Navigate

Carian

Jumaat, 3 November 2017

Tiada Manfaat Nasihat

(Tarikh ditulis : 03 Nov 2017)

Firman Allah :

Hud 11 : 34

وَلَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِىٓ إِنْ أَرَدتُّ أَنْ أَنصَحَ لَكُمْ إِن كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

● Dan tidaklah BERMANFAAT kepadamu NASIHATKU (NUS°HII) jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah HENDAK (YURIDU) MENYESATKAN kamu (YUGHWIYAKUM), Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan". ●


Apa tanda Allah sudah MENYESATKAN orang yang tidak bermanfaat di nasihati ?

Mereka sudah tuli, buta, tidak dapat berfikir dan bisu :

Al-Baqarah 2 : 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. ●

Al-Baqarah 2 : 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلٰىٓ أَبْصٰرِهِمْ غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

● Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. ●

Al-An'am 6 : 39

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَن يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

● Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah TULI, BISU dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya DISESATKANNYA. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. ●

An-Naml 27 : 81

وَمَآ أَنتَ بِهٰدِى الْعُمْىِ عَن ضَلٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

● Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang BUTA dari KESESATAN mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka tunduk berserah diri (MUSLIMIN) ●


Mengapa Allah hendak MENYESATKAN mereka ?

Bukankah nanti ini akan menjadi Hujah bahawa mereka akan MENYALAHKAN ALLAH ?

Al-Hijr 15 : 39

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

● Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau TELAH MENYESATKANKU (AGHWAITANI), pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, ●

Sebenarnya Iblis ini ada pengetahuan atau Ilmu tentang ini. Dia tahu kebenaran.

KESOMBONGAN dalam dirilah yang menjadikan dia tak mahu tunduk mendengar dan melakukan arahan Allah.

Dia tahu bahawa Allah SUDAH MENYESATKAN dia, maka jalan untuk kembali mendapat PETUNJUK sudah tiada.

Asy-Syura 42 : 46

وَمَا كَانَ لَهُم مِّنْ أَوْلِيَآءَ يَنصُرُونَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن سَبِيلٍ

● Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang DISESATKAN Allah maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk). ●

Al-Kahf 18 : 17

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزٰوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِى فَجْوَةٍ مِّنْهُ ۚ ذٰلِكَ مِنْ ءَايٰتِ اللَّهِ ۗ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

● ... Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. ●


Maka kerana dengki kepada Adam, dia mahu menyesatkan pula seluruh keturunan manusia dan dia mendapat izin Allah.

----
Kembali kepada persoalan mengapa mereka di sesatkan Allah.

1) Kerana manusia sudah FASIQ.

Al-Baqarah 2 : 26

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ اللَّهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا الْفٰسِقِينَ

● Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang DISESATKAN (YUD°ILLU) Allah kecuali orang-orang yang FASIQ. ●

2) Kerana manusia itu ZALIM, MENGIKUTI HAWA Diri (Nafs) dan Tidak Berilmu :


Ar-Rum 30 : 29

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوٓا أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نّٰصِرِينَ

● Tetapi orang-orang yang ZALIM, mengikuti hawa nafsunya TANPA ILMU PENGETAHUAN; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah DISESATKAN Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. ●

Itulah sebabnya MANUSIA yang mengaku Muslim dan mengaku BERIMAN, WAJIB mencari ILMU atau Wajib menjadi 'ALIM agar kita dapat MENGIKUTI ILMU itu dan tidak mengikuti HAWA Nafs (Diri) dan tidak MENZALIMI diri sendiri.

Orang yang Zalim terhadap diri sendiri adalah orang yang Mengikuti Hawa Nafs kerana Tiada ILMU atau TIDAK MEMAHAMI KEBENARAN.

Ilmu itu Memahami Kebenaran.

Jamak kepada 'ALIM adalah ULAMAK. Kita semua WAJIB menjadi ULAMAK jika tidak mahu DI SESATKAN ALLAH.

Orang yang IGNORANT atau tak nak ambil Tahu itu Jahil. Jahil lawannya Berilmu.

Tak nak ambil tahu tentang apa ? Tentang Ilmu. Ilmu itu apa ? Memahami Kebenaran.

Kebenaran itu apa ?
Yang datang dari Allah.

Apa yang datang dari Allah ?
Al-Quran - kitab yang di turunkan / Anzalkan kepada kita melalui RasulNya.


3) Kerana manusia mendustakan ayat-ayat Allah :

Al-An'am 6 : 49

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِـَٔايٰتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

● Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN (KAZZABU) ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat FASIQ. ●


Bagaimana mahu dapat Allah MEMBERI PETUNJUK kepada kita ?

Baca, Fahamkan, Tadarrus, Tadabburlah isi kitab Al-Quran :

Dengan Kitab itulah ALLAH menunjuki atau membimbing manusia.

Az-Zumar 39 : 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتٰبًا مُّتَشٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلٰى ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

● Allah telah menurunkan perkataan yang PALING BAIK (AHSAN) (iaitu) Al Quran yang SERUPA (MUTASYAABIHA) lagi berulang-ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. ITULAH PETUNJUK ALLAH (ZAALIKA HUDALLAH), dengan KITAB itu Dia MENUNJUKI siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. ●

====
Pembacaan Al-Quran sambil MENTADABBUR adalah KUNCI kepada segala kebaikan kepada kita di AKHIRAT dan juga dunia.

Di dalam kitab itulah ada KEBENARAN tanpa Ragu dan pada pemahaman Kebenaran itulah kita BERILMU PENGETAHUAN.

====
End.

Al-A'raf 7 : 185

أَوَلَمْ يَنظُرُوا فِى مَلَكُوتِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِن شَىْءٍ وَأَنْ عَسٰىٓ أَن يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

● Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada BERITA / PERKATAAN / KENYATAAN (HADITH) manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu? ●

====

Tiada ulasan:

Catat Ulasan