuatu dalam alam ini di ciptakan oleh KhalikNya. Makanya darjat manusia tatkala ini menjadi Ahli Zikir.

Setelah sempurna pemahaman Ulil Albab, iaitu Ulama atau Yang berpengetahuan. Dan semasa di tingkatan ini, Ulama ini Takut akan Allah, sebab dia sedar yang Allah Tuhan Yang Satu itu sentiasa memerhatikannya dan Allah itu Dekat dengan dia, dan seluruh kekuasaan terhadap setiap sesuatu atau Kulli Syai'iin ada pada Dia, termasuk dirinya dan Tempoh Atau Ajalnya yang dia tidak tahu bila. Manakan tidak Rasa Gementar qalbu manusia pada darjat ini ?  Sampai kepada darjat Gementar inilah di namakan Beriman atau Mukminiin. 

Namun kerana adanya Iblis jenis jin dan keturunannya bergelar Syaitan yang di beri izin untuk menyesatkan manusia, maka banyak bisikan-bisikan di sumbatkan dalam minda manusia, banyak angan-angan dan pengindahan kepada dunia ini berlaku. Maka terjadilah Lalai dan Lupa kepada suruhan dan larangan ini, dan tatkala Mukminiin ini melakukan tindakan yang melanggar arahan Allah, inilah yang dinamakan Maksiat, dan terus menjadi Z°oolimin kembali dan apabila tersedar dengan ingat kembali akan Allah, dan sentiasa si Mukminiin ini meminta ampun kepada Allah, maka naiklah tahapnya kepada Mustaghfiriin. 

----selingan----

Namun malang seribu kali malang, kerana Syaitan jenis Jin dan Manusia itu banyak, jika proses mencari kefahaman ini tidak langsung di buat, maka tidak akan ada keimanan yang benar, melainkan menjadi taat membuta kepada manusia Mu'tadiin yang banyak mendustakan kebenaran atau Cahaya yang Allah turunkan iaitu zaman ini, Al-Quran. Mu'tadiin ini hanyalah menjadi pengikut yang menyangka-nyangka, dan ianya berketurunan pemahaman yang tidak berlandaskan Kitab Wahyu Allah ini.

Selagi 2 jenis Ayat tidak di fahami, iaitu Ayat Al-Quran dan Ayat atau Bukti kebenaran Al-Quran pada kajian Alam Semesta, maka sampai mati manusia tidak akan mencapai darjat Ulil Albab.

Tanyakan pada manusia zaman ini, berapa ramai faham akan maksud sebenar Ulil Albab, jawapannya berkemungkinan di bawah 5% peratus manusia yang mengaku Muslimiin.

Jika manusia tidak berusaha menjadi Ulil Albab seperti mana yang Allah firmankan, tidak mustahil tidak setitik Iman pun akan di capai dan berkemungkinan besar menjadi Musyrikiin sebab dasarnya Musyrikiin itu Tidak Tahu.

------selingan habis-----

Setelah sentiasa meminta ampun sebagai Mustaghfiriin barulah mendapat darjat Tawwabiin di mana perbuatan maksiat di hentikan. Kemudian proses Penghijaran berlaku di mana proses memisahkan amalan buruk dan baik (Muhaajiriin). Kesempurnaan Muhaajiriin inilah di namakan Mujaahidiin iaitu kemenangan dalam memisahkan amalan maksiat dalam diri.

Seterusnya bermulalah perlakuan Taat iaitu dengan mendirikan dan memelihara solat, di panggil Qoo`imiin. Selepas sempurna Qoo`imiin maka bermulalah darjat Musabbihiin yang sentiasa Bertasbih memuji Allah tak henti seperti segala makhluk Allah yang lain. 

Setelah Iman semakin bertambah, maka darjat manusia di naikkan dari Musabbihiin kepada Munfiqiin, kemudian Mutat°ohhiriin dan Rooki'iin iaitu tunduk patuh kepada segala perintah dan larangan Allah. 

Darjat sererusnya adalah Muhtadiin, iaitu orang yang di bimbingi. Inilah yang kita minta doa hari-hari semasa membaca Al-Fatihah, ayat 6 dan 7. Darjat Muhtadiin ini adalah darjat orang yang memang Allah sudah beri nikmat kepada mereka, dan ini termasuklah Saajidiin, Khoosyi'iin, Ulin Nuha, Muhsiniin, Muttaqiin, Mus°lihiin atau S°oolihiin, kemudian Mukhbitiin, kemudian Ulil Ilma, kemudian Syaahidiin atau Syuhadaa`.

Setelah sempurna penyaksian kepada Allah, maka kesempurnaan Imannya para Mukminiin ini di gelar Mutawakkiliin, iaitu manusia yang percaya 100% kepada Allah dalam menjadi pengurus dan memenuhi keperluannya. Darjat Tawakkal ini sudah sangat tinggi sehingga Mutawakkaliin ini keperluannya memang di cukupkan Allah.

Setelah sempurna Iman dan Islam dengan Bertawakkal, maka barulah sempurna ketaatan iaitu Qoonotiin.

Setelah sempurna ketaatan maka barulah kita boleh dapat darjat Hamba Nya.

Sesungguhnya inilah maksud "Wa maa khalaqtal Jinna wal ins illaa liya'buduun".

Az-Zariyat : 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

● Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ●

Bukan senang sebenarnya nak memahami dan mendapatkan darjat 'ABDUHU atau 'IBAADILLAH.

Seterusnya hanya dengan Kurnia dan Rahmat Allah juga manusia mendapat darjat Siddiqiin, S°oobiriin, Ulil Aidi, Ulil Abs°oor, Mukhlas°iin° dan akhirnya Saabiqun atau Mus°t°ofainal-Akhyaar.

Dan hanya Kehendak Dia Yang Esa yang memilih siapa yang Mukramiin.

La quwwata Illa Billah.
Ta'alallahul Malikul Haq.

Sesungguhnya  turutan darjat tingkatan manusia ini, yang dapat bercerita dengan Tepat dan Benar hanyalah WahyuNya, maka Ya Allah, Huwwallahu Ahad, ampuni diri ini jika saya bersalah di dalam menyusun dan memahami darjat-darjat tingkat manusia yang Kau firmankan dalam Al-Quran.

Teruskan lah pencarian saudara saudari dalam mencari dan MERASAI sendiri Wujud Allah Yang Esa, sehingga menjadi 'Ibaadillah yang Mukhlas°iin, dan seterusnya seperti dalam FirmanNya Yang Mulia.

Moga Allah memberi kita HUBUNGAN sentiasa dengan DIA, menerusi TALI-NYA.

-------------------------------------------------------


=====
End.

Al-Insan : 1

هَلْ أَتٰى عَلَى الْإِنسٰنِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْـًٔا مَّذْكُورًا

● Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? ●

(Janganlah mengikut sahaja apa yang saya deduksikan, buatlah verifikasi sendiri atau bertanyalah kepada Ahli Zikir yang lain. Yang 100% benar hanyalah Firman Allah).

====

Tiada ulasan:

Catat Ulasan