Navigate

Carian

Selasa, 26 Julai 2016

Beza Induksi dengan Deduksi

Beza Induksi dengan Deduksi

(Date written : 26 Jul 2016)
(Last update : 08 Oct 2016)

1) Induksi adalah mengeluarkan kenyataan atau pendapat atau kesimpulan tentang sesuatu kenyataan berasaskan kenyataan yang lain atau pemerhatian yang tidak menyeluruh atau meliputi walaupun ianya adalah fakta.

2) Deduksi pula adalah mengeluarkan kenyataan berdasarkan suatu kenyataan yang sudah sememangnya Fakta atau Kebenaran atau berdasarkan suatu Kesimpulan.

3) Untuk memahami Al-Quran dan memahami Deen atau Cara Hidup Islam, hanya Allah yang boleh MENGELUARKAN PENJELASAN kenyataan dan setiap kenyataan Allah itu Benar sebab ada AYAT atau Burhan atau 'Evidences' atau Dalil dan ada Sult°an yang membawakannya kepada kita. Sult°an itu Authority dan mereka adalah Rasulullah dan Rasulullah ada banyak samada jenis manusia atau Malaikat atau Amar Allah.

4) Takwil sebenarnya adalah Penjelasan kepada sesuatu kenyataan. Kenyataan atau 'Statement' adalah Hadith dalam bahasa Arabnya. Hanya Allah yang mengetahui Takwil bermaksud Penjelasan terhadap sesuatu makna kenyataan hanya Allah yang mengetahui maksudnya NAMUN kita di arah untuk berTADARUS dan TADABBUR Ayat-ayat Allah. Tadarus bermaksud Mempelajari dan Tadabbur bermaksud mencari maksud yang di 'belakang'. Al-Quran bermaksud Bacaan yang berkait-kait MAKA untuk memahami Al-Quran kita kena mencari KAITAN setiap perkataan yang Allah sebut dalam Al-Quran pada ayat-ayat Allah yang lain dan inilah maksud Ayat Mutasyabihah atau ayat2 yang hampir serupa dan di gunakan Allah dalam wahyuNya untuk MENJELASKAN (Bayyinah) kepada kita akan apa maksud setiap perkataanNya. Tiada cara lain melainkan memahami bahasa Arab, yang unggul, yang menjadi Pilihan Allah untuk menyampaikan WahyuNya kepada kita dan MENCARI kaitan perkataan atau kenyataanNya. Kita DI LARANG sama sekali untuk MENTAKWILKAN sesuatu kenyataan dan ini bermaksud Peng'aqalan Induksi.

4) 'Inductive Reasoning' atau Peng'aqalan Induksi adalah mengeluarkan sesuatu kenyataan berdasarkan beberapa kenyataan atau pemerhatian yang tidak lengkap. Itu sebab Induksi selalunya atau hampir 100% adalah Sangkaan atau 'Assumption'. Ianya ada unsur KEMUNGKINAN benar atau KEMUNGKINAN salah.

5) 'Deductive Reasoning' atau Peng'aqalan Deduksi adalah mengeluarkan kenyataan kebenaran berdasarkan kenyataan kebenaran yang lain. Ianya tiada KEMUNGKINAN salah.

6) Aqal yang selalu di sebut-sebut sebenarnya bukanlah suatu Ism atau kata nama namun ianya adalah satu kata kerja atau 'Verb'. Sebanyak 49 kali perkataan yang berdasarkan huruf dasar 'AIN QAF dan LAM di sebut dalam Al-Quran dan kesemuanya adalah kata kerja iaitu YA'QILUUN, TA'QILUUN, NA'QILU, AQALUHU yang bermaksud Meng'aqali atau 'To Reason'. Dalam maksud bahasa Arab yang lebih dalam ianya di panggil MENAMBAT iaitu mencari FAHAM atau mengeluarkan Fakta dari kaitan-kaitan kenyataan kebenaran secara Menyeluruh.

7) Memahami Meng'aqali secara Induksi vs Meng'aqali secara Deduksi adalah TERSANGAT penting dalam Mencapai FAHAM akan sesuatu yang bernama KEBENARAN atau kenyataan KEBENARAN. Ianya adalah satu proses mengeluarkan kesimpulan berdasarkan beberapa fakta atau mengeluarkan fakta berdasarkan satu kesimpulan fakta.

8) Peng'aqalan Induksi akan MELAHIRKAN Pendapat. Ianya bukan Kebenaran. Ianya adalah SANGKAAN dalam dalam Bahasa Arab ia di sebut sebagai Z°AN dan dalam Bahasa Inggeris sebagai 'Assumption'. Kita di larang sama sekali untuk MENGIKUTI apa-apa yang bernama PENDAPAT tak kira berapa Tinggi Martabat yang di berikan manusia lain kepada seseorang manusia lain kecuali Rasul-rasul Allah. SEMUA Rasul Allah hanya Menyampaikan 100% apa yang Allah suruh sampaikan. Selain dari Rasul Allah akan ada manusia yang akan mengeluarkan pendapat termasuk diri saya. Sekali lagi yang bernama pendapat, kita di larang mengikut sama sekali. Kita hanya di suruh untuk MENGIKUTI ('ITTABI'U atau TABI') kepada hanya Kebenaran atau Kenyataan Kebenaran. Kebenaran hanya datang dari suatu Kebenaran. Itu sebab Allah bernama Al-Haq atau Yang Benar.

9) Peng'aqalan Deduksi akan MELAHIRKAN kebenaran atau kenyataan yang benar juga. Ianya adalah mengeluarkan FAKTA atau Kenyataan Kebenaran berdasarkan Kesimpulan atau 'Conclusion' iaitu Fakta.

10) Contoh Peng'aqalan Induksi :

Contoh 1 :

a) Kenyataan pertama :
Saya sudah melihat 30 ekor itik itu bewarna putih.

b) Makanya, INDUKSI nya
Semua Itik bewarna putih.

(Sedangkan ianya tidak semestinya)

Contoh 2 :

a) Semua Melayu itu Malas.

b) Makanya, (INDUKSInya) Abu adalah seorang yang malas.

(Sedangkan Abu masih tidak di ketahui samada dia Melayu atau tidak, maka tidak dapat di sahkan samada Abu itu Malas)


11) Contoh Peng'aqalan Deduksi :

Contoh 1 :

a) Semua anjing itu mamalia.

b) Semua Mamalia ada jantung.

Makanya,
c) Anjing ada jantung.

Contoh 2 :

a) Semua Melayu itu malas.

b) Abu adalah seorang Melayu.

Makanya, DEDUKSI nya
c) Abu adalah seorang yang malas.

Contoh 3 :

a) Hanya Ulama takut kepada Allah.

Makanya, DEDUKSI nya

b) Yang tidak takut kepada Allah itu BUKAN ULAMA.

DEDUKSI kedua adalah :-
c) Yang tidak ULAMA tidak takut kepada Allah.

12) Berdasarkan contoh-contoh di atas dan berdasarkan kehidupan seharian kita dan apa yang kita PEGANGI sebagai KEBENARAN, bertanyalah kembali atau 'aqalilah kembali samada kita mengeluarkan kenyataan itu berdasarkan proses INDUKSI atau DEDUKSI. Jika kita berbuat INDUKSI maka kita tidak berpegang kepada Kebenaran melainkan SANGKAAN sahaja dan Sangkaan itu TIDAK BENAR dan SESAT dan jika berbuat DEDUKSI, kita sebenarnya sudah berpegang kepada KEBENARAN.

13) Bila Allah menyuruh atau memerintahkan kepada kita untuk MENG'AQALI atau YA'QILUUN maka ianya adalah WAJIB dan yang di perintahkan hanyalah berbuat 'Deductive Reasoning' dan bukan 'Inductive Reasoning'.


====
End.

Allah Al-Haq.
====


Tiada ulasan:

Catat Ulasan